
"Assalamu'alaikum kakek. Danish dan mama datang, lihat mama membuatkan bubur ayam yang lezat buat kakek."
Danish menghampiri Pak Rohim dengan ceriah layaknya seorang anak yang sudah dewasa meski usianya masih begitu kanak-kanak. Dia tidak menangis di hadapan Pak Rohim. Di perjalanan Cantika telah menceritakan kondisi Pak Rohim dan Danish yang pintar mengerti jika dia tak boleh terlihat sedih di hadapan Cantika dan Pak Rohim agar mereka juga tidak tambah sedih.
Pak Rohim mengedipkan matanya lalu tersenyum pada Danish.
Melihat putranya begitu kuat dan dewasa Arya dan Cantika termotifasi untuk lebih kuat seperti Danish. Yang Pak Rohim butuhkan usaha dan doa mereka bukanlah kesedihan dan air mata.
Cantika menyuapi Pak Rohim bubur yang dia bawah dari rumah.
"Kamu juga makan, aku juga membawakan makanan untukmu." Kata Cantika pada Arya yang melihatnya disana.
"Kamu sendiri apa sudah makan?" Tanya Arya, dia yakin kalau dalam situasi seperti ini pasti Cantika belum bisa makan.
Cantika hanya diam sambil terus menyuapi Pak Rohim.
__ADS_1
Arya berdiri disana sampai Cantika selesai menyuapi Pak Rohim lalu Arya juga duduk di sebelah Cantika dan menyuapi Cantika.
"Sekarang giliran kamu yang makan." Kata Arya.
Cantika menggelengkan kepalanya, dia tidak ada nafsu makan saat ini.
"Kalau kamu tidak makan bagaimana bisa ada tenaga untuk menjaga ayah. Dan kalau kamu sakit lalu bagaimana dengan kami semua? ayo makan." Arya kemudian menyuapi Cantika, dan Cantika juga menyuapi Arya. Mereka saling menyuapi sampai tidak menyadari Danish yang di dekat mereka sedang tersenyum memperhatikan kemesraan mereka.
Sedang di tempat lain Remon sedang bertemu dengan seorang wanita yang membalut tubuhnya dengan kain panjang.
"Aku tidak tahu harus bilang apa, sangat sulit untuk memecah belah mereka. Aku sudah berusaha tapi sampai saat ini masih belum ada hasil. Tapi kamu tenang saja, aku tidak akan berhenti sebelum rencana kita berhasil." Kata wanita misterius itu.
"Baiklah, sekarang pergi dari sini. Jangan sampai ada yang mengetahui hubungan kita." Kata Remon pada wanita misterius itu lalu pergi dari sana ke arah yang berlawanan.
Rika yang tak sengaja melihat Remon dan wanita misterius itu keluar dari pojok ruangan merasa penasaran.
__ADS_1
"Rencana apa lagi yang Remon buat kenapa tidak melibatkanku apa karena dia kesal waktu itu aku menggagalkan rencananya? dan siapa wanita itu? Remon memanggilnya tante. Tapi aku tidak tahu jika Remon memiliki kerabat di kota ini selain ibunya." Rika penasaran dengan wanita misterius itu. Rika ingin mengejarnya tapi wanita misterius itu menghilang dengan cepat.
"Remon, mama tidak suka kamu terus mengejar Cantika. Dia itu seorang muslim dan kita sebagai keturunan pendeta tidak mungkin bisa menjalin hubungan dengannya." Molla ibu Remon sangat setres melihat putra satu-satunya yang akan menjadi penerus keluarganya sibuk mengejar Cantika. Molla berharap setelah suaminya yang berprofesi pendeta besar di kota tersebut tiada Remonlah yang menggatikannya. Tapi Remon kini malah terperangkap oleh seorang wanita muslim yaitu Cantika.
"Mah, mama tenang dulu oke? meski Remon sangat mengidamkan Cantika tapi Remon tidak akan meninggalkan tugas Remon. Remon akan menggantikan mendiang ayah tapi nanti setelah Remon berhasil mendapatkan Cantika."
"Apa yang kamu sukai dari wanita muslim itu selain dia terkenal dengan novel-novelnya tidak ada yang istimewah darinya. Bahkan kamu bilang dia sangat cantik terus buat apa jika kecantikannya itu tertutupi dengan kain panjangnya itu."
Ibu Remon tidak habis pikir kenapa putranya bisa begitu tergila-gila pada Cantika yang menurutnya biasa saja.
"Aku menyukainya saat aku pertama kali melihatnya, saat itu dia belum pindah keyakinan. Mama percaya padaku aku akan membuatnya kembali ke keyakinan lamanya sama dengan keyakinan kita. Dan mama akan sangat bangga saat itu terjadi karena menantu mama adalah seorang penulis terkenal dan kecantikannya akan terkenal bersama tulisannya. Dan satu yang mama tidak ketahui, dia itu pemilik percetakan terbesar di kota ini sekarang." Remon terus berusaha meyakinkan ibunya agar ibunya mendukung rencananya.
"Terserah kamu saja, tapi ingat janjimu kalau kamu akan menduduki posisi mendiang ayahmu secepatnya. Ibu sudah susah payah menebus jaminanmu di kantor polisi dan juga merayu wanita simpanan mendiang ayahmu yang menjijikkan itu agar dia mau membantumu." Selesai berkata ibu Remon langsung pergi dari sana meninggalkan Remon sendiri di ruang tamu.
Remon tersenyum puas karena saat ini dia merasa mempunyai dukungan yang besar yaitu dari ibu dan wanita misterius yang dia panghil tante itu.
__ADS_1
Wanita itu merupakan wanita simpanan mendiang ayahnya, dan ibunya sangat membenci wanita simpanan itu. Tapi masa bodoh dengan perasaan ibunya yang penting baginya dia dapat manfaat besar jika wanita itu mau menjadi pendukungnya.