
saat Rena sampai di rumahnya dia kembali di kaget kan oleh orang-orang yang mengambil semua barang-barang yang ada di rumahnya, Rena juga melihat papa dan mamanya yang sedang menangis
"ma, pah," panggil Rena dengan lirih
"kok bisa kaya gini sih pah, apa yang terjadi pah? kenapa semuanya tiba-tiba seperti ini?" tanyanya mendekati orang tuanya
"papa dan mama ngga tau ren, padahal pagi ini perusahaan papa itu baik-baik saja, namun tadi jam 11 papa dapat kabar bahwa perusahaan papa di ambil alih oleh perusahaan lain dan papa di nyatakan bangkrut" jawab papa Rena
papa dan mama Rena pun mendekati Rena lalu memeluknya, mereka menangis bersama.
sebenarnya orang tua Rena sangat menyayangi Rena, hanya Rena saja yang telah salah jalan, dengan cara selalu menyombongkan dirinya dan selalu merendahkan para orang-orang kalangan bawah.
"sekarang kamu ambil barang-barang kamu ya, kita akan keluar dari rumah ini, papa dan mama sudah mendapatkan kontrakan, lumayan untuk kita tinggali sementara" ucap papa rena
"Rena ngga mau, pokoknya Rena ngga mau pindah dari rumah ini, Rena ngga mau tinggal di kontrakan, pokoknya Rena ngga mau pindah titik" teriak rena tidak terima
"rumah ini sudah di sita oleh pihak Bank Rena, kita sudah ngga punya apa-apa lagi, kita harus segera pergi dari sini" ucap mama Rena
mau tak mau Rena pun naik ke kamarnya lalu mengambil semua barang-barangnya dan di masukkan ke dalam koper
setelah itu Rena dan orang tuanya memesan taksi lalu menuju ke kontrakan yang sudah di sewa papa Rena selama setengah tahun
begitupun dengan Laura dan Yura, laura juga kini sedang mengemaskan pakaiannya untuk pindah ke kontrakan yang kecil, karna rumah mereka juga telah di sita.
sementara yura yang terima keluarganya bangkrut lari dari rumah dan ingin pergi mencari alexa, diyan atau Farah, Yura ingin membalas dendam kepada mereka.
"siapapun yang gue lihat akan gue hancurkan se hancur-hancurnya" ucap yura dalam hati
...----------------...
"selesai" ucap frans, Gavin, dan satya bersama
__ADS_1
"mau bermain-main dengan kita rupanya mereka, belum tau apa saat perusahaan triple A bersatu" ucap satya dengan bangga
perusahaan triple A adalah perusahaan papa frans yang telah di ambil alih oleh frans yaitu Alvaro group, perusahaan papa Gavin yang sebentar lagi di ambil alih oleh Gavin yaitu Andara group, dan perusahaan papa satya yaitu A.k group.
hari ini mereka memang tidak kuliah, mereka sengaja karna ingin balas dendam atas perbuatan rena, yura dan laura kepada shira dan Diyan, apalagi saat mengingat perkataan Diyan saat di rumah frans. itu membuat gavin marah dan ikut turun tangan membantu menjatuhkan perusahaan papa rena yang memeng cukup terkenal.
dengan bantuan gavin dan satya itu langsung memudahkan frans menjatuhkan tiga perusahaan sekaligus....
yura kembali ke kampus dengan wajah yang berantakan, para mahasiswa yang ada di kampus sangat heran, ada yang tertawa dan ada juga yang hanya diam kasian kepada apa yang menimpa Yura.
tanpa banyak basa basi yura langsung pergi ke departemen komputer, dimana kelas Alexa, diyan, dan Farah.
saat hendak mendekati kelas farah, yura melihat farah yang sudah keluar dari kelasnya bersama dengan teman-temannya yang lain.
farah belum menyadari bahwa yura sekarang sedang menuju ke arahnya dengan tatapan membunuh, karna farah sedang mencari handphone di dalam tasnya yang kebetulan sedang berbunyi. namun sebelum farah mendapatkan handphone itu farah sudah lebih dulu di dorong dengan kuatnya oleh yura hingga farah terhempas ke lantai
"aaa" rintih farah karena sakit
para teman-teman farah pun membantu Farah berdiri, namun karna Farah jatuh dengan sangat keras, itu membuat tubuhnya sakit dan sedikit gontai saat berdiri
"maksud kamu apa?, aku ngga ngerti apa yang kamu maksud" tutur farah mulai marah kepada Yura.
namun walaupun marah farah juga tak bisa apa-apa karna badan farah memang sangat sakit
"lo ngga usah pura-pura ngga tau deh" ucap yura
"sekarang gue akan balas dendam atas apa yang kalian perbuat" sambungnya lalu mendekati farah dan ingin menamparnya
farah yang sudah tak bisa apa-apa perlahan mundur, teman-teman farah yang melihat itu langsung saja membantu farah dengan memegang Yura agar tak bisa mendekati Farah
"lepasin gie anjir" teriak Yura meronta-ronta karena di pegang oleh teman-teman farah.
__ADS_1
farah langsung memakai kesempatan itu, farah pergi meninggalkan Yura yang terus memberontak di bantu oleh temannya yang lain
Yura terus memberontak hingga teman-teman farah yang memegang yura kualahan sampai akhirnya melepaskan yura kembali.
farah berjalan dengan pelan karna kaki farah juga terkilir, Yura melihat farah belum jauh langsung lari ke arahnya,. lalu menarik hijab yang di pakai oleh Farah hingga terlepas.
rambut farah Langsung tergerai, rambut nan panjang hitam dan indah yang selalu di tutupinya kini terlihat oleh banyak orang. farah sangat marah, farah berbalik dan ingin membalas perbuatan yura. namun saat dia berbalik yura telah jatuh ke lantai akibat di dorong oleh satya.
satya lalu mengambil hijab farah yang jatuh ke lantai lalu memakaikan ke kepala Farah
"kamu ngga apa-apa kan? maaf karna datang terlambat" ucap satya dengan khawatir
setelah farah memakai kembali jilbabnya, satya pun berbalik menatap yura dengan tatapan yang sangat menakutkan. satya memang sangat jarang memperlihatkan tatapan marahnya kepada orang lain, satya memang paling ramah dan banyak bicara di antara frans dan Gavin, namun jika Satya marah, itu akan lebih menakutkan di banding dengan kemarahan frans dan Gavin.
"kamu akan tanggung akibatnya" ucap satya kembali santai, bahkan satya tersenyum ke arah Yura. namun Yura yang melihatnya langsung gemetar karna senyum itu terlihat sangat menakutkan bukan seperti senyum ramah yang biasa di berikan oleh satya kepada yang lainnya
satya langsung memapah farah lalu berjalan menuju ke parkiran dimana mobilnya berada.
sebenarnya yang menelpon farah tadi saat di dorong oleh Yura adalah satya karna satya ingin mengabarkan farah bahwa dia telah sampai di parkiran, namun karna farah tak juga mengangkat telpon darinya, satya berpikir bahwa farah mungkin sedang ada Mata kuliah tambahan. satya pun berinisiatif untuk menjemput farah di kelasnya.
Satya sengaja datang menjemput farah karna kata frans, farah pergi ke kampus tak membawa mobil, farah di antar oleh frans sebelum frans ke perusahaan.
namun tak sesuai dugaannya farah ternyata bukan ada mata kuliah tambahan, tapi farah kini sedang bertengkar dengan Yura, satya pun mendekat dan mendorong yura dengan keras. satya sangat marah karna melihat farah yang jalan dengan pincang.
saat tiba di parkiran satya membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Yura masuk, lalu dia kembali berputar untuk masuk ke dalam mobil. namun sebelum satya masuk, satya terlebih dahulu menghubungi seseorang.
"kalian urus Yura, terserah mau kalian apakan" ucap satya kepada giswa dengan nada yang tak bersahabat
"baik tuan" jawab giswa dengan bingung.
setahunya satya sangat jarang marah.
__ADS_1