Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
eps 28


__ADS_3

mereka serentak langsung melihat kacamata hitam yang dipegang oleh gavin dan dia sodorkan kepada shira


"malam-malam gelap terus pake kacamata hitam, lo mau buat anak orang kesasar ha?" tanya satya melotot kan matanya kepada gavin, satya tak habis pikir ini makam bukan siang kalau shira di kasi kacamata hitam, bahkan lubang di jalan pun tidak akan dia lihat


"benar juga sih" ucap diyan


"tapi.... dari pada kaya dulu lagi, pas pulang-pulang mata shira bengkak dan merah karna kena angin malam, mending pakai aja, kan ada aku penunjuk jalannya" sambungnya lagi


"hmm iya benar juga," tambah farah


diyan pun lalu menerima kacamata hitam pemberian gavin itu


"emang mata dia ngga bisa sama sekali kena angin malam?, dan apa dia ada penyakit mata atau apa sampai matanya ngga bisa kena angin malam?" tanya satya penasaran, sambil menatap kearah diyan dan shira meminta penjelasan


sedangkan frans dia sejak tadi tidak berbicara dia hanya melihat mereka saja, namun saat satya bertanya seperti itu dia pun ikut penasaran apa benar shira punya penyakit mata atau gimana


"ngga kok, dulu kita sering ke kajian malam-malam, shira juga ngga pakai kacamata, tapi.... pas kejadian itu mata shira udah ngga bisa kena angin malam, sebenarnya bisa tapi setelah kena angin malam matanya akan merah dan bengkak," jelas diyan


"kejadian apa?" tanya mereka ber 4 serentak dengan raut wajah penasaran


shira yang melihat itu langsung menoleh ke arah diyan agar diyan tidak memberitahu tentang masa lalu shira, itu hanyalah masalah sepele dalam hidup shira tak usah di ungkit ungkit lagi, itu juga sudah lama berlalu sekitar 3 tahun yang lalu


dulu waktu shira belajar ilmu beladiri tak sengaja temannya mengenai mata shira saat mereka sedang berlawanan, karna pada saat itu shira dalam keadaan belum siap, untung kata dokter tidak masalah hanya jangan terkena oleh angin malam, karna udara di malam hari sangat dingin dapat menyebabkan mata shira merah

__ADS_1


diyan yang melihat tatapan shira seketika langsung mengerti dia pun langsung mengalihkan pembicaraan


"udah larut banget nih kita pulang yuk, aku juga udah ngantuk banget" ucapnya lalu tanpa menghiraukan mereka dan langsung menarik shira yang masih menggunakan kacamata hitam milik gavin


tak jauh diyan dan shira berjalan diyan pun kemudian berhenti lalu balik menatap mereka ber 4 yang masih dengan wajah penasarannya,


"makasih ya buat kacamatanya" ucap diyan membuat gavin tersenyum ke arahnya lalu menjawab


"iya sama-sama"


"owh iya ra, yan maaf ya malam ini aku ikut pulang sama ka frans karna udah janji tadi sama mami aku" ucap farah membuat diyan dan shira hanya tersenyum sambil berkata dengan kompak "okey"


"yaudah kalau gitu kami pulang dulu ya kalian juga hati-hati, langsung pulang ke asrama jangan singgah ke tempat lain lagi, ini udah malam," ucap frans menasihati mereka


"kami pulang dulu ya, sampai ketemu besok" ucap gavin sambil melewati diyan dan shira lalu di ikuti oleh frans satya dan farah,


mereka pun berpisah dan pergi ke arah jalan masing-masing


sementara itu rena and the geng, ternyata belum pulang dan sejak tadi mereka terus memperhatikan mereka dari saat mereka shira keluar dari dalam aula, sampai mereka melihat hanya tersisa diyan dan shira saja


rena and the geng telah lama menunggu kesempatan ini, dimana mereka hanya berdua tanpa adanya farah adik frans yang membuat rena and the geng selalu menahan diri untuk melabrak shira dan diyan


"momen yang pas banget, kalian ada ide apa nih, sebelum mereka pergi jauh dan masuk di gerbang asrama mereka" tanya rena kepada ke dua temannya itu

__ADS_1


aula kampus memang lumayan jauh dari asrama mereka shira dan diyan, sebenarnya frans tadi mengusulkan untuk mengantar mereka dulu namun shira dan diyan menolak, mereka sangat tidak suka merepotkan orang, frans dan yang lain pun tidak memaksa mereka lagi, mereka juga tenang saat diyan menceritakan bahwa mereka duku sering pulang malam saat dari kajian, jadi mereka cukup tenang karna itu berarti mereka lumayan sering keluar malam


"hmmm ngga tau nih," ucap yura sambil berpikir memegang kepalanya


"atau kita pisahin mereka dulu, dengan begitu kan lebih gampang mengurusnya" sambung yura lagi


"gimana cara memisahkan mereka, lo tau mereka selalu sama-sama ngga pernah pisah seperti lem" jawab rena


"iya juga sih, semenjak mereka masuk ke kampus mereka itu ngga pernah pisah" ucap teman rena yang satu lagi bernama laura


"gimana kalau....." ucap yura lalu membisikkan sesuatu kepada rena dan laura


"owh iya lo benar banget, di sana kan banyak banget preman nongkrong," ucap rena dan laura


"gimana kalau lo nyuruh mereka pergi membeli barang di sana, dan lo pura-pura aja lo itu datang bulan dan lagi sakit perut, dan suruh salha satu dari mereka pergi dan satunya temanin lo disini, mereka pasti mau karna mereka ngga akan tega ngelihat lo yang kesakitan," ucap yura lagi dengan senyuman liciknya


"dan saat lo pergi ke sana gue ama laura akan pergi menemui preman yang suka nongkrong dekat sini suruh dia nyamperin lo dan suruh tuh preman berbuat sesukanya kepada orang yang temanin lo saat itu, dan gue juga akan bayar mereka agar mereka tidak ngapa-ngapain lo, gimana? ide gue bagus kan" sambung rena lagi menjelaskan ide busuk nya kepada rena dan laura


"ide yang bagus, dengan begitu mereka tidak akan pernah lagi macam-macam dengan kita" ucap rena sambil menyeringai


hay gays kalau aku sempat aku hari ini akan up 2 episode, dan kalau aku ngga sempat maaf banget ya,


selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2