Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
eps 66


__ADS_3

Andra duduk di taman sembari memperhatikan secarik kertas yang di berikan shira kepadanya setelah shalat isya tadi, ia bingung harus bilang apa kepada dokter Dilla jika ia menelponnya.


andra menghela nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan, ia berniat untuk mengirim pesan kepada dokter Dilla dan mengucapkan terima kasih karna telah menolong dan membantu shira sampai lukanya hampir sembuh.


dengan gugup Andra mengambil hp nya lalu mencatat nomor Dila dan menyimpannya di kontak dengan nama dokter dilla.


"bismillah....


assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


maaf bila saya mengganggu waktu anda, saya Andra kakak Shira saya ingin mengucapkan terimakasih kepada dokter karena telah menolong dan membantu shira saat Shira terluka"


itulah isi pesan yang di tulis oleh andra untuk Dilla


Dilla yang memang sedang memainkan hpnya, langsung mengerutkan keningnya saat melihat ada pesan di hpnya namun tanpa nama, Dilla langsung mengabaikannya ia oikir itu hanyalah pesan tipuan saja karna ia selama ini tak pernah memberi nomornya kepada orang lain selain teman dekat dan keluarganya.


namun baru saja ingin menyimpan hpnya ia langsung teringat dengan ucapan Shira saat di rumah sakit, apakah shira benar-benar memberikan nomor yang ia catat kepada Andra kakaknya?


Dilla langsung membuka pesan itu dengan perasaan gugup bercampur senang


benar saja, yang mengirim pesan barusan adalah Andra, Dilla sangat senang


"bahkan caranya menulis pesan sangat sopan... aaaaa" gumam dilla sambil sedikit teriak


Dilla membalas pesan dari Andra


"wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh..


tak usah berterimakasih, itu memang sudah tugas saya sebagai seorang dokter🙂"


Andra melihat pesan Dilla sambil tersenyum, namun sedetik kemudian ia langsung mengusap dadanya sambil mengucap istighfar


"astaghfirullah... aku ngga boleh terkena tipu daya setan, sebaiknya aku sudahi pesan ini sebelum berlanjut semakin jauh"


Andra membalas pesan Dilla dengan singkat


"namun saya harus tetap berterima kasih kepada dokter, sekali lagi terima kasih, selamat istirahat dan selamat malam"


Dilla membaca pesan itu dengan perasaan kecewa, ia pikir ia akan banyak berbalas pesan bersama Andra malam ini, namun sepertinya ia salah, andra sepertinya tak ingin berlama-lama berbalas pesan dengan dirinya.

__ADS_1


Dilla pun meletakkan hp miliknya dengan kecewa, setelah itu ia pun merebahkan badannya di ranjang miliknya


......................


hari ini kampus di hebohkan dengan murid baru pindahan dari new York, apalagi para mahasiswa dan mahasiswi juga mendengar dari farah bahwa shira dan diyan telah kembali setelah cuti tiga bulan lamanya.


para mahasiswi berlomba-lomba ke parkiran karna ingin melihat murid baru pindahan dari new York itu.


"ini ada apa ya kok rame banget di parkiran?" tanya Candra dengan bingung nya saat melihat banyak sekali mahasiswi yang berkumpul di parkiran


"ngga tahu, paman kami turun di sini saja, paman ke kantor aja" ucap Shira


"oke" balas sang paman


hari ini keduanya di antar ke kampus oleh Candra, karna Andra sudah mempunyai boncengan yaitu Sinta, sedangkan Ashar... diyan mana mungkin naik motor bersama kakaknya dan menyimpan shira sendirian


"kalian pulang naik apa?" tanya candra saat shira dan diyan akan hendak turun dari mobil


"kami akan pulang naik taksi atau angkutan umum paman" jawab Shira


"telpon paman jika kelas kalian telah selesai, mungkin paman bisa menjemput kalian" ucap Candra


"oke!! kalau gitu paman pergi dulu, dan jangan lupa pesan paman tadi untuk saat ini jangan membiarkan teman-teman kalian tahu alamat kita yang sekarang, walaupun itu sahabat terdekat kalian!!" ujar candra mengulang kembali perkataannya saat di jalan menuju ke kampus tadi


candra khawatir tentang keselamatan Shira dan yang lainnya apalagi saat kemarin feren yang mencoba untuk membobol informasi Shira


"oke Paman" jawab keduanya


shira dan diyan turun dari mobil, keduanya langsung bergegas pergi ke departemen komputer.


shira dan diyan sedikit terdesak saat melewati kumpulan mahasiswi yang ada di parkiran


"mereka ngapain sih di situ? mandangin mobil baru?" tanya Shira dengan polosnya


"mungkin mobil itu belum pernah ada di ibukota j ini makanya mereka penasaran" jawab diyan sambil memandang mobil yang bewarna merah itu


seketika Diyan menghentikan langkahnya membuat shira yang berjalan di sampingnya juga ikut terhenti, sepertinya aku pernah melihat mobil ini tapi dimana? pikir diyan


"Ra, kamu pernah ngga sih lihat mobil itu?" tanya diyan sembari menunjuk mobil yang sedang di kelilingi oleh mahasiswi

__ADS_1


shira menoleh sebentar ke arah mobil itu lalu menjawab dengan santai


"entahlah, I don't know and I don't care, ayo kita ke kelas"


shira tak tahu dan tak ingin tahu tentang mobil itu, ia sekarang sangat kangen kepada farah sahabatnya itu


"you annoying" balas Diyan


keduanya memang terkadang akan memakai bahasa Inggri di saat tertentu, sebenarnya keduanya sangat lancar berbahasa Inggris, bahkan saat di SMA dulu mereka selalu mendapat nilai A+ di mata pelajaran bahasa Inggris.


saat shira dan diyan masih santai-santai berjalan sambil bercerita, keduanya di hentikan oleh Frans, gavin, satya dan farah yang tiba-tiba langsung berada di depan mereka


shira dan Diyan berhenti lalu menatap ke empatnya secara bergantian, lalu setelah itu shira dan diyan langsung berjalan menuju farah dan langsung memeluknya, farah pun membalas pelukan keduanya dengan sangat erat


"hiks, aku rindu..." ucap farah sembari mengeratkan pelukannya


"kami juga sangat merindukan kalian" balas Diyan


"kalian kenapa sih ngga ngasih aktif kartu kalian, kalian tau ngga saat kalian pergi dan ngga ada kabar, selama beberapa hari aku ngga masuk kuliah karna selalu mengingat kalian" tanya farah sambil melepas pelukannya


"maaf, kami harus menonaktifkan kartu kami, karna kami kan dari luar kota" jawab diyan lagi


"hubungannya dimana?" tanya satya heran


"ngga kemana-mana kok, dia selalu disini" ucap diyan tersenyum membuat satya sedikit bingung dan heran


setelah ketiganya melepas pelukan satu sama lain, diyan langsung beralih melihat Gavin yang ternyata juga sedang menatapnya juga


gavin menatap diyan dengan perasaan rindu, jujur saja ia sangat-sangat merindukan Diyan, gavin memperhatikan diyan dari bawah hingga atas ia menyadari bahwa diyan sepertinya menjadi sedikit kurus


*


*


maaf ya sampai di sini dulu, aku sedang ada tamu jadi in Syaa allah aku akan lanjut sebentar atau besok lagi.


selamat membaca dan semoga tetap suka dengan novelku ini.


owh iya aku hanya mau ngingetin bahwa besok hari Senin, jadi jangan lupa vote aku ya...

__ADS_1


makasih 🙏


__ADS_2