Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Cincin Dewa


__ADS_3

Arya memeluk Cantika dan membawa Cantika masuk kedalam rumah lama Cantika.


"Kita istirahat disini dulu, Danish sedang ada piknik libur panjang bersama guru dan teman-temannya, jadi kamu tidak perlu memikirkannya. Aku juga sudah menyuruh Pak Sofian menjaga Danish disana."


Kemarin Danish bersama teman-teman dan gurunya berangkat untuk piknik kecil sambil belajar di alam luar. Tapi Arya sudah menyuruh supirnya untuk menjaga Danish, jadi Arya bisa tenang.


Cantika mengangguk lalu memeluk erat suaminya. Tadi dia begitu ketakutan saat Remon menculiknya.


"Sudah, semuanya sudah berlalu, Remon akan membusuk di penjara dan tidak akan mengejarmu lagi." Arya mengelus kepala Cantika.


"Dia tidak mengejarku." Kata Cantika sambil mengangkat kepalanya menatap suami di depannya. Dia merasa saatnya suaminya tahu tentang cincin yang dijuluki cincin dewa itu.

__ADS_1


Arya menatap Cantika dengan bingung.


Cantika melepas pelukannya lalu berdiri dan melangkah ke sebuah ruangan kecil yang Arya sendiri terkejut melihat ada ruangan rahasia di dalam kamar itu.


Arya mengikuti Cantika memasuki ruang rahasia tersebut.


Cantika membuka sebuah kotak kecil yang di dalamnya ada sebuah cincin yang terlihat begitu unik.


"Remon menginginkan cincin ini, Almarhumah ibu adalah keturunan terakhir pendeta yang dijuluki dewa penguasa beberapa tahun lalu. Aku juga baru mengetahuinya tak lama setelah ibu meninggal. Ibu hanya pernah mengatakan padaku jika aku harus menjaga cincin dari kakek ini, aku tidak memakainya karena takut menghilangkannya. Ibu juga pernah mengatakan kalau aku mengalami sesuatu yang mendesak, aku bisa bersembunyi di ruangan rahasia ini. Jadi saat ayah menebus kembali rumah ini untukku, aku menyimpan cincin ini disini agar tidak hilang, aku sama sekali tidak tahu jika cincin ini merupakan cincin yang di cari-cari orang seperti Remon." Kata Cantika sambil menatap cincin di tangannya.


"Lalu kapan kamu mengetahui jika cincin ini merupakan cincin dewa yang bisa menjadikan pemiliknya penguasa yang akan di puja?" Tanya Arya.

__ADS_1


Cantika menatap Arya.


"Saat Remon menanyakannya untuk yang pertamakali, awalnya aku tidak mengerti, tapi Remon sendiri yang memberi tahuku kalau cincin ini merupakan cincin dewa yang hanya pantas dipakai oleh orang yang ingin menjadi pendeta dan bukan orang muslim sepertiku." Jawab Cantika.


"Lalu bagaimana sekarang? jika orang-orang seperti Remon mengetahui cincin ini berada di tangamu mereka juga akan melakukan hal yang serupa dengan Remon, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa." Kata Arya.


"Aku akan menghancurkan cincin ini." Kata Cantika.


Tapi yang membuatnya terkejut adalah, saat dia mencoba menghancurkan cincin itu dengan memukulnya dengan palu, cincin itu tidak tergores sedikitpun.


"Tidak sembarangan menamakan cincin ini cincin dewa, cincin ini tidak bisa hancur dengan benda keras apapun." Kata Arya saat Cantika terus mencoba menghancurkan cincin itu.

__ADS_1


"Lalu bagaimana sekarang?" Cantika bingung jika tidak bisa menghancurkan cincin itu, maka pasti akan ada orang berikutnya yang akan mengincar cincin itu lagi, dan itu akan membuat orang itu berkuasa dan kembali memperbesar pengaruh non-muslim dan membuat islam tertelan bumi lagi di kota itu, seperti yang telah mendiang kakeknya lakukan. Itulah sebabnya, di kota sebesar itu tidak ada yang mengenal islam saat Cantika belum memperjuangkan islam melalui novelnya.


__ADS_2