Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Cantika Di Culik


__ADS_3

Sedangkan Viki yang memperhatikan tehnik Arya saat meracik penawar virus tersebut merasa takjub.


"Dimana kamu mempelajari tehnik ini?" Tanya Viki, dia sangat terheran-heran dibuat Arya.


"Tuhan sangat memberkatiku, DIA mempertemukanku dengan seseorang yang berasal dari desa terpencil A yang tahu semua ilmu medis kuno ini, dan orang itu mengajariku semua ini." Jawab Arya sambil menghapus keringat di dahinya saat penawar itu selesai dia buat.


"Kamu sangat beruntung, bahkan aku pernah ke desa itu untuk mempelajari ilmu medis kuno tersebut yang menjadi legenda sampai sekarang, tapi aku tidak mendapatkan apapun, ketua suku disana tidak mengizinkan siapapun membawa keluar ilmu itu jika bukan orang-orang yang dia percaya." Kata Viki dengan sedikit iri kepada Arya karena dapat mengetahui ilmu kuno yang telah lama dia inginkan.


Arya hanya terdiam dan tidak lanjut membahas ilmu kuno itu, karena orang tua yang mengajarinya pernah berpesan padanya jika tidak boleh sembarangan mengajari orang ilmu itu.


Arya lalu ke ruangan Pak Rohim, di ikuti oleh Viki dibelakang.


Dan benar saja, setelah beberapa menit Arya memberikan penawar itu kepada Pak Rohim sambil melakukan beberapa tehnik pijit ke seluruh bagian tubuhnya, akhirnya Pak Rohim membuka matanya.

__ADS_1


Viki semakin dibuat takjub oleh Arya.


"Ayah, bagaimana keadaan ayah? apa ayah merasa ada yang sakit?" Tanya Arya pada mertuanya yang masih pucat itu, Arya sangat bahagia dan bersyukur kepada Allah karena hanya berkat-Nya sehingga Arya dapat bertemu orang tua yang mengajarinya ilmu kuno itu dan kini dengan kemampuan yang dia dapat dia bisa menyelamatkan mertuanya itu.


Pak Rohim menggelengkan kepalanya.


"Cantika." Dengan suara lemah Pak Rohim menanyakan anak perempuannya.


Arya baru sadar kalau dari tadi dia tidak melihat istrinya.


Arya mulai hawatir, dia menelpon Cantika tapi tidak tersambung.


Arya kembali keruangan Pak Rohim dan mengatakan kalau dia tidak menemukan Cantika dimanapun dan tidak bisa menghubunginya.

__ADS_1


"Remon." Pak Rohim menyebut nama Remon yang membuat Arya panik.


"Apa mungkin Remon menculik Cantika?" Pikir Arya sekaligus bertanya pada Pak Rohim.


Remon memang telah menculik Cantika, saat dia merasa kesal karena ancamannya tidak mempengaruhi Cantika, Remon melakukan rencana cadangannya yaitu menculik Cantika dan memaksanya mengikuti keinginannya.


"Remon bukan orang baik, dia hanya berpura-pura masuk islam agar bisa masuk ke percetakan. Remon juga memiliki rencana untuk merebut Cantika darimu. Dia memaksaku menandatangani pengalihan surat kuasa percetakan kepadanya saat dia melihatku memergokinya berbicara di telpon dengan seseorang yang dia panggil tante. Mereka membahas rencana untuk memisahkan kamu dengan Cantika."


Pak Rohim menceritakan yang dia ketahui kepada Arya.


"Susi. Nama orang yang dia ajak bicara itu Susi." Sambung Pak Rohim lagi yang membuat Arya sangat terkejut.


Ternyata selain Bi Susi keluar dari islam, Bi Susi juga sengaja bekerja sama dengan Remon dan ingin menghancurkan rumah tangganya.

__ADS_1


Arya sangat marah, dia pergi ke penjara dan menemui Bi Susi untuk mengatakan apa sebenarnya rencananya dengan Remon. Arya juga yakin, Bi Susi pasti mengetahui keberadaan Cantika saat ini. Karena meski sekarang Bi Susi di tahan dalam penjara, tapi Arya yakin dijauh hari Remon sudah mengatakan padanya tentang segala rencananya.


__ADS_2