
di ruang tamu yang cukup luas dengan bernuansa islami, ada banyak pajangan pajangan yang terukir nama Allah dan Muhammad. seorang laki-laki dengan pasrah nya dan tak tahu harus berucap apa untuk menolak ke inginan omanya ini.
"oma, oma ngomong apa sih, ngga mungkin frans dengan tiba-tiba langsung menikah dengan orang yang frans tidak kenal oma, frans juga sudah memiliki orang yang frans cintai" ucap frans gentir karna tak tahu harus berbuat apa lagi
omanya ini baru hari ini datang kemari, dan saat ia baru masuk ke dalam rumah langsung mencarinya agar ia menikahi perempuan yang telah menolongnya bahkan omanya berkata bahwa wanita itu hampir mengorbankan nyawa nya demi dia. dan menurut omanya ia harus menikahinya sebagai rasa terima kasihnya.
apa-apaan ini, jelas ini sangat tak adil bagi frans, dalam hati frans sudah sangat terukir jelas nama Shira, ia tak mungkin menikahi seseorang yang tidak ia cintai dan membuat wanita itu sakit hati, sungguh ia tak ingin melukai wanita, karna ia tahu ia lahir dari rahim seorang wanita dan ia juga memiliki seorang adik wanita, ia tak mau karna kelakuannya membuat adiknya atau mamanya menanggung dosanya dan mengalami hal yang sama seperti wanita yang omanya minta nikahi itu
"pokoknya oma ngga mau tahu, kamu harus menikah dengannya, sepertinya wanita itu juga sangat paham agama, jadi ia tak mungkin mau menolak niat baik oma" ucap omanya masih Keukeh dengan keputusannya untuk segera menikahkan cucunya itu dengan wanita yang baru saja menolongnya saat hendak ke rumah frans ini
"tapi oma, frans itu sudah mencintai wanita lain, frans ngga mau membuat wanita itu sedih oma, mohon oma mengerti lah" tutur frans mulai frustasi
"tidak ada tapi tapian lagian wanita yang kamu cintai itu tak akan kembali lagi ke sini, farah pernah cerita kepada oma mengenai wanita itu, sebenarnya oma datang ke sini ingin berkenalan dengannya, namun sepertinya wanita itu tak akan kembali lagi karna sekarang sudah lebih tiga bulan dan mereka masih belum ada kabar, apakah itu belum cukup untuk membuatmu melupakan wanita itu, sampai kapan kamu akan terus mencintai dan di khianati ans?" ucap omanya kembali, membuat frans langsung memasang raut wajah muram nya, ia tak terima shira di sebut penghianat seperti itu
"oma dia bukan penghianat karna kami tak ada hubungan pacaran, hanya saja aku yang terlalu mencintai nya, jangan samakan dia dengan lidya, mereka sangat berbeda jauh bahkan saking jauh nya mereka seperti langit dan bumi, selamanya tak akan pernah sama" ucap frans ter jeda lalu kembali melanjutkan
"sampai kapanpun aku ngga akan menikah sama wanita pilihan oma itu, karna aku sangat yakin kepada Allah dan hatiku"
__ADS_1
setelah mengucapkan itu frans langsung berlalu pergi ke kamarnya, sedangkan sang Oma hanya bisa memegang dadanya menatap kepergian cucunya itu
Arisa dan farah sejak tadi telah melihat frans dan feren bertengkar namun mereka tak berkata apa-apa, mereka hanya diam tanpa ikut campur.
arisa dan farah membantu feren duduk di sofa, arisa takut penyakit jantung mama mertuanya ini akan kambuh lagi akibat bertengkar dengan frans barusan, untung saja saat mereka bertengkar ayah frans belum pulang dari kantor, jika ia sudah pulang mungkin akan terjadi pertengkaran besar-besaran.
"oma minum dulu ya" ucap farah menyodorkan segelas air putih
feren segera meminumnya tanpa berkata apa-apa, ia masih marah dengan penolakan frans barusan, pokoknya ia harus mencari ide agar frans mau menikahi wanita yang menolongnya sore tadi.
"Oma, mohon jangan paksa kak frans, aku tahu dia sangat mencintai Shira, aku juga sangat kenal dengan Shira, ia pasti akan menepati janjinya bahwa dia akan datang ke sini, aku percaya padanya Oma" jelas farah mencoba membela sang kakak
"jadi kamu lebih memilih shira itu dari pada oma kamu ini? apakah shira itu mengajarkan kepada kalian agar kalian membangkang seperti ini kepada oma ha?" balas feren kembali marah
"pokoknya oma tidak mau tahu frans harus menikah dengan pilihan Oma, jelas-jelas dia itu lebih baik daripada yang namanya shira itu" lanjutnya lagi
"oma cukup!!! oma tak bisa menghakimi shira seperti itu, oma tak tahu gimana sifat shira dan gimana kepribadian Shira, oma jangan menjelek-jelekkan shira lagi" farah berkata sambil berdiri dan langsung menuju ke kamarnya.
__ADS_1
ia sangat sakit hati dengan perkataan omanya yang sejak tadi selalu menjelek-jelekkan shira di depan frans dan juga dirinya, saat tadi dia hanya diam saat omanya menjelek-jelekkan shira depan frans, namun bukan berarti ia membetulkan perkataan omanya, ia hanya tak mau ikut campur dalam perdebatan mereka berdua.
tapi saat melihat omanya mengatakan hal buruk tentang shira langsung di depannya seperti tadi ia tak bisa tahan karna ia sangat kenal dengan shira, satu tahun setengah bukan waktu yang singkat, ia telah berteman dengan shira dan diyan selama itu, dan ia sudah sangat mengerti dengan kepribadian Shira dan juga Diyan
farah menjatuhkan air matanya, ia tak bisa berkata-kata lagi, ia sangat merindukan sahabatnya itu.
sementara itu di kamar frans, frans sedang kalut dan putus asa ia tak tahu harus berbuat apa saat ini, saat mendengar dengan omanya dengan jelas menjelek-jelekkan shira pas di depan nya membuat hatinya bagaikan tersayat sayat oleh belati yang sangat tajam.
walaupun ia tak sedekat itu dengan shira namun ia sangat tahu bagaimana sifat asli Shira, shira adalah orang lembut dan baik hati, ia adalah orang yang tidak tegaan.
frans merenung tak terasa sudah lebih tiga bulan shira dan diyan masih tak ada kabar, mungkin bagi sebagian orang tiga bulan adalah waktu yang singkat namun baginya tiga bulan bagaikan tiga tahun.
frans frustasi omanya pasti akan kembali membahas wanita yang menolongnya itu jika ia turun ke bawah, apalagi jika fandi ayahnya telah pulang, omanya itu pasti akan meminta bantuan kepada ayahnya
"aaaaaaaa" teriak frans gusar sambil mengacak-acak rambutnya.
"kenapa semua ini terjadi kepadaku ya Allah apa salahku, aku selalu berbuat baik selama ini" ucap frans mengeluh dalam hati, namun sedetik kemudian ia langsung sadar
__ADS_1
"astaghfirullah apa yang aku lakukan apakah aku menyalahkan takdirku?, maafkan aku ya Allah. astaghfirullah" ucap frans bergumam