
hari pun cepat berlalu, besok Shira akan melakukan lomba bernyanyi sambil bermain piano, mereka bertiga telah pergi menghadap ke ruang Bu Rita, namun ternyata yang di katakan oleh Rena memang betul, setelah nama shira telah terdaftar lomba, namanya sudah tidak bisa di hapus dari daftar lomba
"sekarang gimana? kamu benaran bisa nyanyi sambil main piano?" tanya Farah lalu bangun dari tempat tidurnya
"in Syaa allah bisa kok, banyak-banyak berdoa aja, ayo istrahat" ucap Shira
lalu mereka bertiga pun berbaring di kasur masing-masing, namun saat Shira hendak tidur dia mendengar bunyi getar hpnya berbunyi, dia pun mengangkat teleponnya
"halo assalamualaikum umi, Abi" ucap Shira
"wa'alaikumussalam sayang, Ra besok umi, abimu, ayah dan ibu Diyan akan pergi berziarah kubur," ucap sang umi kepada anak bungsunya itu
"umi udah enakan badannya" tanya Shira lalu bangun dari tempat tidurnya
"udah kok, kamu tenang aja. Ra kamu ingat ya pesan umi Sama Abi, apapun yang terjadi nanti kamu harus selalu bersyukur dan selalu bersama dengan Diyan" ucap Abi Shira
"in Syaa allah umi, Abi" balas Shira
"ya sudah kalau begitu kamu istrahat, sekarang sudah larut, umi dan Abi hanya memberitahu itu saja" ujar abinya
mereka mematikan teleponnya dengan di akhiri dengan salam, setelah itu Shira pun tertidur
__ADS_1
pagi hari umi dan Abi Shira telah bersiap-siap untuk pergi berziarah kubur, begitupun dengan ayah, ibu dan adik-adik Diyan, adik-adik Diyan memaksa untuk ikut, jadi ayah dan ibu Diyan hanya bisa pasrah dan membawa adik-adik Diyan
jam 6 pagi mereka pun berangkat, mereka harus berangkat pagi-pagi agar mereka sampai di siang hari disana
Farah, Diyan dan Shira sekarang telah masuk kelas, begitupun dengan Frans, Gavin dan Satya, mereka juga telah masuk kelas, tak lama kemudian, Ting tong bunyi bel keluar
semua mahasiswa dan mahasiswi pun berhambur keluar kelas lalu menuju ke kantin,
saat Farah, Shira dan Diyan sampai di kantin mereka melihat Frans dan sahabatnya sudah duduk di kursi ,Farah hendak menghampiri mereka, namun Diyan dan shira tidak mau, jadi mereka pun duduk di meja yang berbeda dengan mereka Frans
mereka Shira pun memesan bakso dan es teh,
Shira dan Diyan memang menjauhi Frans dan Gavin akhir-akhir ini,. mereka sengaja karna tidak mau berurusan dengan Rena and the geng, terkahir saat mereka satu meja bersama Frans dan sahabatnya mereka langsung di labrak dan di ancam, Shira bukannya takut, tapi dia malas punya urusan yang tidak penting, apa lagi dengan Rena dan Yura
mereka Shira pun langsung memesan makanan, mereka hari ini memesan nasi goreng karna sedari pagi mereka bertiga belum makan
"kamu kok santai banget sih Ra, aku aja deg-degan banget ini" ucap Farah tiba-tiba
"deg-degan kenapa" tanya Diyan mengerutkan keningnya dengan heran
__ADS_1
"ya deg-degan lah entar kan Shira akan ikut lomba nyanyi dan piano, kok kalian santai-santai aja sih? mendingan setelah ini kita pergi ke ruang lomba, biar Shira bisa latihan dulu" ujar Farah lagi dengan khawatir
"udah kamu tenang aja, lagian lombonya kan jam 4, masih agak lama" ucap Shira dengan santai
Shira tidak deg-degan dan juga tidak takut, dia hanya malu naik di atas panggung dan di perhatikan banyak orang.
tak lama kemudian datanglah makanan yang mereka pesan tadi, mereka bertiga pun makan sambil berbincang-bincang dengan sesekali tertawa kecil jika hal yang mereka bicarakan itu lucu
sedangkan Frans, Gavin dan Satya hanya bisa melihat mereka Farah dari ke jauhan,
sejak Shira dan Diyan masuk ke dalam kantin, Frans dan Gavin terus memerhatikan mereka berdua, sedangkan Satya hanya santai-santai saja karna dia tak se bucin Frans dan Gavin 😂😂
"sepertinya akhir-akhir ini mereka menghindar dari kita, bahkan di restoran pun, mereka hanya diam-diam saja, tak seperti biasanya, apa kita ada buat salah sama mereka?" tanya Frans kepada kedua sahabatnya sambil menatap ke arah meja mereka Farah
"iya sepertinya begitu, aku juga melihat mereka sepertinya sedang menghindar dari kita" jawab Gavin juga melihat ke arah meja mereka farah
"udah deh kalian ngga usah terlalu bucin, kaya aku aja kalem. walaupun aku suka sama Farah, tapi aku kalem kalem aja tuh," balas Satya dengan menopang dagunya memakai tangannya lalu meminum minumannya
di meja Shira, mereka bertiga sedang makan dengan lahapnya, namun tiba-tiba hp Shira bergetar tanda ada yang menelpon, dia pun langsung mengambil hpnya dari dalam saku sweatetnya...
MAAF YA UDAH BUAT KALIAN MENUNGGU, TUNGGU KELANJUTANNYA, MALAM INI AKU AKAN UP 2 EPS, SESUAI JANJIKU DI KOLOM KOMENTAR
__ADS_1
TBC