
Setelah Arya mandi, Cantika juga masuk ke kamar mandi.
Saat keluar dari kamar mandi, Cantika merasa malu dengan tatapan Arya padanya.
"Sial, aku pikir dia akan keluar dengan handuk pendek yang dia lilitkan di tubuhnya." Batin Arya saat Cantika keluar dengan gamis dan jilbab panjangnya.
"Kamu sangat cantik." Arya mendekati Cantika dan mengangakat tangannya untuk membelai wajah Cantika yang sangat Cantik tanpa cadarnya.
Cantika merasa semakin aneh dengan yang terjadi pada dirinya, dia merasa tidak rela tangan Arya menyentuhnya padahal biasanya mereka selalu romantis dari pada saat ini.
'Assalamualaikum." Danish berlari memasuki kamar dan memeluk Cantika.
"Waalaikumsalam sayang." Cantika merasa legah dengan kedatangan putranya, seakan putranya telah menyelamatkannya dari cengkraman binatang buas yang ingin memangsanya.
Arya merasa sangat kesal kepada Danish, dia sudah tidak sabar ingin mendapatkan Cantika tapi anak kecil itu malah menghalanginya.
__ADS_1
"Bagaimana pikniknya?" Tanya Cantika sambil menggendong Danish menuju kamarnya yang berada disebelah kamar dia dan Arya.
"Sangat seru, ..." Danish bercerita banyak tentang pikniknya dan semua yang dia pelajari.
"Istri kamu boleh juga Ar, sangat menantang." Gumam pria yang sangat mirip Arya itu, dia merupakan kembaran Arya yang tidak pernah Arya ketahui.
Kedua orang tua Arya bercerai saat Arya dan Surya, kakak kembar Arya masih berusia 2 tahun.
Ibu Arya sama sekali tidak pernah mengungkap tentang ayah Arya dan Surya kepada Arya sampai dia meninggal.
Dia akhirnya mengetahui jika ibunya telah lama meninggal dan Arya di asuh dari kecil oleh pembantunya yaitu Bi Susi. Surya juga mencari tahu semua tentang Arya dan mengetahui jika Arya merupakan muslim dan sudah memiliki istri dan seorang putra.
Karena itulah Surya yang tadinya ingin kembali dan bersatu dengan Arya berubah pikiran. Surya mencari Arya demi memenuhi permintaan terakhir ayahnya, yang memintanya bersama dengan Arya untuk mencari cincin dewa yang sudah lama menghilang namun dia yakini pasti masih ada di suatu tempat.
Surya memutuskan mencari cincin itu sendiri tanpa Arya, namun saat dia mau meninggalkan halaman rumah Arya waktu itu, dia melihat Arya dan Cantika memasuki mobil. Karena penasaran Surya hanya asal mengikutinya saja.
__ADS_1
Saat Surya melihat Arya dan Cantika memasuki rumah sakit Surya masih terus mengikutinya sampai dia mendengar jika seseorang sedang kritis yang dia perkirakan mungkin kerabat istri Arya.
Merasa tidak ada yang penting, Surya memutuskan untuk pergi dari sana dan memulai perjalanannya mencari cincin dewa. Tetapi saat Surya hendak pergi, dia melihat seorang lelaki yaitu Remon menculik Cantika yang sudah dia ketahui jika Cantika adalah iparnya.
Setelah menimbang-nimbang akhirnya hati nurani Surya tergerak untuk menyelamatkan Cantika.
Sesampainya di sebuah gereja tua, Surya mendengar Remon menyebut cincin dewa. Surya terus menyimak percakapan diantara Remon dan Cantika dan akhirnya mengetahui jika ternyata cincin yang selama ini dia cari berada di tangan istri saudaranya.
"Maafkan aku yang terpaksa memisahkanmu dari istrimu, tapi tenang saja, setelah aku berhasil mendapatkan cincin itu, aku akan mengembalikan istrimu padamu, tapi sebelumnya maaf aku harus menggantikanmu melayani istrimu yang cantik itu." Surya tersenyum dan mengingat saat Arya berlari untuk menyelamatkan Cantika di gereja tua itu, dia terpaksa menyerang Arya dan menyeretnya ke bagasi mobilnya sebelum polisi sampai disana dan menangkap Remon. Karena sebelumnya sudah mengetahui jika rumah di samping gereja tua itu adalah rumah lama Cantika, Surya akhirnya memutuskan untuk menyekap Arya disana, karena Surya yakin jika rumah itu sangat jarang di kunjungi Cantika. Makanya malam itu dia mengajak Cantika bermalam disana dan saat Cantika tidur dia diam-diam mengeluarkan Arya yang masih pingsan ke kamar yang agak jauh dari kamar Cantika, dan betapa merasa beruntungnya dia karena Cantika membawanya melihat cincin dewa yang dia cari-cari. Ingin sekali dia meraih cincin itu dari tangan Cantika, tetapi dia membujuk hatinya untuk bersabar agar tidak di curigai oleh Cantika.
Sampai saat Pak Rohim mengusulkan pada Cantika untuk menyimpan cincin itu di makam mendiang kakek Cantika, Surya baru merasa sangat menyesal karena tidak langsung merampas cincin itu dari Cantika. Dan sampai Cantika menyimpan cincin itu, Surya tidak pernah mendapat celah untuk mengambil cincin itu.
"Tidak masalah, aku akan mencari cara untuk masuk ke makam itu sambil bermain-main dengan iparku yang cantik haha."
Surya sangat berbanding terbalik dengan Arya yang baik hati.
__ADS_1