
"Maafkan Bibi."
Bi Susi yang sudah membersihkan diri dan berganti pakaian menghampiri Arya dan Cantika yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Kenapa Bibi terus mengatakan itu? kami telah lama memaafkan Bibi." Cantika berdiri dan menarik Bi Susi untuk duduk bersama disana.
"Iya Bi, Cantika benar, kami sedikit pun tidak mempermasalahkan semua hal yang telah berlalu." Ucap Arya.
Bi Susi menjatuhkan air matanya, dia begitu menyesal telah tertipu oleh Remon.
Bi Susi tidak memiliki anak kandung bersama mendiang suaminya, Remon satu-satunya putra mendiang suaminya dengan Molla. Remon menjanjikan padanya untuk memanggil dirinya 'Ibu' jika Bi Susi bersedia melakukan yang dia minta. Bi Susi tentu sangat mengharapkan itu, putra pria yang sangat dia cintai memanggilnya ibu, itu adalah berkah baginya.
Tapi seiring berjalannya waktu, Bi Susi merasa kesal kepada Remon. Anak itu sama sekali tidak menghormatinya tapi hanya memperalatnya saja.
Dan saat Bi Susi mau berhenti bekerja sama dengannya itu sudah terlambat, Remon memiliki bukti kejahatannya di antaranya rekaman saat dia yang terlalu marah hingga menusuk suaminya dengan pisau hingga suaminya mati di depannya.
Bi Susi terpaksa, harus terus mengikuti perkataan Remon.
Setelah sholat subuh, Cantika yang mau turun ke dapur mendengar suara lantunan ayat suci dari kamar Danish, tapi itu bukan suara Danish.
Cantika tersenyum saat melihat ternyata Bi Susi yang sedang mengajari Danish murotal.
"Mama kemari, dengarkan suara Nenek sangat merdu." Danish melihat Cantika dan memanggilnya masuk.
Bi Susi menghentikan bacaannya karena canggung dengan Cantika.
__ADS_1
"Maa syaa allah, Bibi bisa murotal?" Tanya Cantika, setaunya dulu saat Bi Susi masih memeluk islam, Bi Susi bahkan tidak bisa murotal dan sekarang...
"Iya, selama di penjara Bibi mengikuti kegiatan islamiah yang ada di penjara. Disana disediakan tempat bagi tahanan yang mau belajar islam dari sholat, membaca al-qur'an, bahkan murotal dan tilawah." Jawab Bi Susi.
"Maa syaa allah, alhamdulillah ya Allah." Cantika tentu tau jika saat ini Bi Susi kembali memeluk islam.
Arya yang melihat dari balik pintu tersenyum bahagia dan berdoa. "Semoga kali ini Bibi selamanya dalam islam, aamiin."
Pagi itu, dapur di rumah Arya kembali hidup.
"Bibi yang potong ini, kamu cuci yang itu."
Bi Susi dan Cantika kembali sibuk di dapur seperti sedia kala.
Arya sangat bahagia melihat hal itu, bahkan saking bahagianya dia juga mau bergabung, tapi Bibi dan Cantika kompak tidak membiarkannya.
"Kalian mau membawa Bibi kemana? Bibi Sudah tua, tidak perlu jalan-jalan lagi." Ucap Bi Susi saat mobil Arya masih terus melaju.
Cantika tersenyum melihat Arya "Ini kejutan, Bibi akan mengetahuinya nanti."
Arya menghentikan mobilnya di sebuah rumah yang lumayan besar dan mewah.
"Assalamualaikum." Ucap Arya, Cantika, Danish dan Bi Susi bersamaan.
"Waalaikumsalam." Jawab semua orang yang terlebih dahulu sampai disana.
__ADS_1
"Nak A..Ar...Ar?" Bi Susi tidak bisa bicara dengan benar saat melihat di depannya kini ada dua wajah yang sama persis.
Iya, hari ini Surya dan Rika membeli rumah baru, meski tidak lebih besar dari Rumah Arya, tapi ini sudah sangat besar bagi keduanya.
"Surya." Surya yang terlebih dahulu sudah di kabari oleh Arya jika akan membawa Bi Susi kesana menghampiri Bi Susi dan mencium punggung tangan wanita yang telah di anggap ibu oleh saudaranya itu.
"Surya?"
"Iya Bi, dia kak Surya, kembaran aku." Arya mulai menceritakan tentang Surya dan bagaimana mereka bisa bertemu dengan singkat.
Bi Susi tentu sangat terkejut, karena dia telah merawat Arya dari kecil tapi tidak tau jika Arya memiliki saudara kembar.
Bi Susi menjadi pengasuh Arya saat Ibu Arya dan Ayahnya sudah berpisah. Jadi tentu Bi Susi tidak mengetahuinya, bahkan dia juga bingung saat dulu Arya pernah menunjukkannya foto yang di dalamnya ada bayi kembar, tapi Bi Susi tidak tau itu foto siapa.
Bi Susi lebih terkejut lagi saat melihat, Rika dan Sarah telah berubah.
Rika yang perutnya mulai membesar menghampiri Bi Susi dan mencium tangannya.
"Istri Surya?" Tebak Bi Susi yang di sambut anggukan oleh Rika sambil tersenyum.
Kini keluarga itu menikmati makan siang bersama dengan sangat bahagia.
...End...
...Lanjut ke cerita selanjutnya yuk sahabat di "Islam Teman Sepiku"...
__ADS_1
...Terima kasih...