Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Bingung


__ADS_3

Saat waktu maghrib tiba, Cantika dan Danish kebingungan dengan Arya yang belum juga datang ke ruang sholat.


"Papa mana Mah?" Tanya Danish.


"Danish tunggu sebentar yah, mama cari papa dulu."


Cantika pergi ke kamarnya dan mendapati Surya yang dia pikir Arya sedang merokok.


"Sejak kapan kamu merokok?" Tanya Cantika yang membuat Surya terkejut.


"Ah? aku merokok hanya sesekali kok jadi kamu tidak pernah tau." Surya mengambil asal alasannya yang jelas tidak akan bisa Cantika percaya.


"Sial, kamu lelaki atau bukan Ar? merokok saja tidak." Batin Surya.


Meski Cantika bingung dengan Arya yang sekarang tapi dia tidak memperpanjang masalahnya.


"Ya sudah, cepat wudhu, Danish sudah menunggu di ruang sholat." Kata Cantika lagi-lagi membuat Surya terkejut.

__ADS_1


"Apa? ru.. ruang sholat?" Tanya Surya dengan terbata-bata. Dia sama sekali tidak tau bagaimana cara sholat.


"Lagi-lagi sial, kenapa aku tidak kepikiran tentang ini dan bagaimana sekarang Cantika pasti akan mencurigaiku jika aku menolak ikut sholat." Batin Surya.


"Tidak, aku cuma mau bilang sekarang waktunya sholat maghrib, aku dan Danish akan sholat di ruang sholat dan kamu sholat disini saja." Cantika berkata sambil tersenyum lalu meninggalkan Surya dan pergi ke ruang sholat.


"Sayang kita jama'ah berdua yah, papa masih ada urusan jadi tidak bisa jama'ah dengan kita."


Cantika dan putra kecilnya jama'ah maghrib berdua.


"Pah itu kursih nenek, kenapa papah duduk disana?" Tanya Danish saat Surya duduk di kursi makan Bi Susi.


"Oh iya." Surya kebingungan lalu pindah ke kursi sebelahnya.


"Itu kursi mama pah." Tegur Danish lagi.


Surya kebingungan saat ini, dia melihat ke arah dapur dan bersyukur karena Cantika tidak melihatnya. Jika iya , Cantika pasti akan merasa curiga padanya.

__ADS_1


"Iya, papa hanya pengen ngetes semua saja kok." Kata Surya lalu pindah ke kursi tetakhir yang pasti itu baru kursi yang selalu Arya duduki saat makan di rumah.


Cantika yang mengintip dari balik pintu dapur merasa semakin yakin jika ada yang aneh pada orang yang dia pikir suaminya itu.


Setelah makan malam, Cantika tidak lagi menunggu Arya untuk jama'ah isya. Dia sholat bersama Danish lalu setelah menyimak bacaan Al-qur'an Danish, Cantika menidurkan Danish di kamarnya dan Arya.


"Kenapa Danish tidur disini?" Tanya Surya sambil berusaha menutupi kekesalannya.


"Danish lagi kurang sehat, mungkin karena kemarin belajar di alam luar dan masuk angin, jadi malam ini dia tidur disini agar aku bisa menjaganya." Kata Cantika sambil mengelus rambut Danish yang sudah tertidur tanpa menoleh melihat Surya.


Dalam hati Surya merasa sangat kesal, dia sudah tiga malam bersama Cantika sebagai Arya tapi belum juga bisa mendapatkan tubuh Cantika yang sangat menggiurkannya.


"Ya Sudah, aku tidur di kamar Danish saja agar tidak mengganggu istirahatnya." Surya berkata lalu keluar dari sana.


Cantika merasa semakin bingung dengan Surya yang dia kira suaminya, Arya yang biasanya pasti akan sangat hawatir jika mendengar putranya sakit dan akan berlari mengambil alat medis dan obat-obatannya, tapi sekarang jangankan memeriksa keadaan Danish dan memberinya obat, melirik Danish saja tidak.


Cantika mencium kening putra kecilnya itu, lalu tidur juga.

__ADS_1


__ADS_2