Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Bersatunya Keluarga Cantika


__ADS_3

Esok harinya Mordan dan Sarah membawa Rika ke rumah sakit Arya.


Sesampainya di rumah sakit Rika langsung menjalani pemeriksaan.


Disana juga sudah ada Arya dan Cantika yang menunggu mereka.


Rika meminta maaf pada Cantika dan Cantika tentu saja akan memaafkannya, bahkan sebelum Rika meminta maaf Cantika sudah sejak lama memaafkannya.


Rika di bawah ke ruang pemeriksaan oleh spesialis bedah wajah.


"Lukanya cukup parah dan banyak sel kulit yang rusak, ini memerlukan operasi pelastik untuk menyembuhkan wajahnya. Tapi akan sulit untuk menggunakan wajah sebelumnya." Kata dokter spesialis bedah wajah yang merupakan teman Arya.


"Maksudnya apa dok?" Tanya Sarah.


"Kita perlu melakukan operasi plastik dengan menggunakan wajah lain untuk pasien." Jelas dokter.


Mordan dan Sarah saling menatap, mereka seperti tidak rela kehilangan wajah asli putrinya.


"Paman, Bibi, lakukan operasi ini. Pihak rumah sakit akan memperlihatkan beberapa foto wajah pada Rika dan Rika sendiri yang akan memilihnya. Ini pilihan yang terbaik saat ini." Kata Cantika.


Sarah mengangguk setuju.


"Baiklah." Mordan tidak lagi bisa melihat putrinya menderita sendiri di dalam rumah, lebih baik memiliki wajah asing dari pada memiliki wajah yang rusak.

__ADS_1


Tiga hari setelah menjalani pemeriksaan Mordan dan Sarah kembali membawa Rika ke rumah sakit. Hari ini adalah hari bagi Rika untuk menjalankan operasinya.


Lampu ruang operasi menyala, semua orang merasa gugup menunggu hasilnya.


Saat lampu ruang operasi mati dokter keluar.


"Selamat operasinya berjalan lancar." Kata dokter.


Cantika, Arya, asarah dan Mordan merasa sangat legah dan bahagia mendengarnya.


Beberapa bulan kemudian, di rumah Arya sedang di adakan pesta ulang tahun untuk Danish yang ke dua tahun.


Seluruh anggota keluarga Cantika dan juga kerabat Arya berkumpul disana.


"Kakek jangan cium Danish, nanti Danish jadi berantakan." Kata Danish yang membuat semua orang tertawa.


Danish terlihat sangat tampan, mirip dengan Arya. Semakin hari Danish makin menggemaskan. Semua orang merasa bahagia karena tingkah Danish yang lucu.


"Baiklah sini sama kakek kecil, kakek kecil tidak akan menciumi Danish tapi kakek kecil punya hadiah untuk Danish." Kata Mordan yang baru datang bersama Sarah dan Rika.


"Wah Danish mau sama kakek kecil saja."


Danish langsung turun dari gendongan Pak Rohim dan berlari ke arah Mordan.

__ADS_1


Lagi-lagi semua orang tertawa di buat Danish.


"Lihat meski wajah putra kita mirip denganku tapi tingkahnya persis denganmu." Bisik Arya di telinga Cantika.


"Maksud kamu aku matre kayak Danish?" Cantika melototi Arya sambil mencubit pelan pinggangnya.


"Bukan, maksudku kamu sama menggemaskannya dengan Danish." Kata Arya sambil mengusap pinggangnya yang sebenarnya tidak sakit.


Cantika tersenyum bahagia saat ini, dia begitu bersyukur atas kerukunan keluarganya. Meski Mordan dan keluarganya seorang non-muslim tapi mereka tetap bersatu dan saling menghargai keyakinan masing-masing.


Pesta ulang tahun Danish berlangsung dengan meriah. Semua orang menikmatinya dengan bahagia.


Saat pesta selesai semua orang berpamitan untuk pulang. Pak Rohim juga langsung pulang bersama kerabat lainnya.


Danish sudah tertidur karena kelelahan bermain dan Bi Susi juga sudah masuk ke kamarnya.


"Sekarang tinggal kita yang belum tidur." Bisik Arya menggoda cantika.


"Ya sudah ayo tidur." Kata Cantika lalu berjalan ke arah tangga.


"Tapi aku belum mengantuk, bagaimana ini?" Goda Arya lagi lalu menggendong Cantika naik ke atas.


"Hei turunkan aku, nanti ada yang lihat ini di luar kamar." Cantika merasa malu, meski sudah hampir 3 tahun pernikahan mereka tapi setiap Arya menggodanya dan berlaku romantis Cantika masih saja merasa malu.

__ADS_1


"Kalau begitu mari masuk ke kamar." Dengan senyum nakalnya Arya mengedipkan matanya menggendong Cantika ke dalam kamar, sedang wajah Cantika memerah karena malu.


__ADS_2