
Esok harinya Arya, Cantika, Pak Rohim dan Danish pergi menziarahi makam Almarhumah Ibu Cantika.
Hari ini merupakan hari minggu, Danish libur sekolah dan Wrya meski tidak libur tapi karena pasien di rumah sakit tidak begitu banyak dan ada dokter lain yang menangani tuk sementara waktu jadi Arya mengajak keluarganya ke makam Almarhumah Ibu Cantika.
Mereka mendoakan Almarhumah lalu membersihkan makam tersebut.
"Sayang kamu dan Danish ikut Ayah pulang yah, aku mau langsung ke rumah sakit." Kata Qrya meminta Cantika dan Danish pulang bersama Pak Rohim.
"Iya, kamu hati-hati assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam. Papa pergi dulu yah sayang, jaga Mama oke?"
"Oke Pah" Ucap Danish dengan wajah menggemaskan.
Arya mencium Danish lalu mengemudikan mobilnya ke rumah sakit.
Cantika dan Danish masuk ke mobil Pak Rohim dan segera pulang.
"Ayah mau ke percetakan, kamu hari ini tidak usah pergi. Kamu di rumah saja menemani Danish." Kata Pak Rohim lalu menurunkan Cantika dan Danish di depan gerbang rumah.
"Iya Ayah." Jawab Cantika.
Baru beberapa detik Pak Rohim pergi dari sana tiba-tiba sebuah mobil berhenti secara mendadak di belakang Cantika.
__ADS_1
Cantika yang mau mengajak Danish masuk ke dalam rumah merasa kaget saat seseorang dengan topeng menarik paksa Danish masuk ke mobilnya.
"Ya Allah Danish, tolong... tolong ... Danish..." Cantika teriak memanggil Danish sambil mengejar mobil itu tapi mobil itu melaju kencang dan hilang dari pandangannya.
"Ya Allah putraku, siapa yang membawa putraku? Danish...!"
Cantika berjongkok di jalanan sambil menangis.
"Arya, Danish di culik."
Cantika menelpon Arya dan memintanya segera datang.
Arya yang mendengar putranya di culik merasa panik, dia segera menghubungi polisi lalu memberi tahu Pak Rohim.
Cantika memeluk Arya dan menangis.
"Tadi saat Ayah menurunkan kami dari mobil, seseorang yang tiba-tiba datang dengan mobil hitam menarik paksa Danish masuk ke mobilnya saat aku dan Danish baru mau masuk rumah huhu."
Jelas Cantika pada Arya sambil menangis dengan sesedukan.
Polisi datang dan mencatat keterangan Cantika.
"Tenang saja, kami akan segera menyelidiki kasus ini. Mohon kerja samanya jika saja penculik menghubungi anda." Kata polisi.
__ADS_1
"Baik Pak terima kasih." Ucap Arya.
"Tenang dulu yah sayang, polisi in syaa allah akan segera menemukan putra kita."
Meski dirinya juga begitu khawatir tapi Arya mencoba menenangkan Cantika dan memberinya air minum.
"Ini kelalaian Ayah, jika saja Ayah mengantar kalian sampai dalam rumah kejadian ini tidak akan terjadi." Pak Rohim merasa bersalah karena menurunkan Cantika dan Danish di depan rumah, dia tidak menemaninya sampai memasuki rumah dan langsung pergi dari sana.
"Tidak Ayah, ini sudah takdir dan ujian untuk kita, sekarang kita hanya perlu berusaha dan berdoa, bukan menyalahkan diri." Kata Arya.
Pak Rohim hanya diam, dia begitu sedih dan tetap merasa bersalah.
Sedang Danish yang malang sedang disekap di sebuah gudang yang sangat gelap.
"Kamu gila ya Rem, kenapa kamu menculik anak mereka? dia juga keponakan aku." Rika begitu marah pada Remon saat Remon membawanya menemui Danish.
"Kamu masih mau mendapatkan Arya kan? kalau iya hanya ini caranya." Kata Remon.
"Tapi apa hubungannya dengan Danish? bagaimana pun dia keponakanku dan aku tidak tega kamu menyakitinya." Kata Rika, dia memang ingin memisahkan Arya dengan Cantika dan mendapatkan Arya, tapi dia tidak tega menyakiti Danish karena dia juga sayang pada Danish.
"Aku tidak akan menyakitinya, kita hanya menggunakannya untuk mengancam Arya dan Cantika. Kita akan memaksanya bercerai sebagai tebusan putranya. Kita akan menakuti mereka kalau mereka akan kehilangan putra mereka jika mereka tidak segera bercerai."
Remon begitu bahagia dengan ide buruknya.
__ADS_1
Tapi Rika merasa ragu.