Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat


__ADS_3

Setahun berlalu, Cantika sekarang menjadi penulis yang sangat populer. Harapannya terkabul, setelah menulis 5 judul novel yang berhasil tercetak banyak pembaca yang telah memahami betapa indah islam itu. Bahkan beberapa minggu ini ada akun misterius yang mengirimkan chat padanya dan bertanya. "Apa salah jika seorang non-muslim membaca novel yang bertema islam?" Cantika menjawab "Tentu saja tidak." Lalu orang itu bertanya lagi. "Bagaimana kalau novel itu membuatnya ingin memeluk islam?" Cantika menjawab. "Maa syaa allah itu sebuah hidayah bagi orang itu, semoga niatnya murni karena allah." Lalu orang itu bertanya lagi. "Bagaimana jika niat orang itu bukan semata-mata karena allah saja?" Cantika tidak mengerti jadi dia bertanya maksudnya apa dan orang itu mengatakan. "Bagaimana kalau seorang non-muslim jatuh cinta pada seorang muslim dan demi orang yang dia cintai itu dia belajar islam dan kemudian barulah dia juga jatuh cinta pada islam itu sendiri?" Melihat pertanyaan itu di kolom chatnya Cantika bergetar, dia tiba-tiba memikirkan Arya dan berpikir seandainya Arya adalah orang itu maka dia akan sangat bahagia kemudian dia menggelengkan kepalanya dan berkata tidak mungkin. Arya begitu mempercayai keyakinannya selama ini tidak mungkin demi dirinya dia rela meninggalkan keyakinannya.


Karena Cantika lama tidak membalas chatnya orang itu bertanya kembali.


Cantika menjawab. "Naka beruntunglah kedua orang itu. Yang tadinya non-muslim lalu memutuskan memeluk islam dengan tulus maka dia di ibaratkan seperti baru terlahir tanpa dosa. Dan orang muslim yang berhasil membuat seorang non-muslim memeluk islam akan mendapat pahala atau hitungan amalan baik. Sungguh beruntung jika mereka berdua bisa bersama di jalan allah dan saling cinta karena allah."


Orang itu kemudian mengucapkan terima kasih karena Cantika telah memperkuat keyakinannya.


Cantika menutup aplikasi chatnya. Dia bersandar di tempat tidur dan kembali mengingat hari-hari saat dia, Arya dan Bi Susi bersama. Dia sangat merindukan momen itu. Entah bagaimana kabar Arya dan Bi Susi. Ingin sekali Cantika kesana dan melihat mereka tapi Cantika merasa malu karena Arya sendiri tidak pernah menemuinya meski Cantika sudah mengatakan di suratnya waktu itu kalau dia akan tinggal di rumah lamanya. Tapi selama setahun ini Arya tidak pernah datang.

__ADS_1


Sedang Arya juga baru keluar dari aplikasi chatnya. Dia tersenyum begitu ceria.


"Apa yang membuatmu begitu bahagia?"


Bi Susi yang melihat Arya tersenyum sendiri menghampiri Arya.


"Bibi perhatikan selama beberapa minggu ini kamu lebih semangat." Lanjut Bi Susi.


"Katakan Nak."

__ADS_1


"Apa bibi marah jika aku masuk agama islam?"


Pertanyaan Wrya membuat Bi Susi kaget.


"Apa demi Cantika?" Tanya Bi Susi.


"Bukan Bi, tapi ini memang di awali karenanya. Tapi saat ini aku benar-benar mengagumi islam dan memutuskan untuk lebih mendalami islam." Kata Arya, dia sangat takut jika Bi Susi akan marah padanya. Tapi tidak sesuai dugaannya, Bi Susi malah berkata.


"Bibi juga ingin menjadi muslim. Semenjak kepergian Cantika Bibi merasa kehilangan. Dan untuk melepas rasa rindu Bibi selalu membaca novel-novelnya dan semua tulisan itu menggerakkan hati Bibi. Tapi Bibi belum yakin sampai saat ini kamu mengatakan ingin masuk islam Bibi juga merasa islam itu sempurna dan begitu indah."

__ADS_1


Mendengar perkataan Bi Susi Arya sangat bahagia. Dia seperti mendapatkan kehidupan baru. Saat itu juga Arya dan Bi Susi pergi ke masjid besar dan meminta seorang Ustadzh disana untuk menuntunnya mengucapkan dua kalimat indah itu yaitu syahadat. Ustadzh itu juga mengajari mereka dasar-dasar islam dan kewajiban-kewajiban seorang muslim.


__ADS_2