Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Pernikahan


__ADS_3

Di sebuah masjid besar, tempat Arya dan Bi Susi mengucapkan dua kalimat syahadat untuk pertama kalinya telah berlangsung ijab kabul yang di akhiri dengan ucapan sah secara serentak.


Tadinya Cantika tidak menginginkan resepsi pernikahan tapi Pak Rohim tetap mengadakannya dengan alasan bagaimana mungkin pernikahan Aisyah Cantika tidak dirayakan? para penggemarnya pasti akan kecewa.


Pesta pernikahan Arya dan Cantika di adakan di halaman rumah Pak Rohim. Dengan pohon pinus dan sungai yang mengelilingi area rumah di malam hari suasana pesta menjadi begitu indah dan meriah. Banyak tamu yang hadir baik dari pihak Arya maupun dari pihak Cantika dan Pak Rohim untuk memberi ucapan selamat dan doa.


Dua tahun kemudian seorang wanita bercadar sedang mengajari putranya berjalan di halaman rumahnya.


"Nak Cantika minum dulu." Kata Bi Susi yang membawakan minuman dingin dan susu untuk Cantika dan Danish.


Iya, nama putra Arya dan Cantika Danish Zinedin yang artinya anak soleh dan bijaksana.


"Terima kasih Bi, Danish minum susunya dan bilang apa pada Nenek?" Tanya Cantika pada putranya lalu memberinya susu yang dibuat Bi Susi.


"Ima ci." Jawab Danish yang baru belajar bicara bermaksud mengucapkan terima kasih pada Bi Susi.


Cantika dan Bi Susi tertawa gemas dengan tingkah lucu Danish.


"Wah anak Papa sedang minum susu ya?"


Arya yang baru pulang dari rumah sakit langsung menghampiri Danish dan menggendongnya.


"Cucu." Kata Danish.

__ADS_1


"Tumben kamu pulang sore sayang?"


Tanya Cantika karena biasanya Arya selalu pulang malam.


"Karena malam ini aku mau mengajakmu keluar." Jawab Arya.


"Kemana?"


"Kejutan. Bi Bibi bisa menjaga Danish kan?" Tanya Arya pada Bi Susi.


"Tentu saja Nak, dengan senang hati Bibi akan menjaga cucu Bibi." Jawab Bi Susi senang. Dia sungguh bahagia melihat Arya dan Cantika bersatu dan sekarang mereka memberinya seorang cucu yang sangat imut.


Setelah sholat maghrib berjama'ah Arya mengajak Cantika keluar.


"Maa syaa Allah, wah indah sekali."


Cantika terkejut dengan pemandangan di hadapannya. Itu adalah halaman rumah Pak Rohim yang telah Arya hias seperti saat pernikahannya dua tahun lalu. Arya meminta izin pada Pak Rohim dan Pak Rohim sekarang berada di rumah lama Cantika.


"Malam ini adalah malam peringatan dua tahun kita menikah, di malam yang sama, hiasan yang sama dan tempat yang sama. Apa kamu menyukainya?"


Cantika memeluk Arya. "Sangat, aku sangat menyukainya. Terima kasih."


Mereka berdua menikmati malam dengan bahagia di sana.

__ADS_1


"Sudah larut malam, ayo kita pulang. Kasian Bi Susi harus menjaga Danish." Kata Cantika.


"Sebentar lagi."


"Ayolah."


"Baiklah."


Mereka berdua pulang ke rumah tapi di tengah jalan mereka hampir menabrak seorang wanita dengan rambut digerai dan wajah yang tertutup cadar. Wanita itu sepertinya sedang linglung.


Arya dan Cantika turun dari mobil dan memeriksa keadaan wanita itu.


"Maaf, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Cantika pada wanita itu, namun wanita itu diam saja dan menundukkan kepalanya.


Melihat wanita itu diam saja Cantika mau membantunya berdiri tapi wanita itu buru-buru menolak. Dia membelakangi Cantika dan mengatakan. "Aku baik-baik saja, terima kasih." Lalu dia pergi.


"Sudahlah dia tidak apa-apa, dia tidak tertabrak. Ayo kita pulang." Wrya membawa Cantika masuk ke mobil.


"Ada apa?" Melihat Cantika seperti memikirkan sesuatu Arya bertanya padanya.


"Aku seperti mengenal suara wanita itu."


Kata Cantika, dia merasa suara itu tidak asing baginya. Bahkan seperti sering mendengarnya.

__ADS_1


"Sudah mungkin perasaan kamu saja. Jika kalian saling mengenal dia tidak akan pergi begitu saja tadi."


__ADS_2