Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
eps 49


__ADS_3

pohon-pohon sedikit bergoyang karna merasakan aura seseorang yang baru saja datang ini, mereka seperti menyambut orang ini dengan menjatuhkan beberapa helai daunnya


para pengawal itu tak bergerak sama sekali dari tempat mereka berdiri saat ini, windra pun masih terduduk lemas karena ketakutannya kepada seseorang yang baru datang ini.


orang yang baru datang ini adalah Candra paman sekaligus guru beladiri shira.


Candra orang yang memiliki ilmu beladiri taichi tertinggi di kota ini, walaupun usianya sudah 40 an namun selama ini tak ada yang berani mengusiknya, siapapun takut kepadanya karna dengan satu hempasan dia bisa membuat puluhan orang terlempar sangat jauh bahkan mungkin mereka tak bisa bangun lagi untuk selamanya.


semua orang di kota ini tahu kemampuan beladiri Candra makanya tak ada satupun yang berani kepada dirinya.


Candra segera mendekati shira lalu memeluknya


"maaf ya paman ngga hadir di pemakaman orang tuamu, paman baru saja pulang dari luar kota, jadi baru sempat datang sekarang" ucap paman Candra lembut


"kalian ngga apa-apa kan? apakah mereka menyakiti kalian?" sambungnya bertanya kepada shira dengan penuh perhatian


Candra memang sudah dari dulu sangat sayang kepada keponakan satunya ini. walaupun candra juga menyayangi sinta, andra dan juga manda namun dia terlihat paling menyayangi shira.


"kami ngga papa paman, hanya mereka datang kesini terus bilang bahwa umi sama abi ada hutang kepada ayahnya, terus mereka juga menulis bukti palsu dan tanda tangan palsu abi dan papa Diyan" jawab shira lalu melepas pelukan dari pamannya dan menunjuk ke arah Windra,.


Candra pun menoleh ke arah Windra, membuat Windra yang di tatap semakin ketakutan.


"ma.... maaf sa... saya tadi salah alamat, sa... saya pamit pulang dulu" ucap Windra gagap karena ketakutan lalu di bantu berdiri oleh para pengawalnya yang juga sangat ketakutan.


mereka pun dengan kecepatan kilat pergi menuju mobil masing-masing yang mereka bawa tadi.


Candra pun masuk ke dalam rumah sambil membantu memapah andra dan Ashar


"bukankah kalian lihai beladiri? mengapa kalian sampai babak belur begini?", tanya Candra dengan heran


"padahal shira tak apa-apa" sambungnya lagi


"kita kalah jumlah paman, dan shira tadi baru datang setelah kami di keroyok oleh para pengawal Windra" jawab Andra seadanya


"emang shira dari mana sampai tak pulang bersama kalian?" tanya candra lagi


"shira tadi duduk dulu di depan makam abi dan umi paman" jawab Shira


Candra menatap shira dengan sendu

__ADS_1


"kamu yang sabar ya semua pasti ada hikmahnya" ucapnya mengelus puncak kepala shira,


shira pun hanya menganggukkan kepalanya


"jadi rencana kalian habis ini apa?" tanya Candra lalu duduk di lantai rumah shira itu


mereka semua saling pandang, benar yang di tanyakan oleh paman mereka, apa rencana mereka setelah ini? karna selama ini selalu ada abi dan umi mereka yang memberikan arahan kepada mereka, jadi mereka harus apa sekarang? mereka harus bertanya kepada siapa?


mereka semua saling pandang dengan pemikiran masing-masing.


"hmmm kalau aku dan diyan akan menetap dulu di sini sampai pikiran kami tenang, lalu setelah pikiran kami tenang baru deh kami akan putuskan apakah kami akan kembali melanjutkan kuliah kami atau mencari pekerjaan yang halal saja di sini" jawab shira karna sejak tadi tak ada yang menjawab pertanyaan pamannya itu


"jadi kalian akan memutuskan kuliah kalian?", tanya Candra menatap diyan dan shira dengan bergantian


"hmm mungkin paman, tapi entahlah, nanti kami akan memikirkannya kembali" jawab shira lagi


lagi lagi mereka semua tak ada yang menjawab pertanyaan pamannya.


sebenarnya ada perasaan takut juga di dalam diri sinta, andra, amanda, diyan dan ashar kepada paman Candra, hanya mereka tak memperlihatkannya, namun berbeda dengan shira yang terlihat santai-santai saja bahkan sangat dekat dengan sang paman


.


.


.


dengan lunglai dan bantuan para pengawalnya windra masuk ke dalam rumah, di lihatnya ayahnya yang tengah berbicara kepada lelaki misterius yang belakangan ini sering datang ke rumah mereka. lelaki misterius ini selalu memakai masker kita bertemu dengan mereka, membuat penampilannya semakin misterius


"mana mereka?" tanya wawan saat melihat windra masuk dengan tanpa di ikuti oleh shira dan diyan


"maaf ayah, tadi sebenarnya aku udah hampir berhasil membawa mereka ke sini, namun saat-saat terakhir paman Shira datang hingga aku tak bisa berbuat apa-apa lagi" jawab windra dengan suara lemah dan takut bahwa ayahnya akan marah


wawan melihat windra dari atas hingga bawah, terpancar ketakutan yang sangat mendalam, berarti windra memang telah bertemu dengan Candra si penguasa ilmu beladiri taichi, dia memang pantas di takuti


"ya sudah untuk saat ini jangan ganggu mereka dulu, kita memang tak akan bisa melawan Candra, candra bukanlah orang yang bisa kita tandingi" ucap wawan


"kamu naik istrahat dulu besok kita akan memikirkan lagi bagaimana caranya agar mereka bisa kita bawa ke sini, ayah juga masih ada urusan dengan dia" sambungnya lagi melihat ke arah lelaki misterius yang memakai masker itu


"iya ayah" ujar windra lalu meninggalkan mereka berdua di ruang tamu itu..

__ADS_1


"maaf kami belum bisa membawa shira dan diyan ke sini, karna ada paman shira" ucap wawan saat melihat windra telah jauh dari tempat mereka


"memang siapa pamannya itu?" tanya pria misterius itu


"dia adalah Candra, dia adalah orang yang paling di takuti di kota ini karna beladirinya" jawab Wawan


"saya bisa melawannya" ucap pria misterius itu lagi


"ilmu beladiri anda belum seberapa dibandingkan dengan ilmu beladiri candra tuan" ucap wawan membuat pria misterius itu marah


"jadi kamu meragukan ilmu beladiri ku?" pria misterius itu berbicara dengan penuh penekanan


"bu.... bukan begitu tuan, namun semua orang di kota ini tau dan takut kepada Candra, dia adalah guru ilmu beladiri taichi, jadi tak ada yang berani melawan nya, dulu saya pernah mendengar bahwa candra itu pernah mematahkan satu pohon yang sangat sangat besar dengan satu pukulan tangannya" ujar wawan dengan sedikit gugup, dia takut orang yang di depannya ini akan marah kepadanya


pria itu menatap wawan dengan heran lalu bertanya


"bukankah ilmu beladiri taichi berasal dari Tiongkok? mengapa orang di kota ini bisa mengetahui ilmu beladiri tingkat tinggi itu?"


pria itu makin heran, ini hanyalah kota biasa mengapa ada seseorang yang bisa mengetahui ilmu beladiri tingkat tinggi yang di terapkan hanya di Tiongkok?


dahi pria misterius itu mengkerut karena bertanya-tanya kepada dirinya sendiri....


*


*


*


selamat membaca semoga kalian suka,


jika kalian tak suka jangan membacanya dan meninggalkan komentar yang membuat aku patah semangat untuk menulis, jujur aku sangat suka menulis jika melihat support dari kalian..


dan maaf jika mungkin kata-kata ku membuat kalian tersinggung, namun dari dalam lubuk hatiku aku hanya ingin mengutarakan pendapat ku bagi kalian yang tak suka dengan novelku ini,


jangan meninggalkan jejak yang bisa membuat orang lain tersinggung.


sekian dan terimakasih


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2