Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
bab 19.


__ADS_3

"kakak yang mengajak mereka kesini" ucap Frans menghilangkan rasa kaget Farah


mami Frans yang ada disitu langsung terkagum-kagum dengan kecantikan dan cara berpakaian Shira dan diyan.


dia pun langsung membuka suara


"kalian teman-teman Farah?" tanya mami Frans menatap Shira dan Diyan bergantian


saat dia menatap mata Shira, di melihat mata biru shira Yang sangat indah, dia langsung terkagum-kagum


"iya Tante, kami teman Farah" ucap Diyan lalu mencium punggung tangan mami Farah, begitu pun dengan Shira


mami Farah yang diperlakukan seperti itu langsung terharu, Lidya saja dulu saat berpacaran dengan Frans tidak pernah mencium punggung tangannya seperti yang Diyan dan Shira lakukan barusan


"nama kalian siapa?" tanya mami Farah


"nama saya Diyan. dan ini namanya Alexa" jawab Diyan membuat mami Farah langsung berpikir


kayanya saya pernah mendengar nama mereka, tapi dimana? ucapnya bertanya-tanya kepada dirinya sendiri


Farah yang melihat maminya berpikir, dia seakan tau isi pikiran maminya, dia langsung berkata


"mereka ini teman yang pernah Farah ceritain sama mami"


setelah Farah berbicara seperti itu, Diyan dan Shira menjadi bingung lalu menatap kearah Farah untuk meminta penjelasan


Farah yang sadar hanya mengangkat kedua bahunya, membuat Shira dan Diyan langsung menatapnya dengan sinis


"oh jadi kalian teman sekamar Farah, sini sini duduk dulu" ucap mami Farah lalu mengajak Diyan Shira duduk di sofa dalam butik itu


Shira dan Diyan mengikuti perkataan mami Farah, mereka pun duduk dengan diikuti oleh Farah, Frans, dan Gavin yang juga ikut duduk


"jadi kamu yang namanya Alexa" ucap mami Farah menatap Shira dari atas sampai bawah


"iya Tante, nama saya alexa" ucap Shira canggung karna ditatap oleh mami Farah


"jadi gimana hubungan kalian dengan Frans? apakah sudah baik baik saja?" ucap mami Frans tiba-tiba membuat Shira bingung dan menatap kearah


hubungan apa? dia tidak punya hubungan apapun dengan Frans, selain bos ditempat kerja dan kakak senior di kampus, hubungan apa lagi yang dimaksud mami Frans?


pikir Shira dengan bingung dan terus menatap kearah Frans meminta penjelasan


Frans yang ditatap oleh Shira langsung merasa gugup, dia tidak tau harus berkata apa


"maksud Tan..." Shira hendak balik bertanya, namun tiba-tiba hpnya berbunyi, dia langsung melihat kearah hpnya, dia melihat nama umiku disana,

__ADS_1


"permisi aku keluar sebentar" ucap Shira sambil memberi kode kearah Diyan agar mengikutinya


Diyan yang melihat itu langsung pamit keluar mengikuti Shira.


"mami apa-apaan sih bertanya seperti itu sama Alexa tadi" ucap Frans dengan kesal kepada maminya setelah Shira dan Diyan keluar


"memang mami kenapa? mami kan hanya menanyakan hubungan kalian saja, apakah salah?" tanya maminya bingung,


mami Frans berpikir bahwa Shira dan Frans sudah menjalin hubungan jadi dia bertanya seperti itu kepada Shira tadi


"sangat salah mih, mami tau ngga kalau Shira sadar tadi, dia tidak akan mau bertemu dengan aku lagi mih, dia itu sangat paham agama, dan dia tidak mungkin pacaran" ucap Frans dengan terburu-buru karna takut Shira dan Diyan telah kembali


saking terburu-burunya dia sampai lupa bahwa dia mengganti nama Alexa dengan nama Shira, Gavin yang ada disitu langsung menyenggol lengan Frans, dia tau temannya ini sudah keceplosan


Farah yang mendengar nama Shira langsung bingung lalu dia pun bertanya kepada kakak


"Shira? Shira siapa kak? atau jangan-jangan nama Alexa itu Shira makanya Diyan itu sering memanggil Alexa dengan sebutan Ra"


Farah kembali teringat saat dia sering mendengar diyan memanggil Alexa dengan sebutan Ra


Frans yang mendengar peluntunan Farah langsung menjawab


"iya nama panggilan dia Shira, tapi itu nama panggilan dia kepada orang-orang terdekatnya dan keluarganya, jadi kamu jangan memberitahu siapa-siapa"


"maksud kalian apa sih" ucap maminya sedari tadi bingung mendengar ucapan Frans dan Farah


"pokoknya intinya itu, mami tidak boleh sembarang berbicara kepada Alexa, karna kami itu tidak ada hubungan spesial apapun, aku memang cinta sama dia waktu pertama kali aku melihat dia, tapi dia belum tentu cinta sama Frans mih," ucap Frans menjelaskan kepada maminya dengan panjang lebar


"mami kan pikirnya kalian itu pacaran" ucap maminya membela diri


"ya sudah yang penting mami udah tau, Farah juga sangat kenal sama mereka berdua, mereka tidak akan mungkin pacaran, mereka itu adalah Hafizah di kota mereka, dan mereka telah memahami semua isi yang ada dalam Al-Qur'an" ucap Farah tiba-tiba


Gavin, Frans dan maminya yang mendengar itu langsung kaget campur kagum.


Frans dan Gavin langsung berjanji dalam hati mereka, bahwa mereka tidak akan melepaskan Shira dan Diyan


pokoknya aku harus bisa mendapatkan Alexa menjadi menantuku, dia pasti akan merubah keluargaku menjadi lebih baik jika dia menjadi menantuku


ucap mami Frans dalam hati dengan sangat yakin


ditempat lain


saat Shira keluar dia langsung menjawab panggilan dari uminya


"halo assalamualaikum umi, umi apa kabar?" sapa Shira setelah dia mengangkat teleponnya

__ADS_1


"wa'alaikumussalam sayang, umi baik-baik saja kok, hanya sedikit kelelahan" balas uminya


"siapa" tanya Diyan menghampiri Shira


"umi" jawabnya


Diyan hanya manggut-manggut tanda mengerti


lalu dia kembali bertanya kepada uminya


"umi ada apa? apakah ada yang ingin disampaikan kepada Ira?"


Shira bertanya dengan lembut dan sangat lembut


"iya, umi dan. abi mau bilang kalau kami akan pergi ziarah kubur 3 hari lagi" jawab uminya dengan sedikit batuk


"tapi... bukankah umi sedang tidak enak badan?" tanya Shira khawatir


"kalau umi sedang tidak sehat, umi tidak usah pergi, biar Abi saja" sambungnya memberi solusi


"umi ngga apa-apa kok, kamu tenang saja, kuliah yang baik disitu" ucap uminya menenangkan shira


dia tau bahwa anaknya ini sangat menyayanginya


"oh iya, apakah uang kalian masih ada? kalau sudah tidak ada umi dan Abi akan kirim uang untuk kalian" sambungnya lagi


"kami masih ada kok mi" jawab Shira


"apakah disitu kamu bersama Diyan?" tanya uminya lagi


"iya mi, ada apa?" balas Shira bertanya


"mamah dan papahnya ingin berbicara kepadanya" jawab uminya lalu memberikan handphone kepada mama dan papa Diyan


Shira pun juga memberikan handphonenya kepada Diyan


~mutiara hikmah~


jika ada kata-kata yang menyakitimu menunduklah dan biarkan melewatimu, jangan dimasukan kedalam hati, agar hatimu tidak lelah


_Ali bin Abi Tholib_


**jangan lupa like, komen, dan vote"


selamat membaca 🙂*

__ADS_1


__ADS_2