
Arya menghubungi seseorang untuk membantu memperbaiki makam mendiang kakek Cantika akibat terbakar tadi lalu membawa Surya ke rumahnya sesuai keinginan Cantika.
"Terima kasih atas bantuanmu, setelah masalahku selesai aku pasti akan mengajarimu ilmu kuno itu." Kata Arya saat Viki hendak pergi.
"Aku sudah bilang, itu tidak perlu, jika aku memang di takdirkan memiliki ilmu kuno itu maka pasti akan ada jalan untuk aku memilikinya."
Meski Viki sangat menginginkan ilmu kuno itu, tapi dia tidak mau menerimanya karena balasan telah membantu Arya, itu sama dengan meminta bayaran ke sahabatnya sendiri.
"Dan ini adalah jalan dari Tuhan agar kamu bisa bertemu takdir itu." Kata Arya sambil trsenyum, dia sangat yakin jika sahabatnya itu mampu menjaga ilmu kuno itu.
Setelah berpisah dengan Viki, Arya kembali ke mobil Cantika dimana Surya juga disana dengan dijaga oleh dua orang penjaga makam kakek Cantika.
__ADS_1
"Kalian boleh pergi." Kata Cantika pada penjaga itu saat Arya telah disana.
Para penjaga itu kembali ke makam mendiang kakek cantika.
"Buat apa kamu membawaku kesini?" Tanya Surya saat sampai di rumah Arya.
"Bukan aku yang menginginkannya, jika aku pasti sudah meninggalkanmu disana bersama penjaga itu." Arya masih sangat marah kepada Surya, sebenarnya dia sangat senang mengetahui punya saudara, tapi jika seperti Surya dia memilih tidak mempunyai saudara saja.
"Aku tahu sebenarnya niatmu hanya untuk mendapatkan cincin itu saja, namun karena keadaan maka kamu memiliki niat lain." Kata Cantika dengan suara pelan dan sedikit malu sendiri mengingat beberapa malam yang lalu dia sudah salah mengira Surya adalah Arya, meski mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri selama itu tapi tetap saja Cantika merasa sangat malu.
"Kamu harus tahu, jika cincin itu sudah tidak ada lagi jadi hentikan ambisimu itu." Lanjut Cantika lalu menjelaskan pada Surya bagaimana Arya sudah memusnahkan cincin itu untuk mencegah kejadian serupa yang telah Surya lakukan.
__ADS_1
Mendengar perkataan Cantika Surya sangat sedih, sebenarnya jika bukan karena itu merupakan keinginan terakhir ayahnya maka dia juga tidak begitu berambisi untuk mendapatkan cincin itu, apalagi sampai menyekap saudara yang sebenarnya telah lama dia rindukan, terlebih telah tergoda oleh setan untuk menyentuh iparnya sendiri.
Melihat Surya duduk tak berdaya disana, Cantika memberi isyarat kepada Arya untuk mengajak Surya ngobrol lalu meninggalkan mereka berdua disana.
Arya yang tadinya sangat marah kepada Surya merasa simpati melihat Surya sekarang.
"Jika kamu meminta maaf mungkin aku akan memaafkanmu." Kata Arya yang membuat Surya menatapnya. Surya memang ingin meminta maaf tapi merasa tidak pantas setelah apa yang dia perbuat.
"Maafkan aku, sungguh awalnya aku tidak memiliki niat busuk itu, aku hanya datang mencarimu untuk mengajakmu bersama-sama mencari cincin dewa itu demi memenuhi keinginan terakhir ayah, tapi karena cincin itu berada pada istrimu maka semua ini aku lakukan. Tolong maafkan aku." Surya menangis meminta maaf dengan tulus kepada Arya.
Arya membantu Surya berdiri dan memeluknya, kini dia sangat bahagia karena ternyata dia mempunyai saudara.
__ADS_1
Cantika yang melihat dari lantai atas tersenyum melihat mereka berdua bersatu, dia sendiri tahu jika sebenarnya Surya tidak sebejat itu sampai tega menyentuh istri saudaranya, buktinya saat Cantika menolaknya dengan halus Surya tidak pernah memaksanya sekalipun, itu menandakan jika Surya pun ragu menyentuh dirinya.