
gavin pun duduk dan menenangkan diyan, lalu dia berbalik dan melihat wanita dengan rambut yang di ikat di tengah kepala, tengah melawan para preman itu dengan lincahnya, perempuan itu selalu bisa menghindari pukulan para preman itu, walaupun dalam keadaan yang buntu
shira memang sudah tidak memakai jilbab karna jilbabnya telah ia pakaikan untuk diyan bersama dengan jaketnya....
tak lama kemudian frans pun juga telah tiba, dia langsung pergi menghampiri Diyan dan gavin. yang sedang duduk,...
diyan sedikit-sedikit mengangkat kepalanya melihat siapa yang datang, dengan matanya yang masih basah dan pipinya yang merah bekas tamparan preman tadi,
gavin yang melihat itu, seketika hatinya bagaikan di iris pisau, hatinya hancur melihat orang yang di cintainya dalam penampilan seperti itu.. seketika dia pun tak sanggup mengeluarkan kata-kata, lidahnya seketika kelu dan tak berdaya, wajahnya langsung muram dan merah, pertanda bahwa sekarang dia sedang marah..
"kamu ngga apa-apa? terus shira dimana? kenapa kamu hanya sendirian saja,? shira ngga kenapa-kenapa kan?" tanya frans bertubi-tubi namun tidak digubris oleh diyan
diyan langsung menatap kearah shira yang sedang melawan para preman itu dengan fokus
"kalian harus segera menghentikan shira, sebelum dia membuka telapak tangannya" ucap diyan tiba-tiba membuat frans dan gavin menoleh kearah tatapan diyan
mata frans langsung membulat sempurna saat melihat, orang yang sedang melawan para preman itu adalah shira, dia memang langsung mengenali shira saat satu kali melihat karna frans sudah pernah melihatnya saat di lapangan basket
sedangkan gavin tak tau bahwa yang sedang melawan para preman itu adalah shira
"maksud kamu yang melawan para preman itu shira" tanya gavin tak percaya
"iya kalian cepat tahan dia, aku takut dia akan membunuh para preman itu", ucap diyan lagi sangat khawatir sesuatu akan membuat shira merasa bersalah di sepanjang hidupnya
__ADS_1
"maksud kamu?" tanya frans heran
"ilmu beladiri shira itu bukan ilmu beladiri seperti orang-orang, ilmu beladiri dia itu sangat tinggi, dia bahkan bisa membunuh tanpa menyentuh para preman itu jika dia membuka kepalan tangannya" ucap diyan terus menatap ke arah shira, teruma ke arah tangan shira,
diyan sangat takut shira akan membuka telapak tangannya lalu menyebabkan salah satu dari preman itu meninggal dan yang pastinya akan membuat shira merasa bersalah hingga akan menghukum dirinya sendiri
"maksud kamu bukan ilmu beladiri biasa itu apa? emang ilmu beladiri seperti apa yang shira kuasai?" tanya frans kaget mendengar pengucapan diyan barusan
frans tak percaya bahwa ada orang yang bisa membunuh tanpa menyentuh, bukankah itu hanya ada dalam komik atau drama fantasi?,
"kalian ngga akan mengerti, kita udah ngga punya waktu,. aku sangat takut jika akan terjadi sesuatu kepada para preman itu lalu membuat shira sedih dan selalu memikirkan mereka" ucap diyan lalu dia berdiri dan berjalan mendekat ke arah shira yang masih sedang melawan para preman itu
frans dan gavin pun lalu mengikuti diyan,
shira saat ini masih terus melawan para preman itu, dia sebenarnya bisa dengan mudah mengalahkan mereka, namun dia hanya menghindari pukulan para preman itu, shira ingin agar para preman preman itu kelelahan dan langsung menghempaskan mereka satu persatu,
lalu....... bukkk
dengan satu pukulan, salah satu preman itu pun langsung tersungkar di tanah dan tak bangun bangun lagi, sepertinya preman itu pingsan..
frans dan gavin yang melihat itu langsung melototkan mata mereka, mereka seperti tidak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan,, namun bukan hanya mereka, para preman yang lain pun ikut kaget saat shira memukul salah satu teman mereka hingga pingsan
diyan sangat panik, dia takut orang yang di pukul shira telah meninggal, namun saat dia melihat tangan shira masih terkepal, diyan pun sedikit lega, berarti preman yang jatuh barusan hanya pingsan saja
__ADS_1
shira pun kembali melayangkan tangannya ingin memukul salah satu preman itu lagi, namun sedetik kemudian tangannya langsung di pegang oleh frans,
shira pun langsung kaget lalu menghempaskan tangan frans, mereka pun sedikit bertatapan
frans melihat penampilan acak shira, dan wajah yang suram dengan tangan yang merah seperti tenaganya semua telah berada di tangan putihnya yang sekarang berubah merah akibat kemarahannya yang meluap
frans melihat mata yang dulu sangat indah setiap dirinya melihat mata itu, namun sekarang mata itu berubah menjadi merah, bengkak sekaligus sangat tajam hingga membuat orang yang melihat mata itu langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah lain...
"biar aku dan gavin saja yang mengurus bedebah sialan ini, kamu ke sana saja temani diyan" ucap frans kemudian membuka jaketnya dan memakainya kepada shira, dia juga menutupi rambut shira memakai tudung jaketnya itu
shira hanya menunduk, shira sebenarnya sangat, dan sangat malu, dia sangat malu karna dirinya sekali lagi memperlihatkan auratnya kepada orang yang bukan mahramnya,
shira pun mundur lalu berjalan ke arah diyan yang berdiri di samping pohon besar yang rindang
tanpa aba-aba frans dan gavin langsung menyerang para preman yang tersisa enam itu, mereka berdua sangat ahli dalam beladiri, terbukti saat mereka melawan para preman itu dengan sangat handal dan profesional....,
tak lama kemudian semua preman itu tersungkar ke tanah, dan babak belur akibat pukulan frans dan gavin
ketua preman tidak terima dirinya di kalahkan seperti ini, dia pun diam-diam berdiri dan mengeluarkan benda tajam berupa pisau di pinggangnya yang selalu ia bawa bawa, lalu mendekat ke arah shira dan diyan yang sedang duduk di samping pohon yang sangat besar
jika pakaian suka, jangan lupa vote ya,
selamat membaca...
__ADS_1
malam ini aku hanya up satu bab saja dikarenakan aku sangat kelelahan hari ini,
kapan kapan lagi