Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
eps 56


__ADS_3

benar juga apa kata Diyan, apakah mereka akan tetap sama seperti dulu? apakah mereka tak akan berubah? apakah mereka masih tetap sama seperti saat dulu mereka pertama kenal? atau mereka telah melupakan shira dan diyan karna tak ada kabar sama sekali hampir tiga bulan? gimana dengan kabar mereka? apakah mereka baik-baik saja atau malah sebaliknya, shira tak bisa berhenti bertanya-tanya pada dirinya sendiri


entahlah kita tak bisa mengetahui apa yang orang lain pikirkan, kita hanya bisa asal menebak-nebak.


"ra... kok kamu ngelamun sih" tutur diyan membuyarkan lamunan Shira


"owh iya, ngomong tentang mereka aku jadi ingat, apakah kamu ada perasaan sama frans ra?" sambungnya bertanya sembari menatap shira penasaran dengan jawabannya


shira tersenyum, ia tidak menjawab pertanyaan diyan, ia malah balik bertanya kepada Diyan


"perasaan seperti apa maksud kamu?"


diyan menatap shira jengkel, ia tau bahwa sahabatnya ini hanya berpura-pura tak tahu maksud pertanyaannya barusan.


"perasaan cinta" jawab diyan langsung to the poin


shira kembali tersenyum kemudian menatap diyan dengan tatapan yang dalam


"kamu tahu yan, aku selalu menutup rapat hatiku agar aku tidak mencintai orang yang salah, aku ingin setelah aku mencintai abi dan kak Andra, yang aku cintai selanjutnya adalah suamiku bukan orang yang belum pasti menjadi suamiku, aku memang menyukai kak frans tapi tak sampai ke tahap mencintai. biarlah Allah yang menentukan semua itu. mau kak frans itu jodoh aku atau bukan aku akan tetap mencintai orang itu setelah dia menjadi suamiku" shira terdiam sejenak


"aku takut akan mengecewakan jodohku nanti jika aku harus mencintai orang lain sebelum dia" lanjutnya lagi


"tapi.... gimana kalua misalnya jodoh kamu itu sudah banyak berpacaran dan telah mencintai orang lain, apakah itu sepadan?" tanya diyan


"itu sepadan kok, mau dia pacaran dengan orang lain atau tidak aku tak akan peduli karna aku percaya bahwa Allah tidak akan salah memilihkan jodoh untuk ku" jawab shira sembari menatap diyan sebelum kembali bertanya

__ADS_1


"apakah kamu mencintai kak gavin yan?"


"aku ngga tahu ra, yang aku tahu jika aku sendirian maka aku akan memikirkannya, memang tak sering namun itu cukup mengganggu ku" jawab Diyan


Diyan memang tak tahu perihal mencintai karna jujur saja selain mencintai kakaknya ashar, almarhum papanya dan juga adik-adiknya, ia tak pernah mencintai lawan jenisnya, jadi ia tak tahu jelas apakah ia mencintai gavin atau hanya menyukainya seperti perasaan shira kepada frans.


shira dan Diyan untuk pertama kalinya begitu dekat dengan lawan jenis, jadi diyan tak bisa memastikan apakah ia ada perasaan lebih atau tidak.


"kamu mencintai nya atau tidak itu adaah hak hati kamu karna hati tak bisa menentukan dimana ia akan berlabuh, tapi aku sarankan janganlah kamu sering-sering memikirkannya karna kita tak tahu apakah ada zina atau tidak di dalamnya (zina pikiran)" ucap Shira


"in sya allah ra" ujar Diyan


karna sudah malam shira dan diyan pun tidur karna mereka berdua akan bangun di sepertiga malam seperti biasa, jadi mereka tak mau tidur terlalu malam.


candra menekan pin brankas berwarna silver yang sangat jarang di bukanya itu,


tiiiit...... brankas itu berhasil di buka oleh Candra, biasanya jika itu orang normal maka mereka akan menyimpan uang ke dalam brankas namun tidak dengan candra, di dalam brankas itu ia hanya menyimpan sebuah map berwarna coklat dan juga surat, entah map dan surat apa namun sepertinya sangat penting untuknya.


Candra mengambil map berwarna coklat itu lalu menyimpannya juga ke dalam koper bersama berkas-berkas lainnya, namun map coklat itu di pisahkan tersendiri tak di gabung.


kemudian candra beralih menatap ke surat yang berwarna putih, lama ia menatap surat itu. setelah selesai menatap surat itu, ia pun mengambilnya dan memeluknya, tak terasa air matanya jatuh membasahi kertas yang di peluknya itu.


memeluk kertas sambil menangis bukankah candra seperti ini bagaikan perempuan?


candra tak bisa menahan air matanya ia melihat surat itu, itu adalah satu-satunya peninggalan abi shira untuk Shira, abi shira menulis surat itu saat shira masih berumur sekitar tiga atau empat.

__ADS_1


abi shira sengaja menulis surat itu dan menitipkan kepada Candra, karna ia tahu bahwa ia di dunia ini hanya menumpang saja jadi ia menulis surat itu agar shira nanti tahu kebenarannya dan tidak menyalakan siapapun.


candra tahu jika ia memberikan surat ini kepada shira sekarang pasti shira akan sangat terpukul apa lagi abi dan uminya belum lama meninggal, jadi candra hanya bisa menahan itu untuk sementara waktu hingga shira sudah benar-benar merasa tenang.


candra memasukan surat itu ke dalam tas yang selalu ia pakai di pinggangnya, ia takut surat ini akan hilang, ia bahkan tak tahu apa isi surat tersebut, jika hilang maka semua akan kacau. jadi, ia hanya bisa menyimpan nya dengan baik lalu suatu saat nanti akan menyerahkan surat itu kepada shira yang pemilik asli.


saat candra kembali pulang ke rumah shira, suami amanda telan datang dan sepertinya mereka akan bersiap untuk ke bandara.


candra memperhatikan raut wajah shira, walaupun shira sangat tenang dan kalem percayalah dibalik semua ini dia yang paling banyak menyimpan kesedihan, candra kembali berpikir ia takut jika nanti memberikan surat itu kepada shira, apakah akan menjadi bahan pikiran shira?, candra tak tahu karna ia memang tak pernah sekali pun membuka surat itu apa lagi membacanya.


"kakak hati-hati ya, jika kakak ada keperluan atau apa-apa segera telpon kami, kami akan selalu dua puluh empat jam menerima telpon kakak" tutur sinta setengah bercanda namun terdengar sangat tulus


"jangan salahkan kakak jika nanti kakak akan menggangu tidur nyenyak mu itu, kamu yang memintanya sendiri" balas Amanda membuat semua orang tertawa


setelah kepergian amanda, suami dan anaknya shira dan yang lainnya kembali masuk ke dalam rumah untuk menyiapkan keberangkatan mereka besok ke ibukota J bersama sang paman.


*


*


*


maaf karna membuat para readers lama banget nunggunya aku baru pulang dari luar kota, baru sempat menulis, itupun aku tulisnya malam dan baru bisa up sekarang ini


selamat membaca semoga kalian masih suka dengan novelku ini.

__ADS_1


__ADS_2