Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
eps 29


__ADS_3

rena and the geng pun berpisah dan langsung menjalankan misi mereka, rena langsung oeegi menghampiri, diyan dan shira yang sedang berjalan sambil ngobrol sedangkan yura dan laura pergi ke tempat biasa para preman nongkrong


shira dan diyan masih bercerita dengan santainya dan terkadang diyan akan megeluarkan sedikit suaranya untuk tertawa, sedangkan shira dia hanya bercerita sembarang agar dapat membuat diyan tertawa,


tak lama kemudian tawa diyan langsung hilang saat melihat ada seorang wanita yang duduk di pinggir jalan sambil meringis memegang perutnya,


shira dan diyan saking menatap, lalu mereka pun pergi menghampiri wanita itu, yang ternyata adalah rena


"kak Rena" ucap mereka bersamaan


rena yang kaget namanya di panggil pun langsung menaikan kepalanya menatap mereka berdua


"kak rena ngapain disini?" tanya Diyan lalu dia pun membantu rena berdiri bersama dengan shira


"maaf pas aku mau pulang perut kakak tiba-tiba aja sakit, kayanya aku datang bulan deh" ucap rena dengan raut wajah yang menahan sakit


"kakak udah lama di sini?" tanya shira


"hmmm lumayan sih, sekitar 1 jam setelah aku naik ke atas panggung tadi, karna setelah aku turun dari panggung aku langsung pulang eh, tiba-tiba aja perut aku sakit, terus saat aku telpon teman temanku katanya mereka udah pulang duluan, jadi aku di sini aja ngga kemana mana" jawab rena lagi dengan raut wajah yang sangat kasian


"kalau gitu kita cari aja dulu tempat untuk kakak duduk," ucap diyan prihatin dengan keadaan rena


shira dan diyan memang tak pernah menyimpan dendam kepada siapapun jadi mereka sangat kasian dengan keadaan rena yang sekarang ini


"itu ada kursi," ucap diyan melihat ada kursi di samping jalan


lalu mereka bertiga pun langsung pergi ke kursi itu dan mendudukkan rena di sana


"gimana perasaan kakak? apa perlu kita bawa ke rumah sakit?" tanya shira


"ngga usah, ini udah biasa kok," ucap rena dengan suara yang dibuat-buat selemah mungkin


"tapi aku boleh minta tolong ngga?" sambungnya lagi

__ADS_1


"minta tolong apa kak? in Syaa allah jika kami bisa kami pasti akan menolong kakak" jawab shira yang merasa sangat kasihan kepada rena


"di sana ada warung, tapi lumayan jauh dari sini, aku ingin minta tolong kepada salah satu dari kalian untuk membelikan aku air mineral dan juga pe****t, bisa ngga?" ucap rena dengan wajah sangat berharap agar mereka bisa berpisah sambil menunjuk ke arah jalan yang bertolak belakang dengan arah asrama mereka


diyan dan shira pun langsung saling menatap, mereka tidak tau siapa yang harus pergi dan siapa yang akan menetap


"yaudah kalau gitu aku aja yang pergi membelikan kak Rena, kamu temanin kak rena Disni" ucap diyan tiba-tiba namun tidak di setujui oleh shira


membuat rena berbunga-bunga dalam hatinya lalu berkata dalam hati "iya diyan kamu pergi aja biar shira di sini temanin aku dan di gilir oleh preman yang di bayar oleh yura" rena pun tertawa dalam diam


"ngga di sana gelap banget dan kamu sendirian perginya, aku ngga akan tenang, biar aku aja yang pergi, kamu di sini temani kak rena" ucap shira membuat raut wajah rena berubah


"ya sudah ngga apa-apa bukan kamu yang pergi, setidaknya kamu juga akan sangat sakit hati saat pulang dan melihat keadaan sahabat kamu yang sangat kamu sayangi ini" ucap rena dalam hati dengan seringai jahatnya


"tapi mata kamu gimana? terus kacamata yang kamu pakai kan warna hitam bukan anti radiasi" ucap diyan masih mencegah shira pergi sambil memegang tangan shira


"ngga apa-apa kok aku bisa buka kacamata nya, kamu tenang aja, kamu duduk aja di sini dan tunggu aku pulang, in Syaa allah ngga akan lama kok," ucap shira menenangkan diyan


shira seakan-akan tau apa yang di pikirkan oleh sahabatnya ini.


"yaudah kamu hati-hati ya, dan cepat kembali, kami akan menunggumu di sini" ucap diyan lalu melepaskan pegangan tangannya agar shira pergi


shira pergi ke arah yang di tunjuk oleh rena tadi, selangkah demi selangkah akhirnya shira pun menghilang dari pandangan diyan


diyan pun kembali duduk di samping rena menunggu kedatangan diyan


sedangkan itu yura dan laura pun telah selesai berbicara dengan para preman, mereka pun bersama-sama pergi menuju ke tempat rena dan diyan berada


sementara itu frans dan farah telah sampai di rumah mereka


gavin dan satya pun juga telah sampai di rumah mereka,


frans dan farah duduk di kursi sambil istirahat, bahu farah lumayan sakit karna di tindih oleh kepala shira tadi, jadi dia sengaja Menaik turunkan bahunya agar merasa lega

__ADS_1


"kenapa bahu kamu sakit?" tanya frans dengan nada lembut menatap sang adik tersayangnya


"hmmm, lumayan kak" jawab farah masih tetap Menaik turunkan bahunya, lalu setelah itu dia pun menyandarkan badannya di sofa tempat duduknya


"mau kakak pijitin?" tanya frans lagi lalu mendekat ke arah farah


"hmm iya kak mau banget," ucap farah lalu menghadap ke kiri membelakangi frans agar frans memijat punggung dan bahunya


frans pun langsung mengulurkan tangannya memijat pundak farah


"hm, kak kira-kira shira dan diyan udah sampai ngga ya di asrama mereka?" ucap farah yang tiba-tiba teringat kepada diyan dan shira


"pasti udah kok, ini kan udah jam 10,. kamu tenang aja ngga usah banyak mikir" jawab frans lalu memindahkan tangannya menggelitik sang adik


"hahahaha aduh kak frans apaan sih, geli kak" ucap farah tertawa sambil berusaha membuat frans tidak menggelitiknya lagi


tak lama kemudian, mereka melihat pintu depan terbuka lebar, lalu muncul sosok yang sangat mereka kenali yaitu mami dan papi mereka yang baru pulang dari acara salah satu koleganya di perusahaan


"kalian baru sampai?" tanya mami frans saat melihat frans dan farah di sofa


"iya mi, kami abis nonton acar di kampus, makanya pulangnya agak malam gini" jawab frans lalu melepaskan pelukannya kepada sang adiknya itu


"kalian udah makan?" tanya maminya lagi


"entar aja mi, kami masih mau istirahat dulu" jawab farah


"ya sudah kalian jangan lupa makan ya dan setelah makan langsung naik istrahat di kamar kalian, mami dan papi mau ke kamar, mau ganti baju, panas banget" ucap maminya lagi


"oke siap mi" ucap frans dan farah barengan sambil mengangkat tangan hormat


arisa dan fandi yang melihat itu langsung saja menggeleng-gelengkan kepala mereka lalu beranjak ke lantai 2 dimana kamar mereka berada


hehehehe hay gays, sebentar masih menyusul satu episode lagi ya, jadi tunggu kelanjutannya

__ADS_1


selamat membaca dan semoga terhibur


__ADS_2