
hari-hari farah dan mahasiswi lainnya berjalan dengan damai tanpa gangguan rena and the geng di kampus. seperti sekarang ini farah dan teman-temannya telah duduk makan di kantin sambil bercerita tentang mata kuliah mereka.
papa rena sekarang bekerja di perusahaannya yang telah di ambil alih oleh frans, frans memang mengizinkannya bekerja di sana karna menurutnya sebenarnya di sini orang tua rena tak salah, namun karna sudah tak ada jalan untuk menghentikan perbuatan rena, jadi frans terpaksa mengakuisisi perusahaan milik papanya.
Mama Rena pun ikut bekerja di perusahaan Dimitri groups bersama sang suami
sedangkan rena hanya duduk dan pergi ke sana kemari untuk menghabiskan uang papa dan mamanya, dia masih terus saja menyombongkan dirinya kepada teman-temannya. bahkan rena tak segan-segan untuk pergi ke perusahaan tempat papa dan mamanya Bekerja hanya untuk memeras uang mereka.
orang tua laura kini membuka usaha warung makan sendiri di depan kontrakan mereka, mereka membuka usaha menggunakan uang yang di berikan oleh frans sebesar 100 juta, sedangkan laura sekarang bisa kembali melanjutkan kuliahnya walaupun bukan di kampusnya yang dulu, terkadang setelah selesai kuliah laura akan membantu orang tuanya melayani para pembeli yang terkadang lumayan ramai hingga orang tuanya kewalahan..
laura sekarang telah sadar, dia sekarang juga telah belajar agama bersama orang tuanya, bahkan ia juga akan pergi ke masjid untuk belajar mengaji kepada pak ustadz pengurus masjid di dekat kontrakan nya
yura sekarang berada di desa yang sangat terpencil, dia diasingkan oleh anak buah satya. sehari-hari yura hanya akan mengeluh mengeluh dan terus mengeluh karna selalu pergi membantu pemilik rumah untuk memetik teh, tanpa pernah mensyukuri nikmat yang telah di berikan oleh Allah kepada-nya. terkadang ia akan marah-marah tak jelas kepada pemilik rumah karna makanan yang di sediakan untuknya hanya tempe dan juga tahu goreng.
sementara ayah yura sekarang kembali di pekerjakan juga di perusahaannya menjadi manajer, sedangkan ibu yura hanya duduk dan membersihkan kontrakan jika sang suami pergi kerja, ibu yura terkadang akan pergi melihat yura 2 minggu sekali.
...----------------...
frans sekarang telah duduk melamun di restoran milik nya, terkadang frans memang akan ada di sini jika ia merindukan Shira.
frans akan mengingat-ingat kembali saat mereka bersama di sini, dimana shira dengan sangat talentanya saat memasak seperti seorang koki, saat shira memasak frans akan mengambil kursi dan duduk di pojokan sambil memerhatikan shira dari jauh.
sungguh frans sangat merindukan shira saat ini, shira telah pergi selama dua bulan lebih lamanya tanpa ada kabar.
**rindu.....
satu kata sarat makna
lima huruf dengan banyak arti
__ADS_1
rindu.....
kadang memberi senyum
kadang memberi kesedihan
rindu.....
terkadang memberi makna pada hidup
terkadang membawa kenangan masa lalu
rindu....
satu kata tak terucap dengan
"melamun aja lo" ucap satya membuyarkan frans dari lamunannya, akibatnya satya langsung mendapat tatapan sinis dan datar dari Frans
"kurang seminggu lagi maka genap lah tiga bulan kepergian shira dan diyan di kotanya dan sama sekali tak memberi kita kabar" ucap farah dengan sendu yang datang bersama satya dan duduk di samping frans
frans menatap Farah, membenarkan apa yang di ucapkan oleh adiknya. frans lalu memeluk farah, frans dapat merasakan kesedihan yang di rasakan oleh adiknya ini, karna dia pun juga sama sangat merindukan shira dan juga Diyan.
sehari-hari farah sudah tak tinggal di asrama lagi, karna farah sangat kesepian hingga ia akan menangis jika mengingat kebersamaan mereka bertiga di asrama itu, mereka akan bercanda tawa, bercerita bersama, sampai memberi nasehat satu sama lain.
semenjak saat itu farah tak lagi pulang ke asramanya, ia bahkan mengambil semua barang-barangnya di asrama itu, farah berniat akan balik kembali ke asrama itu jika shira dan diyan datang kembali dan melanjutkan kuliah bersama dengannya.
namun sepertinya itu tak akan terjadi, sekarang mereka telah pergi selama dua bulan lebih bahkan seminggu lagi mereka akan genap tiga bulan pulang di kota mereka, tapi farah bahkan tak tahu kabar mereka berdua, farah bahkan tak tahu apakah diyan dan shira baik-baik saja atau sebaliknya.
sungguh semakin farah mengingat mereka semakin farah merasa khawatir dan sedih.
__ADS_1
"udahlah ngga usah terlalu dipikirin, ingat kata mereka, mari kita mengikuti skenario Allah saja, jika memang kita di ditakdirkan untuk bertemu kembali, kita pasti akan bertemu kembali kok" tutur gavin membuat farah dan frans melepas pelukan mereka
"benar kata kak Gavin, mari kita ikuti skenario Allah saja tanpa banyak mengeluh dan protes atas apa yang kita jalani sekarang ini" ujar Farah
mereka pun memesan makanan lalu setelah itu pulang bersama-sama ke rumah masing-masing.
...----------------...
paman shira lagi duduk di kursi depan rumah Shira, selama beberapa bulan ini ia tinggal di rumah shira demi memastikan keamanan shira dan para kakak-kakaknya. bahkan diyan dan juga ashar tinggal bersama mereka. dan selama ada Candra siapapun tak ada yang berani untuk mengganggu mereka bahkan hanya datang bertamu saja mereka akan segan dan takut.
tapi semalam ia baru saja menerima telepon dari orang kepercayaannya bahwa ada masalah di perusahaannya. sekarang ia dilema.
jika ia meninggalkan shira dan para kakak-kakaknya di sini sendiri tanpa dirinya mungkin anak buah pak wawan akan datang mengusik mereka lagi. shira sebenarnya bisa melawan para pengawal pak wawan, namun ia tak mau membiarkan seseorang tahu bahwa shira sangat pandai dalam beladiri bahkan shira telah menguasai ilmu beladiri taichi tingkat tertinggi menyaingi dirinya, sebenarnya para warga di sini juga pantas jika takut kepada Shira, karna shira sudah tingkat yang sama dengan dirinya.
"paman kenapa? apa paman ada masalah?" tanya shira yang datang dengan membawa secangkir kopi lalu menaruhnya di meja depan kursi yang di duduki sang paman lalu Shira juga ikut duduk di samping sang paman
"ngga kok, paman hanya berpikir apakah kalian akan tetap tinggal di sini jika paman akan pergi keluar kota atau keluar negeri?" tanya Candra menatap shira dengan khawatir
shira sekarang tahu ke khawatiran sang paman, ternyata pamannya ini khawatir kepada mereka karna ia sepertinya akan meninggalkan mereka bahkan mungkin akan sangat lama, shira tahu sang paman sering keluar kota bahkan keluar negri, namun sang paman tak pernah memberitahukan alasan ia sering keluar kota atau keluar negeri
"paman ngga usah khawatir tentang kita, jika paman ingin pergi keluar kota atau keluar negri kami ngga papa kok di sini sendiri, paman tenang aja, shira akan menjaga semua yang tinggal di sini dengan sekuat tenaga shira bahkan jika memang shira akan mengikut umi dan abi, shira ngga akan menyesal sama sekali, jadi paman tenang aja ya" ucap shira seraya menatap sang paman dengan yakin agar pamannya tak khawatir lagi kepadanya
*
*
*
maaf ya baru up sekarang karna pagi tadi ana pulang ke rumah dan jaringan di rumah ana itu tak terlalu bagus, jadi review nya saja butuh waktu yang sangat lama..
__ADS_1