
Shira, Farah, dan Diyan kembali untuk menghadap ke senior yang menyuruh mereka untuk mengambil gambar Frans, Gavin dan Satya
"gimana udah dapat gambarnya?" tanya Rena kepada mereka bertiga
"Alhamdulillah udah kak" ucap Diyan
"mana, sini aku lihat" tanya Rena sambil meminta hp mereka
mereka bertiga langsung memperlihatkan hasil foto yang telah mereka ambil tadi
"oke bagus, aku nyatakan bahwa kalian telah lulus dalam masa orientasi ini" ucap Rena
"sini kirim ke hp saya" sambungnya tersenyum senang
mereka pun mengirim foto Frans, Gavin, dan satya yang telah mereka ambil tadi
"udah kak" ucap Farah
"ya sudah kalian boleh pulang atau istrahat,. terserah kalian" ucap Rena melihat foto yang telah ia terima
"terima kasih kak" ucap Shira
lalu mereka pun pergi menjauh dari Rena,
"kita ke kantin yuk, aku udah laper nih, dari tadi pagi belum sarapan" ucap Farah mengajak Shira dan Diyan
"boleh tapi kami hanya akan menemani kamu saja karna aku dan Diyan puasa Sunnah Senin" ucap Shira
"serius?" tanya Farah
wah mereka memang sangat taat sama agama bahkan mereka puasa Senin Kamis juga,
ucap Farah dalam hati
"iya, kami puasa, tapi kami bisa kok nemanin kamu makan" ucap Diyan
"ah.... ngga usah deh, aku kan ngga enak" ucap Farah merasa tidak enak.kepada Shira dan Diyan
"udah ngga apa-apa kok, iya kan Ra?" ucap Diyan menghadap ke Shira
"iya ngga apa-apa kok" balas Shira
"Ra? kok kamu sebut Alexa dengan panggilan Ra!" ucap Farah heran melihat Diyan
"oh itu memang panggilan kami sejak kecil" jawab Shira
"ayo ke kantin, katanya kamu lapar" sambungnya
mereka lalu kembali ke kantin tempat Frans dan 2 sahabatnya tadi
saat mereka tiba di sana mereka melihat ada Rena dan 2 temannya sedang duduk disamping Frans, Gavin, dan Satya
"Hay Frans, namaku Rena, aku senior disini dan kayanya kita juga seangkatan" ucap Rena
Frans tidak menghiraukannya, Frans malah melihat kearah Shira, Farah dan Diyan, lalu dia melambaikan tangannya agar mereka datang kesana
Shira dan Diyan sebenarnya tidak mau, tapi karna Farah memaksa jadi mereka pun ikut
__ADS_1
"kalian duduk disini aja" ucap Frans tersenyum
Rena yang melihat Frans yang tersenyum tambah terpana oleh kegantengannya
"kalian mau makan apa? biar kakak yang pesan" ucap Satya
"aku hanya makan sendiri kak, mereka lagi.."
"lagi kenyang, kita masih kenyang kak! jadi Farah aja yang makan sendiri" ucap Shira memotong ucapan farah
Shira tidak mau mereka Frans tau bahwa dia dan Diyan sedang puasa karna amal ibadah bukan untuk dipamerkan
"owh kalian masih kenyang, yaudah rah kamu mau pesan apa?" tanya Satya
"aku pesan bakso aja deh" jawab Farah
Satya pun langsung pergi memesan bakso untuk Farah
Rena yang melihat Frans sedari tadi selalu menatap shira, dia menjadi kesal lalu bertanya
"kalian kenal sama mereka?" tanya Rena kepada Frans dan Gavin
"iya kita kenal, karna mereka tadi meminta foto kita bertiga, jadi kita kenalan deh sama mereka" ucap Gavin menatap Diyan
"owh jadi gitu ya, pantesan kalian sepertinya dekat gitu" ucap Rena
"rah, pamit ke toilet dulu ya" ucap Shira berbisik kepada Farah lalu dia berdiri
Diyan yang melihat Shira berdiri langsung bertanya
Rena yang melihat Shira dan Diyan pergi menuju toilet dia langsung mengajak teman-temannya untuk pergi
"kami permisi dulu ya" ucap Rena berpamitan kepada Frans
Frans tidak menjawab dia malah tidak menghiraukan Rena
saat Diyan dan Shira hendak keluar toilet, mereka langsung dihadang oleh Rena dan kedua temannya
"heh!! kamu ngga usah cari perhatian sama Frans ya, gue jijik tau ngga lihat kamu tadi disana" ucap Rena menunjuk Shira dan melihatnya dengan sinis
Shira tidak tau mengapa dia di tuduh seperti itu
"maksudnya kak?" tanya Shira tidak mengerti
"kamu ngga usah pura-pura ngga ngerti deh, kalian itu lebih mirip wanita murahan!!" ucap salah satu teman Rena yang bernama lili lalu mendorong Shira
seketika.... bruuk suara Shira jatuh dilantai kamar mandi
"ehh kalian apa-apaan sih!! kita salah apa?" ucap Diyan tak terima Shira yang di dorong seperti itu, dia pun membantu Shira berdiri
namun karna lantai kamar mandi itu basah, jadi hujan yang dipakai Shira sedikit basah
"kenapa ngga terima hah? mau saya dorong juga kamu seperti dia? saya lihat kayanya kamu deh yang lebih ganjen dan murahan dibanding dia" ucap salah satu teman Rena lagi yang bernama Yura, dia menatap Diyan dengan memancarkan raut wajah bencinya
"kalau kami ada salah kepada kakak-kakak sekalian, kami minta maaf" ucap Shira tak mau masalah ini panjang lebar
"oke!! kali ini aku terima permintaan maaf kamu, namun sekali lagi kami melihat kalian mendekati Frans dan teman-temannya, maka kalian akan saya buat menyesal seumur hidup kalian, ingat itu!!!" ucap Rena lalu mengajak teman-temannya pergi meninggalkan Shira dan Diyan
__ADS_1
setelah Rena dan teman-temannya pergi Diyan pun bertanya kepada Shira
"Ra kamu ngga apa-apa?" tanya Diyan sedikit khawatir
"tenang aja, in Syaa allah aku ngga selemah itu kok" jawab Shira
ditempat Farah
Rena dan teman-temannya telah kembali ke meja mereka Frans
Farah telah selesai makan, namun dia melihat Shira dan Diyan belum juga balik, dia langsung berkata
"Alexa dan Diyan kok lama banget ya, mereka ngga kesasar kan?" ucap Farah bertanya kepada mereka yang dimeja itu
"mungkin mereka sakit perut" ucap Rena
tak lama kemudian Shira dan Diyan datang
"kalian kok lama banget sih!! kalian kesasar atau gimana?" tanya Farah setelah melihat Shira dan Diyan sampai
"hehehe kami ngga apa-apa kok, kami hanya ada sedikit urusan tadi" ucap Diyan sambil sedikit terkekeh canggung
Frans melihat jilbab Shira sedikit basah, dia langsung bertanya
"jilbab kamu kenapa basah kaya gitu?" tanya Frans kepada Shira
seketika Rena langsung gugup dan pucat, dia takut bahwa Shira dan Diyan akan melaporkan apa yang dia lakukan tadi kenapa Frans dan teman-temannya,
"tadi di kamar mandi aku sedikit tidak berhati-hati, jadi aku jatuh dan menyebabkan jilbabku basah seperti ini" ucap Shira membuat Rena lega
"kalau gitu nanti lain kali lebih berhati-hati lagi" ucap Frans
"iya terima kasih atas perhatiannya kak" ucap Shira
"kak kami permisi, makasih telah dibiarkan kami duduk disini dan memesankan makan buat Farah" ucap diyan kepada semuanya
"kamu punya nomor WhatsApp?" tanya Gavin tiba-tiba sembari menatap diyan
"hah?" ucap Diyan kaget
"kalian punya nomor WhatsApp?" tanya Gavin lagi
"maaf kak, nomor WhatsApp kami privat, hanya keluarga saja yang tau" jawab Diyan.
"kami? berarti dia juga?" tanya Frans menunjuk Shira
"iya kak" jawab Diyan lagi
"yaudah kak kami permisi, kami harus kembali ke asrama" ucap Diyan lalu mengajak Farah dan Shira pergi dari tempat itu
tinggallah Frans, dan ke 2 sahabatnya dan Rena dan ke 2 temannya
mereka melihat kepergian Shira dan temannya itu...
*jangan lupa like, komen, dan vote ya*
selamat membaca 🙂
__ADS_1