
Shira dan Diyan saling pandang, Diyan menganggukkan kepalanya pertanda agar Shira menjawabnya
"iya nama panggilan saya Shira!! dan saya harap kakak tidak memberitahu kepada orang lain" ucap Shira
"terus kenapa kamu berbohong bahwa nama kamu Alexa? bukankah kamu sangat paham agama? seharusnya kamu tau bahwa seorang muslim dan muslimah itu dilarang untuk berdusta!!" tutur Frans mengintimidasi
"maksud kakak apa? nama saya memang Alexandra apakah salah saya memperkenalkan diri dengan nama asli saya? kenapa saya disebut berdusta hanya karna memperkenalkan nama asli saya?" tanya Shira dengan mata yang berkaca-kaca, namun dia menundukkan kepalanya jadi Frans dan Gavin tidak mengetahuinya
"sekarang kita sudah jawab kan!!! boleh tolong kakak bukain kita pintu" ucap Diyan dengan suara lumayan besar
"kamu belum menjawab pertanyaan saya" ucap Gavin
"kak!! apakah kalian suka menanyakan privasi orang lain seperti ini? kakak memang senior kami dikampus, tapi kakak harus tau batasan dengan tidak mencampuri privasi orang lain!!" tutur Diyan dengan nada kesal
dia kesal kepada Frans yang mengatakan bahwa Shira itu berdusta, mereka adalah orang yang besar dalam keluarga yang penuh kasih sayang, jadi saat mereka mendengar tuduhan seperti itu mereka akan merasa sedih
Frans yang mendengar kata-kata Diyan barusan langsung merasa bersalah, apalagi saat Shira menyebutkan bahwa nama dia sebenarnya Alexandra, jadi Shira sama sekali tidak berdusta
"kalau begitu kami minta maaf karna telah menanyakan hal privasi kalian, dan saya juga minta maaf karna menuduh kamu berdusta" ucap Frans lalu membuka kunci pintu Diyan dan Shira
Shira tersinggung karna telah dituduh berdusta, dia langsung berkata
"iya kak kami sudah memaafkan kakak" ucap Shira sambil membuka pintu mobil lalu dia keluar bersama Diyan
Diyan dan Shira pun masuk kedalam asrama mereka
setelah melihat Shira dan Diyan masuk, Frans pun melajukan mobilnya dengan rasa bersalahnya karna telah menuduh Shira berdusta
"Vin, gue ngerasa bersalah banget" ucap Frans fokus menyetir
"udah Lo tenang aja, Lo kan udah minta maaf dan shira juga udah maafin kamu kok" ucap Gavin
"kita kenapa ngga suruh sekretaris Lo aja yang cari tau mereka dari kota mana?" sambungnya tiba-tiba bertanya kepada Frans
"ohh iya juga ya, kok gue ngga kepikiran, entar aja aku telpon sekretarisku" jawab Frans sambil memberhentikan mobilnya karna dia telah sampai didepan rumah Gavin
"gue masuk duluan ya, makasih udah antarin gue pulang dan hati-hati nyetirnya," ucap Gavin setelah keluar dari dalam mobil Frans
"oke" tutur Frans lalu dia melajukan mobilnya sampai kerumahnya
__ADS_1
"assalamualaikum" ucap Frans setelah sampai di rumahnya sambil berjalan menuju ruang tamu karna dia melihat orang tua dan Farah adiknya ada di ruang tamu sedang berbincang-bincang
"kakak udah pulang!! jadi gimana kak?" tanya Farah
"gimana apanya?" tanya maminya
"iya tadi kan aku sengaja pulang duluan agar kak Frans dan Kak Gavin bisa antar alexa dan Diyan sambil PDKT an gitu" ucap Farah ceplos
"pdkt apanya, malah kakak merasa bersalah banget sama dia" ucap Frans lalu duduk di sofa samping maminya sambil memijat kedua keningnya
"emang kenapa? kakak ngga ngapa-ngapain Alexa kan?" tanya Farah serius
"kakak ngga ngapa-ngapain dia tapi..." Frans menggantung ucapannya
"tapi apa kak? jangan buat aku penasaran deh" tutur Farah tidak sabar
"kakak tadi sempat nuduh dia" ucap Frans
"nuduh gimana? maksudnya apa sih kak?" kata Farah sambil berdiri
"sudahlah lupakan saja apa yang kakak katakan tadi" ucap Frans lalu berdiri dan pergi ke kamarnya
"Alexa dan Diyan itu siapa sayang?" tanya mami Farah setelah Frans pergi
"jadi kepada siapa Frans merasa bersalah?" tanya maminya lagi
"kayanya sama Alexa mih, karna kayanya kak Frans suka sama Alexa" jawab Farah lagi
"berarti Frans udah move on dong dari Lidya?". tanya maminya gembira
"mami harus ketemu sama yang namanya Alexa itu" sambungnya bersemangat
"iya mih sepertinya kak Frans udah membuka hatinya buat Alexa tapi.. kayanya mereka lagi ada masalah, padahal aku udah buka jalan buat mereka tadi" ucap Farah lemas
"ya sudah biarkan saja, mami percaya semua manusia itu sudah ada jalan ceritanya masing-masing" ucap maminya
"iya mih" balas Farah
...----------------...
__ADS_1
waktu sangat cepat berjalan kini mereka Shira telah selesai dalam masa orientasi mereka.
Shira dan Diyan telah mulai kerja di restoran milik frans, namun Shira dan Diyan tak banyak bicara. bahkan saat Frans menanyakan sesuatu dia hanya akan menjawab jika itu soal pekerjaan. diluar itu Shira akan diam
begitupun dengan Diyan, Jika dia bertemu dengan Gavin entah itu di kampus atau direstoran dia hanya akan melewatinya saja
mereka sebenarnya telah memaafkan Frans dan Gavin, namun mereka tidak mau memberi harapan atau berharap lebih kepada Frans dan Gavin,
Farah yang melihat kakaknya dan Gavin yang diabaikan oleh Shira dan Diyan dia hanya bisa menghela nafasnya dan turut prihatin kepada mereka berdua,.
dia pernah membantu kakaknya agar bisa dekat dengan Shira, namun semua itu gagal. jadi sekarang dia hanya diam dan mengikuti alur saja sesuai perkataan maminya
Shira, Diyan dan Farah masuk ke dalam kelas begitupun Frans, Gavin, dan Satya, mereka juga masuk kedalam kelas mereka lalu memulai pelajaran yang diterangkan oleh dosen
setelah pelajaran mereka semua selesai, mereka yang berada dalam kelas pun langsung berhambur keluar lalu pergi ke kantin untuk makan siang
"yuk ke kantin" ajak Farah kepada Shira dan Diyan
"kita mau ke mushola dulu" ucap Diyan
"yaudah kalau gitu aku tunggu kalian di kantin ya, aku lagi dapet jadi aku ngga shalat" ucap Farah
"oke!!" ucap Diyan dan Shira
mereka pun keluar kelas lalu pergi berlawanan arah, Farah pergi ke arah barat menuju kantin lantai atas tempat biasa mereka makan, sementara Diyan dan Shira menuju ke arah timur tempat biasa mereka shalat
saat tiba di mushola Diyan dan Shira berpapasan dengan Frans, Gavin, dan Satya yang ingin shalat juga.
Frans hendak menyapa namun diurungkannya karna Shira dan Diyan langsung berlalu pergi ke kamar mandi untuk berwudhu
setelah wudhu mereka pun shalat, tak banyak yang shalat dalam masjid itu, karna sekarang telah banyak pergaulan bebas dan meninggalkan kewajiban mereka, mereka seakan lupa untuk apa mereka diciptakan di dunia ini.
saat Shira dan Diyan keluar dari mushola, mereka telah ditunggu oleh Frans dan Gavin sedangkan Satya telah pergi menuju ke kantin duluan
Shira dan Diyan tidak menghiraukan mereka, mereka langsung duduk dan memakai sepatunya, mereka pun berdiri hendak pergi namun sedetik kemudian terdengar Frans memanggil
"Shira!" ucap Frans membuat Shira menghentikan langkahnya karna kaget frans memanggil namanya dengan sebutan Shira.
padahal selama ini, walaupun Frans tau nama panggilan Shira namun dia tidak pernah memanggil nama Shira, Frans selalu memanggilnya dengan nama alexa dimana pun mereka bertemu,
__ADS_1
**jangan lupa like, komen, dan vote ya agar saya semangat up-nya*
selamat membaca 🙂 dan terimakasih 🙏🙏*