
"Kenapa polisi belum memberi kabar dan penculik itu juga tidak menghubungi kita untuk meminta tebusan, ini sudah malam bagaimana keadaan Danish huhu." Kata Cantika sedih. Dia bersandar di bahu Arya dan belum berhenti menangis dari tadi.
"Tenang sayang yang sabar, Allah tidak akan menguji kita lebih dari kemampuan kita sendiri." Meski Arya juga sangat mencemaskan Danish tapi sebagai suami dia harus menenangkan istrinya.
Suara dering handphone Cantika berbunyi.
"Nomor tidak dikenal, ini mungkin dari penculik itu." Cantika memberikan handphonenya pada Arya.
"Jika ingin anakmu baik-baik saja pertama-tama jangan libatkan polisi, dan yang paling penting jika kamu mau melihat anakmu selamat maka segera ceraikan istri kamu." Kata suara di seberang telepon.
Arya sangat kaget mendengar permintaan penculik tersebut, Arya kira penculik akan meminta uang tebusan dan Arya tentu rela mengeluarkan berapa pun untuk putranya. Tapi menceraikan Cantika...
Arya berdiri dan membuat jarak dari Cantika.
__ADS_1
"Apa maksud kamu? cepat kembalikan putraku atau aku akan menyeretmu ke kantor polisi." Arya sangat marah saat ini.
"Aku sudah katakan jika ingin putramu baik-baik saja maka jangan pernah libatkan polisi. Lakukan yang aku minta dan putramu akan kembali dengan selamat jika tidak maka... heh." Ancam Remon di seberang sana.
Arya begitu cemas dan kebingungan.
"Aku akan memberimu uang berapa pun yang kamu mau tapi tolong kembalikan putraku." Cantika merebut ponsel dari tangan Arya karena mengira penculiknya meminta uang yang banyak sehingga Arya kebingungan.
Remon yang mendengar suara Cantika begitu terpesona dengan suaranya. Dia begitu terobsesi pada Cantika sejak dia mengetahui identitas asli Cantika.
"Aku tidak membutuhkan uang, suruh saja suamimu memenuhi permintaanku." Kata Remon lalu menutup teleponnya.
"Ar, tolong apapun yang dia minta berikan saja tapi tolong selamatkan Danish, aku tidak bisa jika dia terluka sedikit pun."
__ADS_1
Cantika begitu cemas dia menangis dan memohon pada Arya.
Arya begitu tertekan saat ini, bagaimana mungkin dia memenuhi kemauan penculik itu.
"Cerai, penculik itu memintaku menceraikanmu." Kata Arya sambil menatap mata Cantika dalam-dalam.
Cantika kaget dengan yang Arya katakan, bagaimana mungkin seorang penculik meminta hal seperti itu. Siapa penculik itu? apa dia seseorang yang tidak menyukai Arya dan dirinya bersama? tapi siapa? tidak ada siapa pun di pikiran Cantika yang bisa dia tebak karena selama 7 tahun pernikahan mereka tidak ada orang ketiga yang mencoba mendekati mereka baik Arya atau pun dirinya.
Melihat Cantika duduk lemas Arya mendekatinya. "Tenanglah itu tidak akan terjadi." Kata Arya lembut.
"Tapi bagaimana dengan Danish?" Tanya Cantika menatap suaminya dengan mata basah.
"Serahkan padaku, tapi aku mohon selama aku berusaha menyelamatkan Danish kamu diam di rumah dan jangan mengatakan apa pun pada penculik itu jika dia menghubungimu."
__ADS_1
Arya sudah memiliki caranya sendiri untuk menyelamatkan Danish tanpa memenuhi permintaan konyol penculik tersebut.