
Daat sampai di rumah sakit Cantika langsung turun dari mobil dan berlari ke ruangan Pak Rohim yang sudah Remon katakan.
"Ayah..."
Cantika begitu sedih dan lemas saat melihat tubuh Pak Rohim terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit.
"Apa anda kerabat pasien?" Dokter datang dan menghampiri Cantika.
"Iya aku putrinya, bagaimana keadaan Ayahku Dok apa yang terjadi dengannya?"
"Pasien sepertinya mengalami gejalah stroke kemarin malam dan telat di bawah ke rumah sakit sehingga pasien sekarang seperti ini." Kata Dokter.
Cantika kaget, dia tak menyangka kalau kemarin ayahnya begitu menderita dan membutuhkannya. Tapi sebagai putri dia tidak bersama ayahnya. Sekarang ayahnya terbaring tak sadarkan diri dan entah bagaimana keadaannya nanti.
"Lalu bagaimana Dok apa yang harus aku lakukan?" Tanya Cantika pada dokter disana.
__ADS_1
"Untuk saat ini kita tunggu sampai pasien sadarkan diri dulu lalu kita lihat kondisinya, setelah itu barulah kita bisa membuat keputusan selanjutnya." Jelas dokter.
Cantika duduk di samping tempat tidur Pak Rohim. "Maafkan Cantika Ayah, Cantika lalai sebagai seorang putri untuk menjaga Ayah." Cantika menangis sambil memeluk Pak Rohim.
Remon yang melihat Cantika begitu sedih juga merasa simpati pada Cantika, tapi dia lebih merasa senang karena Pak Rohim akhirnya terbaring lemah bahkan mungkin tidak akan bangun lagi dan itu sangat menguntungkan baginya.
Sedangkan Arya yang baru keluar dari ruang operasi langsung menghubungi Cantika saat melihat ada banyak panggilan tak terjawab dari Cantika beberapa jam yang lalu.
"Assalamu'alaikum ada apa sayang maaf tadi aku sedang di ruang operasi." Kata Arya.
"Apa yang terjadi dan rumah sakit mana kenapa kamu tidak membawanya ke padaku?" Tanya Arya cemas, yang membuat Cantika baru sadar jika suaminya sendiri seorang dokter dan mempunyai rumah sakit yang sangat besar dan terkenal bahkan rumah sakit Arya lebih dekat dari rumah Pak Rohim dari pada rumah sakit kota, lalu kenapa Remon malah membawa ayahnya ke rumah sakit itu.
"Nanti aku ceritakan tapi tolong kemarilah dan periksa kondisi ayah aku sangat mencemaskannya." Kata Cantika sesedukan.
Arya langsung menutup telpon dan langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit kota.
__ADS_1
"Sayang apa yang terjadi?" Tanya Arya pada Cantika saat sampai di rumah sakit.
"Ayah, kata dokter sepertinya kemarin malam ayah tiba-tiba mengalami gejalah stroke tapi ayah telat di bawah ke rumah sakit jadi sekarang kondisi ayah seperti ini." Cantika menangis dipelukan Arya.
"Jika semalam ayah mengalami gejalah stroke dan baru hari ini kamu membawanya ke rumah sakit itu memang sangat terlambat. Tapi kamu tenang saja ada aku, aku akan mengurus pemindahan ayah ke rumah sakit kita." Kata Arya sambil mengusap bahu Cantika untuk menenangkannya.
"Tidak, ayah di bawah ke rumah sakit tadi malam, Rwmon yang membawanya bukan aku. Aku baru mengetahui ini tadi pagi saat mencari ayah di kantor dan Rwmon yang ada disana. Aku juga kesininya bareng Remon, maaf tidak izin dulu soalnya aku menghubungimu tapi kamu tidak mengangkat telponku. Aku sangat mencemaskan ayah." Kata Cantika berterus terang pada Arya.
"Remon? kenapa dia bisa berada di rumah ayah dan bukankah seharusnya dia masih di penjara?" Arya terkejut saat mendengar Cantika mengatakan Remonlah yang telah membawa Pak Rohim ke rumah sakit.
"Kata Remon mungkin saat ayah mengalami gejalah stroke semalam dia tidak sengaja menghubungi kontak Remon dan Remon yang mengangkatnya mendengar suara berisik jadi segera ke rumah ayah. Remon melihat ayah sudah pingsan saat sampai disana dan segera membawanya kesini." Cantika menjelaskan ulang kepada Arya yang telah Remon jelaskan padanya.
"Kenapa Remon membawa ayah kesini? rumah sakit ini lebih jauh dari rumah sakit kita jika Remon berpikir normal seharusnya dia membawa ayah ke rumah sakit terdekat dan seharusnya dia membawanya ke rumah sakit kita kan dia tahu rumah sakit kita jauh lebih dekat dari pada rumah sakit ini dan aku juga sebagai menantunya ayah seorang dokter." Arya merasa ada yang salah dengan cara pikir Remon.
"Aku juga memikirkan itu tapi untuk saat ini kesampingkan itu dulu, ayah belum sadar juga aku sangat khawatir." Cantika kembali duduk di samping Pak Rohim.
__ADS_1
Sedang Remon yang baru kembali dari membelikan makanan untuk Cantika mendengar semua percakapan Arya dan Cantika dari balik pintu.