Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Bi Susi Kembali


__ADS_3

Rika berlari keluar dari rumah Arya, dia menangis sambil terus berlari di tengah gelapnya malam. Sudah tidak ada kendaraan yang lewat, Rika mau tak mau menelpon ibunya untuk menjemputnya.


"Kenapa kamu bisa disini, bukankah kamu sedang jalan-jalan dengan Remon?" Sarah yang tiba di tempat Rika menunggu merasa heran melihat keadaan Rika.


"Maafkan Rika Mah." Rika menceritakan segalanya pada ibunya dan meminta maaf karena dia telah berbohong pada ibunya. Dia bilang pada ibunya jika dia mulai berkencan lagi dengan Remon dan dia akan keluar jalan-jalan dengan Remon.


Sarah terkejut dengan perkataan Rika, dia pikir anaknya itu sudah mengikhlaskan Arya dan telah balikan dengan Remon tapi ternyata dia malah bekerjasama dengan Remon untuk memisahkan Arya dan Cantika.


Sarah benar-benar di buat pusing oleh Rika.


"Dengarkan Mama, buang semua rencana busukmu itu dan lupakan Arya. Dia itu sudah menjadi suami dan ayah seseorang." Jika itu dulu mungkin Sarah akan mendukung Rika tapi sekarang setelah menyadari kebaikan dan ketulusan Cantika Sarah tidak lagi bisa membiarkan Rika mengusik kehidupan Cantika lagi. Sarah begitu berterima kasih pada Cantika yang telah membantu memululihkan bisnis keluarganya sehingga dia dan keluarganya tidak jadi gelandangan. Darah tidak bisa melupakan jasa baik Cantika.


"Mah, aku ini putrimu harusnya mama mendukungku dong." Rika merasa kesal karena ibunya tidak lagi mendukungnya dan malah membela Cantika.


"Maaf Rika tapi jika mama sampai mengetahui kamu masih mengusik kehidupan Cantika dan Arya maka mama akan meminta ayahmu untuk mengirimmu jauh ke luar negeri." Sarah tak punya cara lain untuk menghentikan Rika selain mengancamnya, tapi itu bukan sekedar ancaman karena jika Rika masih mengganggu kehidupan Cantika maka Sarah benar-benar akan melakukannya.

__ADS_1


Rika sangat kesal dan memilih untuk duduk diam di dalam mobil.


Sedang Remon sedang di interogasi oleh pihak polisi.


Remon mengakui jika dia memang sengaja menculik Danish, jika dia tidak mengaku juga percuma karena dia telah ditangkap basah di tempat kejadian.


Polisi memasukkannya ke dalam ruang tahanan.


"Jangan senang dulu Arya, aku akan keluar dari sini dan aku akan kembali untuk mendapatkan yang aku mau." Gumam Remon sambil memukul jeruji penjara, dia begitu kesal tapi tidak bisa berbuat banyak.


Beberapa hari berlalu dengan damai, hari-hari Arya dan keluarganya kembali tenang. Danish juga anak yang kuat dan pemberani, dia tidak menyisahkan trauma apa pun tentang penculikan yang telah dia alami. Melihat putranya tersenyum bahagia Arya dan Cantika merasa sangat bersyukur.


Bi Susi memasuki rumah dan langsung menghampiri Danish.


"Nenek..." Danish yang kecil berlari dan memeluk kaki Bi Susi.

__ADS_1


"Bibi sudah kembali?" Cantika menyapa Bi Susi, tapi Bi Susi malah menyapa Arya.


"Nak Arya bagaimana kabar kamu saat Bibi tidak disini?"


"Alhamdulillah baik Bi, ada Cantika yang mengurusku dengan sangat sempurna. Bibi bagaimana perjalanannya?" Tanya Arya pada Bi Susi, Arya tidak menyadari jika wajah Cantika sedang tidak baik. Cantika merasa Bi Susi sengaja tidak menghiraukannya tapi Arya tidak menyadari itu.


"Baik, semuanya berjalan baik." Jawab Bi Susi. Tapi jawabannya itu membuat Cantika merasa ada yang aneh, selama 7 tahun Cantika bersama Bi Susi, Bi Susi selalu mengucapkan hamdalah saat menjawab pertanyaan yang baik tapi sekarang... bahkan tadi saat dia memasuki rumah dia tidak mengucapkan salam. Cantika terus memperhatikan Bi Susi tapi Bi Susi tetap tidak menghiraukannya.


"Bibi ke kamar dulu yah, cucuku sayang tunggu yah nanti nenek temani main nenek mau bersih-bersih dulu." Bi Susi menyapa Arya dan Danish tapi tidak menyapa Cantika, entah karena sengaja atau tidak tapi Cantika merasa sedikit sedih.


"Kamu kenapa sayang apa tidak enak badan?" Arya melihat wajah Cantika seperti tidak baik dan mendekatinya.


"Ah tidak kok aku tidak kenapa-kenapa, yah sudah aku ke dapur dulu ini sudah mau jam makan siang." Cantika masuk ke dapur, dia tidak mungkin mengatakan pada Arya tentang keanehan yang dia lihat dari Bi Susi karena Bi Dusi sudah seperti ibu kandung bagi Arya. Cantika takut jika yang dia pikirkan ternyata tidak benar dan akan menyinggung Arya. Lagian mungkin saja Bi Susi hanya lagi capek jadi tidak sempat menyapanya, pikir Cantika.


Bi Susi duduk di atas kasur dan berpikir tentang perkataan keluarga mendiang suaminya yang dia temui di kampung halamannya.

__ADS_1


"Benar yang mereka katakan, kamu telah mempengaruhi Arya dan diriku. Kami meninggalkan keyakinan kami karena dirimu. Memang apa hebatnya keyakinanmu keyakinan kami juga sangat baik dan suci." Gumam Bi Susi.


Setibanya di kampung halamannya Bi Susi berniat mengubah makam mendiang suaminya menjadi makan islam tapi keluarga mendiang suaminya tidak mengizinkannya dan mengatakan kalau Bi Susi sudah terpengaruh oleh keyakinan yang salah. Keluarga mendiang suami Bi Susi meyakinkan Bi Susi untuk kembali ke keyakinannya yang sebelumnya dan entah bagaimana Bi Susi memutuskan kembali ke keyakinan lamanya bahkan dia juga berjanji akan membawa Arya ke keyakinnya lagi bersama Danish.


__ADS_2