Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Bukan Arya


__ADS_3

Esok harinya Surya pamit berangkat ke rumah sakit sekaligus mengantar Danish kesekolah.


"Hati-hati, assalamualaikum." Cantika mencium punggung tangan Surya.


Cantika yang biasanya selalu mencium punggung tangan Arya saat pergi atau pulang saat ini merasa tidak rela mencium punggung tangan Surya.


"Waalaikumsalam."


Surya tersenyum menjawab salam Cantika.


Di dalam mobil Surya menciumi tangannya yang tadi di cium Cantika.


"Papa kenapa?" Tanya Danish merasa ilfil dengan tingkah Surya itu.


"Tidak kenapa-kenapa." Surya mengemudikan mobilnya menuju sekolah Danish.


"Dah pa..." Danish yang mau mengucapkan selamat tinggal kepada ayahnya merasa kecewa karena setelah Surya menurunkannya dari mobil, Surya langsung melajukan mobilnya lagi.


Sedang di rumah lama Cantika, Arya yang terikat oleh tali berjuang untuk melepaskan ikatannya, tapi karena terlalu lemah dia tidak bisa melepaskan ikatan tersebut.


"Apa mungkin?" Pikir Arya, mengingat sebuah wajah yang sangat mirip dengannya yang telah menyerangnya tiga malam lalu.


"Jika dia adalah kembaranku, lalu kenapa dia melakukan ini?" Arya mencoba menebak siapa sebenarnya orang yang sangat mirip dirinya itu, dia hanya tau jika orang tuanya berpisah saat dia masih kecil tapi tidak pernah tau apa dia punya kembaran atau tidak.


"Can..ti..ka..."

__ADS_1


Arya mengucapkan nama istrinya lalu pingsan lagi karena terlalu lemah.


"Hai Bu, apa kabar?" Sapa seorang suster rumah sakit Arya kepada Cantika saat mereka tak sengaja bertemu di supermarket.


"Baik, kamu suster yang kemarin merawat ayahku yah?" Tanya Cantika sambil mengambil beberapa bahan makanan.


"Iya Bu, oh iya dokter Arya kemana kok tiga hari ini tidak kerumah sakit?"


Pertanyaan suster itu sontak membuat Cantika terkejut.


"Apa? maksud suster dokter Arya tidak kerumah sakit selama tiga hari ini?" Tanya Cantika.


"Iya, terakhir kali dia datang hanya saat menjemput ayah ibu saat itu dan sejak itu dokter Arya tidak pernah muncul lagi." Kata suster itu agak bingung kenapa Cantika seperti tidak tahu kenapa suaminya sendiri tidak ke rumah sakit.


"Oh iya terima kasih, saya permisi dulu."


Dia teringat dengan sikap aneh Surya yang masih dia pikir itu adalah Arya.


Cantika melihat ke layar laptop dengan tatapan tak percaya.


Beberapa hari berlalu seperti biasanya, Surya pamit ke rumah sakit sambil mengantar Danish ke sekolah dan Cantika kini menjadi sangat misterius.


Cantika selalu keluar saat Surya dan Danish sudah meninggalkan rumah.


"Sial, aku terjebak oleh permainanku sendiri." Surya menendang ujung tempat tidur, dia sangat kesal karena sudah lebih dari seminggu dia mencoba mendekati Cantika tapi selalu saja gagal. Bahkan sekarang dia bingung bagaimana cara mengambil cincin yang kini berada di makam mendiang kakek Cantika yang di jaga ketat itu.

__ADS_1


"Aku harus bisa mengambil cincin itu."


Surya bertekad harus bisa mengambil cincin itu bagaimanapun caranya.


Esok hari seperti biasa Surya pamit ke rumah sakit sambil mengantar Danish ke sekolah.


Melihat Surya menurunkan Danish dari mobil seperti menurunkan penumpang angkot Cantika merasa sangat marah.


"Sayang, kamu jangan sedih yah, mama janji sebentar lagi papa Danish yang perhatian dan penuh kasih sayang akan Danish dapatkan kembali."


Cantika memeluk putra kecilnya dengan penuh cinta.


Cantika sudah mengetahui siapa Surya sebenarnya, beberapa hari ini dia keluar rumah secara misterius itu untuk menemui Arya yang kini sudah membaik setelah dirawat oleh dokter Viki di rumah lama Cantika.


Cantika teringat, dia melihat rekaman CCTV yang belum sempat dia copot di kamar Danish melalui laptopnya.


Disana terlihat jelas Surya yang sedang mengungkapkan identitasnya sendiri. Rokok, nada suara, bahkan sebuah tato di lengan Surya yang tidak pernah Arya miliki.


Dan setelah berpikir Cantika menyadari pertamakalinya dia merasakan keanehan pada Arya dan menebak di gereja tua itu mungkin dia bisa menemukan petunjuk tentang keberadaan Arya.


Benar saja, di depan gereja tua itu Cantika menemukan kancing kemeja Arya yang dia buat sendiri. Cantika kembali teringat jika di malam dia diselamatkan dari Remon, Arya datang menggunakan kemeja yang tidak pernah Cantika lihat.


Cantika menemukan pokok permasalahannya dan mengerti jika yang menyelamatkannya malam itu bukan suaminya tapi orang yang sama persis dengannya.


Cantika berlari memasuki rumah lamanya dan berteriak memanggil suaminya, dia sangat yakin jika malam itu orang yang menyamar sebagai suaminya itu membawa Arya ke rumahnya tanpa dia sadari.

__ADS_1


Mendengar suara Cantika, Arya yang setengah sadar berusaha bersuara namun karena tiga hari tidak makan ataupun minum, dia menjadi sangat lemah dan tenggorokannya kering. Arya mencoba sebisa mungkin membuat suara yang akan Cantika dengar dan dengan susah payah Arya berhasil menjatuhkan sebuah kendi di ruangan itu.


Mendengar barang jatuh, Cantika berlari kesumber suara dan betapa terkejutnya dia saat mendapati suaminya dalam keadaan memprihatinkan. Cantika yang panik dan hawatir tidak bisa membawa Arya pulang ataupun ke rumah sakit karena takut di ketahui oleh Surya, jadi dia menghubungi Viki untuk datang dan merawat Arya disana.


__ADS_2