Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Mirip


__ADS_3

"Ayah, tolong bangun, Cantika membutuhkan ayah."


Cantika menangis sambil memeluk ayahnya yang masih belum sadarkan diri.


Arya yang sedang renggang keluar dari rumah sakit dan menuju ke rumah Remon. Karena dia dan Remon dulunya berteman baik jadi Arya tentu tahu rumah Remon dan mengenal ibu Remon.


"Eh tumben kamu kesini Nak Arya?"


Meski terkejut dan bingung Molla menyambut Arya dengan baik. Sebenarnya hubungan Arya dan Molla lumayan dekat, bahkan alasan Molla awalnya melarang putranya mengejar Cantika karena Molla tidak sampai hati menghancurkan kebahagiaan Arya.


"Iya tante, maaf Remonnya ada?" Tanya Arya tak ingin lama berbasa-basi.


Molla menebak-nebak masalah apa yang telah putranya itu lakukan, seandainya bukan demi membujuknya menjadi penerus mendiang ayahnya Molla juga tidak akan mengizinkan putranya itu bertingkah seperti pria murahan yang mengejar istri orang. Apalagi putranya itu sampai bekerja sama dengan wanita yang sudah bermain dengan suaminya.


"Remon sangat jarang pulang Nak Arya, tante juga kadang sulit menghubunginya."


Molla tidak berbohong, sejak Remon bergabung di percetakan Pak Rohim, dia memang sangat jarang pulang, bahkan hanya pernah pulang sekali dan Remon juga sangat sulit dia hubungi.

__ADS_1


"Oh ya sudah terima kasih, tolong beri tahu Remon saat dia pulang kalau aku teman baiknya datang mencarinya." Arya pergi dari sana.


Molla terus menghubungi Remon tapi tidak juga tersambung.


"Dasar anak sialan, sekarang dia sudah lebih seperti putra kandung wanita ****** itu dari pada putraku sendiri."


Molla begitu kesal karena dia sangat tahu jika sekarang putranya itu sedang menjalankan rencananya bersama Bi Susi.


Sore hari Arya pulang dari rumah sakit, Bi Susi yang tidak menyangka Arya akan pulang cepat masih beribadah di gereja dekat kompleks.


"Apa aku salah lihat?" Gumam Arya saat melihat sosok wanita yang sangat mirip Bi Susi di halaman gereja tanpa mengenakan hijab.


"Assalamualaikum, Bi? Bibi?" Arya mencari Bi Susi sekeliling rumah tapi tidak juga menemukannnya.


Tanpa banyak pikir Arya naik ke kamarnya. Melihat kamar dan tempat tidur yang kosong itu Arya mengingat Cantika. Arya sontak teringat dengat kata-kata Cantika untuk lebih memperhatikan gerak-gerik Bi Susi, kemana dan ngapain dia. Arya kembali mengingat orang yang dia lihat di halaman gereja tadi, itu sangat mirip Bi Susi, tapi tidak mungkin.


Selesai Arya membersihkan dirinya dia turun ke dapur dan melihat Bi Susi baru masuk dari luar rumah.

__ADS_1


"Bibi dari mana?" Tanya Arya.


Bi Susi sangat terkejut mendapati Arya sudah di rumah dengan pakaian rumahannya. Dia pasti sudah lama pulang, pikir Bi Susi.


Bi Susi kebingungan menjawab, alasan apa yang cocok dia berikan sore hari gini. Jalan-jalan sehat kayaknya tidak mungkin.


"Emm Bibi dari keluar, bosan di rumah sendiri jadi keluar cari angin saja." Jawab Bi Susi asal.


Arya sedikit percaya dengan omongan Bi Susi dan tidak mengungkit wanita yang mirip dengannya tadi karena pakaian Bi Susi saat ini tertutup rapat dengan hijab panjang, sangat berbeda dengan yang dia lihat tadi.


Bi Susi merasa aman karena Arya tidak bertanya lagi.


Bi Susi masuk ke dapur dan menyiapkan makanan untuk Arya.


"Tidak usah repot Bi, aku sudah makan di jalan. Aku sedikit lelah jadi mau istirahat."


Arya kembali ke kamarnya, kemudian melihat-lihat handphonenya. Dia berpikir apakah dia menelpon Cantika atau tidak. Dia sangat sangat merindukan istri dan putranya.

__ADS_1


Tapi Arya menahan keinginannya, dia yakin Cantika pasti masih belum mau bicara padanya.


Arya membuka aplikasi dimana Cantika menulis novel-novelnya. Saat ada waktu luang Arya memang selalu membaca novel-novel Cantika, karena selain untuk melepaskan rindu pada istrinya melalui tulisan indahnya, Arya juga sambil terus belajar memperdalam akidahnya.


__ADS_2