Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Terjebak


__ADS_3

Cantika melihat putra kecilnya memasuki sekolah lalu memasuki mobilnya.


Dia membuka handphonenya yang sudah dia sambungkan dengan alat pelacak di mobil Surya.


"Rupanya itu tujuanmu."


Cantika tersenyum geli melihat lokasi yang di tunjukkan handphonenya adalah arah ke makam mendiang kakeknya.


"Sesuai dugaanmu, dia sekarang menuju makam kakek untuk mengambil cincin itu."


Cantika menghubungi Arya yang sudah stay di dekat makam mendiang kakek Cantika.


"Apa sudah waktunya?" Viki yang sedang bersama Arya merasa gregetan menunggu kedatangan Surya.


"Belum, tunggu beberapa menit lagi sebelum dia sampai."


Arya dan Viki berencana membakar makam mendiang kakek Cantika dan mengkambing hitamkan Surya yang akan masuk mengambil cincin itu. Sebelumnya tadi malam, Cantika diam-diam keluar rumah tanpa sepengetahuan Surya ke makam itu untuk mengambil kembali cincin dewa tersebut.


Karena sudah mengenali jika Cantikalah pewaris cincin itu, para pengawal tidak lagi mencegah Cantika masuk ke makam itu meski tanpa menunjukkan cincinnya.


Arya mengatakan jika dia punya cara untuk memusnahkan cincin itu, jadi Cantika di dampingi Arya dan Viki memgambil cincin itu dan membawanya ke rumah lama Cantika.

__ADS_1


Disana percaya atau tidak, dengan kemampuan yang telah Arya pelajari dari orang tua yang mengajarinya ilmu medis kuno, Arya berhasil membuat cairan yang mampu melelehkan cincin dewa itu.


Kini cincin itu telah tiada, tapi Arya tidak bisa begitu saja melepaskan pria yang menyamar sebagai dirinya beberapa hari ini dan bahkan telah mencoba menyentuh istrinya.


Saat Cantika memberi isyarat, Arya dan Viki membakar bagian kiri makam itu.


"Ada api." Para penjaga disana terkejut dan menjadi siaga.


"Atur posisi, sepertinya ada penyusup." Mereka yang sudah bersumpah bersedia mati demi mendiang kakek Cantika tidak gentar saat melihat api membesar, mereka memadamkan api yang nyatanya Arya memang sengaja membakar bagian kiri makam itu karena disana ada sungai yang akan penjaga gunakan airnya untuk mematikan api tersebut sebelum mencapai dalam makam.


Surya yang melihat para penjaga sibuk memadamkan api di sisi kiri makam mengambil kesempatan itu untuk segera masuk dan mengambil cincin itu.


"Itu dia penyusupnya."


Surya yang membuka peti mati jasad kakek Cantika terkejut saat para penjaga sudah mengepungnya.


Dia pikir kebakaran diluar adalah rezeki untuknya yang tidak disengaja dan akan membuatnya mempunyai kesempatan untuk mengambil cincin itu dan pergi dari sana sebelum api itu padam, tapi sepertinya dia salah, karena nyatanya Arya sengaja membakar sisi kiri makam itu yang berada di dekat sungai agar penjaga bisa secepatnya mematikan apinya, lalu Surya masuk ke makam dan sebelum keluar penjaga sudah mematikan apinya, dan saat Surya masuk ke makam Viki melempar batu api ke arah pintu makam sehingga penjaga melihat Surya memasuki makam tersebut. Dan sesuai rencana Surya yang berpikir sempit mengambil kesempatan itu masuk ke makam tanpa menyadari kalau dia telah masuk jebakan Arya.


Saat Surya tertangkap dan diseret keluar oleh para penjaga disana, Cantika, Arya dan Viki menghampirinya.


"Sial, aku dipermainkan." Batin Surya saat melihat mereka sudah bersama, dia menyadari kalau dia sudah masuk jebakan makanya dia tidak menemukan cincin itu tadi.

__ADS_1


"Siapa kamu?" Tanya Arya masih tidak percaya jika yang ada di depannya saat ini benar-benar persis dengannya. Jika saja hati dan batin istrinya lemah terhadapnya mungkin sekarang istrinya sudah menjadi milik pria di depannya ini.


"Ibu macam apa yang merawatmu, sampai menyembunyikan kebenaran bahwa kamu mempunyai saudara kembar?"


Itu bukan pertanyaan Surya, melainkan sebuah sindiran.


"Jangan hina ibuku, mungkin dia menyembunyikan tentangmu tapi dia pasti punya alasannya sendiri, tapi benarkah cara ayah mendidikmu sehingga meski telah mengetahui aku adalah saudaramu tapi kamu tetap tega menyekapku dan mendekati iparmu sendiri?" Sindir Arya balik, dia percaya jika yang di depannya saat ini memang kembarannya karena dia memang pernah menemukan foto keluarganya dan disana ada dua bayi laki-laki yang wajahnya sama persis. Dia pernah menanyakan itu pada Bi Susi, tapi Bi Susi berkata tidak tahu.


"Tutup mulutmu, ayahku menjaga dan mendidikku dengan sangat baik, jangan berani menghinanya." Surya merasa sangat marah karena ajaran ayah yang sangat dia sayangi di pertanyakan.


"Benarkah? dan ini hasil didikan ayahmu?" Arya juga sangat marah pada Surya karena mengingat beberapa malam dia mencoba menyentuh istrinya.


"Berhenti." Cantika bersuara dan membuat keduanya terdiam.


"Lepaskan dia." Perintah Cantika pada penjaga yang memegangi Surya.


"Apa? buat apa melepaskannya? dia pantas di hukum." Kata Arya.


"Yang berhak menghukum seseorang hanya Allah, dan di bumi sudah ada polisi yang menjalankan tugas itu." Kata Cantika.


Para penjaga tidak berani membantah Cantika, mereka melepaskan Surya dan menyerahkannya kepada Cantika.

__ADS_1


__ADS_2