Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
eps 26


__ADS_3

setelah menata mukena, mereka bertiga keluar dari musholla itu di ikuti oleh mahasiswi yang juga telah menunaikan shalat,.


setibanya mereka di luar frans, gavin dan juga satya telah berdiri dan menunggu mereka keluar


"ayo kita ke aula setengah jam lagii acaranya udah selesai," ucap frans sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


"jika sebentar nama kamu belum di panggil pasti besok kamu babak pertama yang akan naik di atas panggung" lanjut frans lagi sambil menatap shira


shira tidak menjawab dia hanya diam sambil menunduk, hati shira sangat hancur, jadi dia lagi malas berbicara sama siapapun itu


karna melihat shira yang diam saja tidak menjawab diyan pun langsung berkata


"benar kata kak frans, yaudah ayo kita kembali ke aula" ucap diyan sambil menggandeng tangan Shira


mereka semua pun pergi menuju ke aula kampus,


sedangkan di aula, rena dan teman temannya sejak tadi mencari keberadaan frans tapi mereka tidak melihat siapa siapa bahkan gavin dan satya


''ren kayanya mereka pergi bersamaan dengan si shira shira itu deh, soalnya dari tadi aku juga ngga lihat shira dan adiknya frans sama itu siapa tuh yang centil yang suka gangguin gavin teman shira si centil itu?" ucap yura dengan kesal mengingat diyan yang selalu di perhatikan oleh gavin


yura sengaja memanas-manasi rena agar rena makin benci kepada diyan dan shira


"ren Menurut gue sih lo harus kasi perhitungan tu shira dan diyan biar mereka ngga nantang lo lagi" lanjut yura lagi membuat rena yang sedang tadi diam langsung berdiri memukul meja yang ada di depan nya membuat para peserta yg ikut lomba kaget dan melirik ke arah rena


rena yang melihat semua peserta melihat ke arahnya langsung berkata dengan nada marah dan kesal


"apa lihat-lihat mau aku butain mata kalian semua?" ucap rena dengan emosi yang meluap-luap,


seketika mereka semua yang menatap rena langsung mengalihkan pandangannya,

__ADS_1


orang-orang di kampus ini memang segan kepada rena karna rena termaksud orang terpandang dalam kampus ini setelah frans, gavin, dan satya


tak lama kemudian mereka shira telah sampai di aula frans, satya dan gavin langsung pergi menuju ke tempat mereka semula dan shira, diyan dan farah langsung ke belakang aula tempat mereka latihan dan mempersiapkan diri


saat dalam perjalanan hampir sampai di tempat latihan mereka mendengar mc berkata


"hari ini kita akan memanggil satu peserta lagi dan yang lainnya akan kita lanjutkan besok jam 4,"


"mari kita sambut peserta yang terakhir rena anggreani" lanjut sang mc berbicara setengah berteriak membuat para mahasiswa dan mahasiswi teriak dan bersorak-sorai


mereka bertiga berhenti melangkah dan langsung saling pandang


"yaudah karna rena adalah peserta terakhir berarti kamu besok dong baru naik ke atas panggung" ucap farah menatap shira, shira yang di tatap hanya mengangguk anggukan kepalanya


"yaudah kalau gitu kita pergi ke kursi nonton aja sama-sama kak frans gimana?" lanjut farah lagi


"yaudah ayo" jawab diyan lalu mereka pun pergi ke kursi penonton


"farah langsung melambai-lambai kan tangannya agar terlihat oleh kakaknya frans, benar saja frans langsung melihat ke arah mereka bertiga, frans pun langsung membalas lambaian tangan adiknya itu


mereka bertiga langsung pergi menuju ke tempat frans namun shira langsung menahan diyan dan farah lalu berkata


"kursinya hanya dua gimana caranya kita duduk?" tanya shira menghadap ke farah dan diyan dengan wajah bingungnya membuat farah sedikit tersenyum melihat wajah bingung shira


"udah nanti kita suruh yang lain aja pindah" jawab farah santai


"emang bisa gitu?" tanya diyan juga dengan ekspresi bingung membuat farah tertawa lalu menarik mereka mendekat ke arah kakaknya yang sejak tadi memperhatikan mereka


"kenapa lama?" tanya frans setelah mereka bertiga sampai

__ADS_1


"hehehe ngga papa hanya menanggapi mereka aja, abis lucu" ucap farah masih terkekeh


"maksudnya?" tanya gavin tiba-tiba, sebenarnya gavin sedari tadi juga sudah memperhatikan mereka bertiga


"ngga papa, jadi gimana kita duduk dimana nih" tanya farah sudah mulai lelah berdiri


satya yang berada diujung langsung menggeser badan nya ke kursi paling ujung, semua kursi di aula itu, dibagi menjadi 5 kursi di setiap di setiap kursinya


gavin pun juga mendekat dan merapat ke satya di ikuti frans juga menggeser badannya ke arah gavin


shira, diyan dan farah langsung saling memandang, lalu dengan tatapan diyan langsung menyuruh farah duduk di samping frans karna dia dan frans adik kakak


farah pun duduk di samping frans di ikuti shira dan diyan,


di atas panggung rena berjalan dengan anggunnya sambil memegang mic ditangannya lalu dia menaikan micnya ke atas dan berbicara


"malam ini aku akan mengungkapkan perasaanku ke dalam lagu ini untuk pujaan hatiku yaitu Frans alvaro dan duduk di kursi berjejer, tanpa aku sebutkan ciri-ciri nya kalian pasti tau orangnya"


rena sengaja berkata seperti itu agar melihat ekspresi Shira, namun saat dia melihat ekspresi Shira yang kalem dan cuek muka rena langsung merah menahan marah,


setelah itu dia pun langsung menyanyikan lagu yang berjudul cinta luar biasa


sedang di kursi penonton frans, gavin, satya dan farah sangat kaget mendengar rena yang berkata seperti itu, frans sangat geram dia ingin sekali memaki rena sekarang juga, jika bukan karna banyak mahasiswa dan mahasiswi dia ingin naik dan memaki dan mempermalukan rena, gara-gara Rena semua mahasiswa dan mahasiswi melihat ke arahnya dan sudah di pastikan mereka semua akan salah salah paham dengan hubungan frans dan rena


berbeda dengan shira dan diyan mereka tampak kalem dam cuek saat mendengar rena berbicara seperti itu, shira bahkan beberapa kali menguap sambil menutup bibirnya, dia sangat lelah, dia ingin tidur dan berdoa bahwa yang di katakan kakaknya sinta tadi itu hanya sebuah mimpi,


karna menguap terus akhirnya shira pun tertidur dan kepalanya terjatuh di pundak farah, farah langsung kaget saat melihat kepala shira tiba-tiba ada di bahunya dengan mata tertutup, diyan pun kaget melihat itu shira biasanya tidak pernah tidur di tengah keramaian seperti ini, diyan pun langsung mengeluarkan tangannya untuk mengambil kepala shira agar bersandar saja di bahunya namun di tahan oleh farah dan dia berkata


"ngga papa kok santai aja" ucap farah lalu melihat ke arah frans yang sedang memperhatikan mereka bertiga dengan wajah bertanya namun tidak di tanggapi oleh farah, farah hanya duduk dan tersenyum lalu lanjut menonton

__ADS_1


maaf ya gays selama ini aku ngga update, in Syaa allah setelah ini aku akan up setiap hari, jadi suport aku terus ya


selamat membaca semoga kalian tidak bosan


__ADS_2