
Cantika menyajikan sarapan pagi di meja makan.
Arya dan Danish sudah duduk disana tapi Bi Susi belum kelihatan.
"Tadi Bi Susi juga tidak ada di dapur, biasanyakan dia selalu berebut dapur denganku." Pikir Cantika.
"Apa selesai sholat subuh Bibi tidur lagi makanya belum bangun?" Tanya Arya pada Cantika.
Cantika merasa bingung harus menjawab apa, dia tahu Bi Susi tidak mungkin sholat. Tapi kalau masih tidur itu mungkin saja.
"Biar aku lihat." Cantika berdiri dan pergi ke kamar Bi Susi tapi dia tidak melihat Bi Susi disana.
__ADS_1
"Bibi tidak di kamar." Kata Cantika.
"Kemana Bibi sepagi ini?" Tanya Arya.
"Apa Bibi ke gereja?" Pikir Cantika dalam hati.
"Selamat pagi, maaf tadi Bibi habis lari-lari pagi tapi tidak sadar sampai kesiangan." Bi Susi memasuki rumah dan bergabung di ruang makan.
Tapi Cantika yakin Bi Susi tidak mungkin dari berolahraga karena tidak ada jejak keringat sedikit pun di wajahnya. Dan soal menutup aurat Cantika yang tahu jika itu hanya sandiwara Bi Susi. Entah apa tujuan Bi Dusi menutupi semua itu tapi Cantika pasti akan mencari tahu.
Setelah sarapan Arya dan Danish berangkat bersama, Arya mengantar Danish ke sekolah kemudian dia ke rumah sakit.
__ADS_1
Cantika tinggal di rumah beberapa hari ini untuk menjaga Pak Rohim, sebenarnya dia ingin pergi ke percetakan dia ingin bertemu dengan Remon. Dia merasa Remon menyembunyikan sesuatu darinya. Dia kembali teringat dengan Remon yang bilang kalau Pak Rohim tanpa sengaja menghubungi nomornya waktu Pak Rohim mengalami gejalah stroke. Tapi itu sangat aneh. Kontak dengan inisial "R" itu berada jauh di bawah nama kontak yang lain, jika tidak sengaja di hubungi tidak mungkin terhubungi. Akan masuk akal jika Pak Rohim tanpa sengaja menghubungi nomor Arya atau Cantika waktu itu. Karena inisial nama Arya berada paling depan. Atau nomor Cantika karena nama kontak Cantika di handphone Pak Rohim adalah Aisyah Cantika. Tapi kalau Remon itu sangat tidak masuk akal. Dan lagi jika memang pemikiran Remon normal kenapa dia membawa Pak Rohim yang sedang kritis ke rumah sakit yang sangat jauh dari rumah Pak Rohim sedang Remon tahu rumah sakit Arya jauh lebih dekat dari rumah Pak Rohim dan juga tak kalah bagus dari rumah sakit kota.
Cantika terus memikirkan semua itu. Dia ingin sekali pergi ke percetakan dan meminta penjelasan Remon tapi dia tidak bisa meninggalkan Pak Rohim sendiri.
"Bi apa Bibi akan keluar hari ini?" Tanya Cantika pada Bi Susi, dia berniat menitipkan Pak Rohim sebentar pada Bi Susi. Meski Bi Susi telah kembali ke keyakinan lamanya tapi mungkin Bi Susi masih menganggap Pak Rohim kerabat atas dasar Pak Rohim adalah mertua Arya.
Bi Sisi bingung dengan Cantika yang bertanya demikian "Tidak, kenapa?"
"Kalau Bibi tidak keberatan aku mau nitip ayah sebentar, aku ada urusan penting di percetakan." Kata Cantika agak ragu.
Bi susi berpikir lama, saat Cantika mengira dia tidak mau Bi Susi malah berkata "Bisa, aku akan menjaga ayahmu. Bagaimana pun dia mertua Arya dan hubungan aku dan ayahmu juga lumayan baik selama ini."
__ADS_1
"Terima kasih Bi, aku akan cepat pulang." Cantika segera mengambil tas dan meminta sopir mengantarnya ke percetakan.