
"Ada apa ini?" Tanya Arya dan Cantika bersamaan.
Arya dan Cantika merasa heran saat banyak suster yang keluar masuk dari ruangan Pak Rohim.
"Kondisi pasien tiba-tiba melemah, kami juga kebingungan karena seharusnya ini tidak terjadi." Kata suster disana.
Arya dan Cantika masuk ke ruangan Pak Rohim dengan panik.
"Apa yang terjadi?" Tanya Arya pada dokter Viki yang sedang serius menangani Pak Rohim.
"Ini sangat sulit Dok, kasus yang serupa dengan kasus virus waktu itu kembali terjadi, tapi kasus kali ini begitu kuat dan saat aku memberi penawar yang sama pasien malah semakin melemah." Kata dokter Viki kebingungan.
Mendengar perkataan dokter Viki Arya juga sangat heran dan terkejut.
Cantika menangis sesedukan melihat kondisi ayahnya yang tiba-tiba melemah kembali, padahal Bi Susi sudah di penjara lalu siapa yang melakukan ini lagi? pikir Cantika. Tapi ada satu nama yang dia sangat yakini.
__ADS_1
"Remon, pasti dia yang melakukannya. Karena dia juga yang memberikan obat yang sama kepada Bibi waktu itu." Kata Cantika pada Arya.
"Tapi virus kali ini berbeda, virusnya bertolak belakang dengan obat penawarnya, jadi saat penawar diberikan kepada pasien, itu menyebabkan komplikasi." Kata dokter Viki.
"Jika virus kemarin bisa kita hancurkan dengan penawar yang kita buat, dan virus kali ini bertolak belakang dengan penawar itu maka aku tahu cara membuat penawar virus kali ini." Kata Arya yakin, dia pernah mempelajari ilmu medis kuno itu dari sebuah desa terpencil asal virus itu.
Mungkin Allah memang menciptakannya dan mentakdirkannya mempelajari ilmu medis kuno itu demi untuk menyelamatkan ayah istrinya yang kini bersandar lemah di pojok ruangan.
Waktu itu Arya tidak sengaja lewat di sekitar desa terpencil itu, dia melihat orang tua yang tergeletak di pinggir jalan akibat tabrak lari. Arya menolong orang itu, dan karena orang tua itu sangat berterima kasih kepada Arya, orang tua itu mengajaknya melihat-lihat desanya yang sudah sangat jarang orang memasukinya. Orang tua itu berbincang-bincang dengan Arya dan sampailah dia pada pembahasan pengobatan kuno. Orang tua itu melihat Arya tertarik dan mengajari Arya banyak hal, termasuk membuat penawar dari virus-virus langkah seperti virus yang ada pada tubuh Pak Rohim.
"Percayakan semuanya padaku, yakinlah."
Cantika berjalan keluar dari sana, dia menghubungi Remon dan langsung di angkat olehnya.
"Apa yang kamu inginkan?" Tanya Cantika.
__ADS_1
"Haha, ini yang aku tunggu." Remon yang sudah menebak Cantika pasti akan menghubunginya tertawa menjawab Cantika.
"Katakan apa maumu? kenapa kamu tega melakukan ini pada ayahku?" Tanya Cantika lagi, dia tidak mau berbasa basi dengan orang seperti Remon.
"Dirimu." Kata Remon.
"Haha, kamu pikir kamu pantas untukku? pria sebusuk dirimu tidak pantas untuk siapapun." Kata Cantika sambil tertawa remeh.
"Tapi jika kamu ingin ayahmu selamat, maka kamu harus mau mendengarkanku karena hanya aku yang tahu penawar virus tersebut." Ancam Remon dengan yakin Cantika pasti akan menurutinya demi mendapatkan penawar itu.
Tapi dia tidak menduga jika Cantika malah semakin menertawakannya.
"Haha kamu pikir bisa menekanku dengan ancaman rendahanmu itu? Allah selalu bersama hambanya yang dia kasihi. Aku tidak membutuhkan penawarmu itu." Kata Cantika, padahal dalam hatinya dia agak ragu dengan perkataannya sendiri setelah mengingat kondisi ayahnya, tapi dia mencoba terlihat tak selemah itu di hadapan Remon. Cantika juga sangat berharap dan berdoa, semoga Arya benar-benar bisa membuat penawar untuk virus kali ini.
"Kamu pikir kali ini suamimu bisa menyelamatkan ayahmu? tidak semudah itu, virus kali ini berbeda dengan yang kemarin." Ancam Remon lagi dengan geram.
__ADS_1
"Jangan hawatirkan itu, berdoa saja untuk keselamatanmu sendiri, karena kali ini kamu akan membusuk di penjara." Cantika mematikan telponnya, dia terlalu muak dengan Remon dan ancamannya itu.
Cantika tahu, jika suaminya bukan orang yang suka bicara besar, jika Arya berjanji padanya maka Arya pasti bisa menepatinya. Cantika sangat yakin jika suaminya mempunyai cara untuk menyembuhkan ayahnya.