Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
eps 47


__ADS_3

"halo bos orang tuanya telah meninggal, dan sekarang dia susah pulang ke kotanya bersama sahabat yang selalu bersamanya itu" ucap laki laki misterius


"apakah tuan dan nyonya tahu bahwa kalian yang membunuh mereka?" ucap seseorang misterius lainnya di negara lain


"sepertinya belum bos karna kami belum melaporkan apa apa kepada mereka"


"jangan sampai nyonya dan tuan tahu bahwa kalian sengaja membunuh orang tuanya, dan buat dia dan sahabatnya itu pulang kembali ke ibukota secepatnya karna bulan depan tuan muda akan masuk di universitas sama dengan mereka"


"baik bos"


para lelaki misterius itu pun mengakhiri telepon mereka.


...----------------...


orang tua shira dan orang tua dan adik-adik diyan telah selesai di makamkan.


shira, diyan, ashar, sinta, amanda, andra dan para warga telah selesai membacakan doa untuk orang tua shira dan orang tua dan adik-adik Diyan.


jadi satu persatu para warga telah kembali pulang ke rumah mereka masing-masing, sekarang hanya tersisa diyan yang masih menangis dalam pelukan ashar di depan makam orang tua dan adik-adiknya. sedangkan sinta dan amanda pun juga masih menangis di depan makan orang tua mereka, shira memeluk manda dan andra memeluk sinta


"ayo kita pulang yan, sepertinya langit mulai mendung" ajak Ashar dengan masih memeluk adiknya itu


diyan pun mengangguk pelan, lalu ashar pun membantu diyan berdiri karna diyan telah lemas karena sejak semalam diyan terus menangis


"kami pulang duluan ya" pamit Ashar kepada mereka shira


"iya shar" balas Andra

__ADS_1


diyan dan Ashar pun pulang meninggalkan mereka.


"ayo kita juga pulang yuk, kasian anak aku yang di rumah" ajak manda kepada shira, sinta dan Andra


"kalian duluan aja, sepertinya aku masih akan di sini" jawab shira dengan tenang


shira memang sejak tadi tak menangis bahkan sejak mengiringi jenazah pun dia tak mengeluarkan air mata, shira sangat sangat tenang seperti tak ada terjadi apa-apa


sinta, manda dan andra saling pandang sebentar, mereka tahu di balik sikap tenang shira, sebenarnya shira lah yang paling sedih di sini, karna semakin shira tenang semakin banyak pula perasaan yang di sembunyikannya


"yaudah kami pulang dulu, kamu jangan terlalu lama di sini, ini udah mendung mungkin sebentar lagi akan turun hujan" ucap andra di jawab shira dengan anggukan


sinta, manda dan andra pun pulang bersama menyisakan shira yang masih berjongkok di depan makam orang tuanya


shira menatap nama orang tuanya yang di tulis di nisan itu, nama yang sama sekali tak mirip dengan namanya, nama yang selama ini selalu shira ingat dan menjadi motivasinya untuk selalu berbuat baik dan selalu bangkit jika shira sedang dawn,


tanpa aba-aba air mata shira jatuh dengan sendirinya, Shira sudah Sedari tadi menahan air matanya itu agar tidak jatuh di depan para kakak-kakaknya, namun karna dia sekarang sendirian jadi dia sudah tak bisa menahan air matanya lagi.


"umi abi semoga kalian tenang ya di alam sana, maafkan ira jika selama ini ada salah atau pernah membangkang sama umi dan abi, ira akan selalu berusaha menjadi seseorang yang selalu umi dan abi ajarkan selama ini, yaitu ikhlas dan selalu bersyukur apa pun yang terjadi di dalam kehidupan Shira, shira harus percaya bahwa semua itu sudah di takdirkan oleh Allah SWT. memang takdir itu bisa berubah namun jika takdir kita berubah maka perubahannya pun sudah di takdirkan"


shira menangis tersedu-sedu di iringi dengan gerimis yang entah sejak kapan turun, shira tak menyadarinya dia hanya menangis di depan nisan orang tuanya bahkan saat ini baju shira telah basah oleh gerimis yang mulai deras.


sementara itu setelah sampai di rumah diyan tadi di kagetkan dengan tamu di depan rumahnya yang katanya orang tuanya memiliki utang kepada ayahnya.


"ngga papa dan mamaku ngga akan mungkin mengutang sama kalian, papa dan mama itu ngga pernah mengutang kepada siapapun" ucap diyan lantang bahkan dia sudah terisak


"orang tua kamu itu udah mengutang waktu enam yang lalu untuk biaya kuliah kamu" ucap windra anak dari orang terkaya di kotanya

__ADS_1


"bahkan umi dan abinya shira pun mengutang kepada ayahku untuk biaya kuliah kalian"


"itu ngga mungkin karna aku dan shira udah lama ngga di kirimin uang karna kami kuliah sambil kerja jadi Alhamdulillah kami tidak kekurangan uang dan juga kami itu kuliah pakai beasiswa bahkan kami mendapat uang dari beasiswa kami, jadi kamu itu jangan asal ngomong aja. seumur hidup papa dan mamaku itu ngga pernah mengutang begitu pun orang tua shira" balas Diyan lagi dengan menangis namun bicaranya tegas


orang tua shira dan diyan memang tak pernah mengutang bahkan bila mereka sudah tak ada makanan mereka tidak akan mengutang mereka lebih memilih untuk puasa jika harus mengutang, karna mereka takut jika mereka mengutang ajal mereka akan datang menjemput mereka dan utang mereka belum mereka bayar


"alahhh jangan banyak bacot kamu, pokoknya kalian harus bayar utang jika tidak shira akan menikah denganku dan kamu menikah dengan kakakku" ucap windra lagi dengan penuh penekanan sambil mendekat ke arah diyan


"kamu jangan macam-macam ya sama kita, emang benar kok yang di bilang diyan tadi orang tua kami itu ngga akan pernah mengutang sama siapapun, kalian pasti hanya berbohong agar bisa memeras kami" ucap sinta yang baru saja sampai dengan lantang maju ke depan Windra


"jaga ya omongan kamu itu" ujar windra marah dan langsung pergi ke arah sinta ingin menampar nya namun tangannya di tahan oleh andra yang berada di depan sinta


"jangan berani-berani kamu menyentuhnya walaupun hanya sehelai rambutnya" ucap andra dengan marah karna melihat tangan windra yang hampir saja menampar adiknya sinta, andra pun mencekam tangan windra dengan marah.


karna merasa marah windra pun memanggil para pengawalnya yang sejak tadi datang bersama nya


"apa yang kalian lihat hajar dia" ucap windra, para pengawal yang tadinya hanya berdiri langsung saja pergi dan menyerang andra, andra pun langsung melawannya di bantu oleh Ashar.


andra dan ashar memang pandai bela diri namun tetap saja mereka kalah karena mereka kalah jumlah, pengawal windra lebih sepuluh orang jadi mereka tak ada celah untuk menang melawan para mengawal Windra ini.


*


*


*


maaf baru up ternyata hari ini aku sibuk banget, jadi aku hanya up satu atau dua deh malam ini, sekali lagi maaf karna telah membuat kalian menunggu begitu lama

__ADS_1


selamat membaca, semoga kalian suka


__ADS_2