Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
bab 14.


__ADS_3

mereka semua telah sampai di restoran


mereka pun kembali duduk ditempat duduk mereka sebelumnya,


"ana!!!" panggil Frans kepada salah satu waiters di restorannya


"ada yang bisa saya bantu pak?" tanya ana mendekat kearah mereka semau


"kalian mau pesan apa?" tanya Frans dengan penuh perhatian kepada Shira, Diyan dan Farah


"aku dan shira pesan 2 porsi spaghetti" jawab diyan duluan


"kalian ngga makan nasi?" tanya Gavin menatap Diyan


"kami tidak terbiasa makan nasi jika kami berpuasa" jawab Diyan


"kalian udah kenal berapa lama?" yg tanya Satya tiba-tiba


"kami kenal sejak kecil, dan kami juga bersepupu jadi kami sangat dekat" jawab Diyan lagi


"minumannya mau pesan apa?" tanya Frans menatap Shira


"air minum kami masih ada, jadi kami tidak memesan minum" jawab Shira


"hah? maksudnya air Aqua tadi?" tanya Frans lagi


"iya, kami juga tidak terbiasa meminum minuman sembarang, kami harus makan dan minum seadanya saja agar kami tidak sakit perut" jawab. Shira menjelaskan


"owh iya iya" ucap Frans lalu memesan 2 spaghetti, dan 4 steak untuk mereka berempat


...----------------...


"gue jengkel banget sama teman Farah yang sok kecantikan itu" ucap ana kepada temannya saat telah menjauh dari meja Frans


"iya, gue juga ngga suka sama tuh cewe yang suka godain Gavin" ucap teman ana dengan suara kesal


"gimana kalau kita kerjain aja mereka" ucap ana


"caranya gimana?" tanya teman ana


ana pun membisikkan sesuatu kepada temannya lalu mereka berdua tertawa sinis dengan niat jahat mereka


......................


ana dan temannya tadi datang ke meja Frans dengan membawa masing-masing nampan berisi gelas lemon tea pesanan Frans, Gavin, Satya dan juga Farah


mereka jalan mendekat dan terus mendekat sampai terdengar suara brukk


"astaga, maaf maaf kami ngga sengaja mba" ucap ana dan temannya setelah menumpahkan minuman itu kepada Shira dan Diyan


jilbab serta baju Shira dan Diyan langsung basah terkena 2 gelas minuman yang Ana dan temannya tadi

__ADS_1


Frans yang melihat itu langsung naik pitam dan berkata dengan keras


"kalian bisa kerja tidak? kalau kalian tidak bisa kerja tidak usah kerja, kalau perlu kalian langsung angkat kaki dari sini" bentak Frans membuat para tamu yang lain menatap kearah meja mereka


"udah ngga apa-apa kok, lagian kita baik-baik aja" ucap Shira menenangkan Frans sambil menepuk-nepuk jilbab dan bajunya yang terkena minuman tadi


"iya kami ngga apa-apa kok, kasian kalau mereka di pecat hanya gara-gara kesalahan yang tidak di sengaja" sambung Diyan


cih dasar penjilat ucap ana dan temannya dalam hati menatap Shira dan Diyan dengan sinis


"ya sudah kalau begitu kalian pergi sana ganti minuman kami" ucap Gavin degan suara datarnya


"iya pak" ucap ana dan temannya lalu pergi menjauh dari meja mereka


"kalian benaran ngga apa-apa?" tanya Farah memastikan


"kita ngga apa-apa kok, kita izin ke kamar mandi dulu ya" ucap Diyan lalu berdiri bersama Diyan dan menuju ke kamar mandi


"Ra, kayanya sejak kita kenal kak Frans dan teman-temannya kita mendapat banyak cobaan ya, dari kak senior dikampus yang mendorong kamu dan sekarang pelayan restoran yang membasahi pakaian kita" ucap Diyan setelah masuk kedalam kamar mandi sambil mengambil tisu dan mengeringkan pakaiannya


"udah lah, ingat kata umiku dan mama kamu bahwa semua yang kita jalani ini telah tertulis di lauh Mahfuz" ucap shira menenangkan Diyan


"iya juga ya, maaf aku lupa" ucap Diyan lagi


"yaudah ayo kembali" ucap Shira mengajak Diyan keluar dari kamar mandi


saat mereka kembali ke kursi mereka, mereka tidak melihat Farah dan Satya Shira pun bertanya


"Farah tadi menerima telpon dari mami aku, dia disuruh pulang, namun karna sudah malam aku menyuruh Satya untuk mengantarnya pulang" ucap Frans santai


Farah tadi mendapat telepon dari maminya agar Farah malam ini pulang kerumah, Farah mangiyakan lalu menyuruh Frans dan Gavin untuk mengantar Shira dan Diyan


"berdua?" tanya Shira dan Diyan kaget sambil mengangkat jarinya dengan menunjukkan 2 jari


"hmmm, emang kenapa?" tanya Frans


"ngga apa-apa" ucap diyan


makanan telah datang mereka berempat pun makan bersama-sama,


"kalian datang bersama farah kan tadi?" tanya Frans melihat Shira dan Diyan bergantian


"iya kak" jawab Shira


"kalau begitu sebentar saya akan mengantar kalian pulang, dan kalian tidak perlu menunggu Farah di asrama kalian karna dia akan menginap di rumah orang tua saya" ucap Frans menjelaskan


"ngga usah kak, kita bisa naik taksi atau angkutan umum" ucap Diyan


"disini itu kota keras, kalian mau dijalan terkena apa-apa" ucap Gavin


"astaghfirullah ngga mau lah kak" balas Diyan

__ADS_1


yaudah kalau gitu kita antar pulang.


tak butuh waktu lama mereka pun keluar dari restoran itu, Frans pergi mengambil mobilnya diparkiran sedangkan Gavin berdiri di samping Diyan


Frans pun datang mereka bertiga langsung naik kedalam mobil itu, Diyan dan Shira duduk di belakang sedangkan Frans dan Gavin duduk di depan


"kalian sudah bisa masuk kerja besok, nanti saya akan memperkenalkan kalian kepada karyawan dan karyawati lainnya" ucap Frans sambil fokus menyetir mobil


"iya pak" ucap Shira dan Diyan bersamaan


saat di tengah perjalanan Shira mendapat telepon dari Andra kakaknya, lalu dia pun mengangkat teleponnya


"halo assalamualaikum" sapa Shira mengangkat teleponnya


"wa'alaikumussalam, gimana kabar kalian Ra?" tanya Andra di sebrang telepon


"Alhamdulillah kami baik kak" jawab Shira


"kalian lagi dimana?" tanya Andra lagi


"kami sedang dalam perjalanan pulang menuju ke asrama kami" jawab Shira


"sama siapa?" tanya Sinta yang sejak tadi mendengarkan shira berbicara karna hp Andra berada di lodspeaker


"sama kakak teman aku" jawab Shira


"oho!! kalian ngga macam-macam kan?" tanya Sinta bercanda


"kalian tenang aja, kalau Shira berani macam-macam kan ada aku" ucap Diyan tiba-tiba


lalu mereka semua tertawa, Shira dan Diyan tertawa dengan menutup bibir mereka dengan. tangannya


Frans dan Gavin penasaran dengan orang yang menelpon bersama Shira dan Diyan, apalagi mereka sampai tertawa lepas seperti itu, mereka bahkan belum pernah melihat Diyan dan Shira tertawa seperti itu di depan mereka


"Shira?" ucap Frans setelah Diyan dan Shira selesai berbicara ditelepon


"m.. maksudnya?" tanya Shira sedikit gugup


"jadi nama kamu Shira?" tanya Frans lalu memberhentikan mobilnya depan asrama


"a itu... kita udah sampai, makasih ya udah antarin kita kak" ucap Shira ingin membuka pintu mobil, namun sayang pintu itu dikunci oleh Frans, membuat Shira dan Diyan yang berada dalam mobil menjadi gugup


"jawab dulu pertanyaan saya tadi, baru akan saya bukakan pintunya" ucap Frans lalu menghadap kebelakang menghadap Shira lalu menatapnya


"kalian sebenarnya dari kota mana?" tanya Gavin juga menghadap Diyan dan menatapnya


Shira dan Diyan sekarang sangat gugup, mereka tidak tau harus berbuat apa dalam situasi seperti ini, mereka hanya menunduk sambil meremas baju mereka


*jangan lupa, like, komen, dan vote*


terimakasih dan selamat membaca 🙂

__ADS_1


__ADS_2