Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Dibawah Polisi


__ADS_3

Arya keluar mengendarai mobilnya bersama Danish, dia kemudian menghentikan mobilnya agak jauh dari kompleks dan menunggu Bi Susi keluar seperti yang putra kecilnya itu intruksikan.


Meski merasa tidak enak hati membohongi Bi Susi terlebih berniat membuntutinya tapi Arya mendengarkan putra kecilnya itu demi mencari tahu kebenaran.


Dan benar saja, tak lama kemudian Bi Susi keluar, dan yang membuat Arya terkejut adalah Bi Susi tidak menggunakan hijab.


Arya perlahan keluar dari mobil bersama Danish dan terus mengikuti Bi Susi dari belakang seperti seorang pencuri yang mengendap-ngendap.


Dan betapa terkejutnya Arya saat melihat Bi Susi memasuki gereja, tempat ibadah yang dulunya dia juga sering datangi.


Untuk lebih meyakinkan dirinya, Arya masuk kesana dan mengintip Bi Susi dari balik pintu, dan seperti yang putra kecilnya katakan, Bi Susi sedang beribadah dengan khitmat disana.


Dengan rasa tak percaya, Arya pergi dari sana sambil menggendong putranya.


"Papa sekarang percayakan? Mama tidak menuduh nenek, tapi nenek memang telah berubah menjadi penyihir. Danish juga pernah melihat nenek membentak Mama sampai mama menangis saat mama mau memasak tapi nenek tidak membiarkannya."

__ADS_1


Danish mengadukan Bi Susi, dia pernah sekali melihat Bi Susi membentak Cantika di dapur, tapi Danish pura-pura tidak melihatnya karena merasa tidak pantas ikut campur urusan orang dewasa. Tapi saat mengetahui wajah asli Bi Susi, dia tidak lagi bisa diam, dia dan ibunya membuat rencana ini agar bisa memperlihatkan wajah asli Bi Susi pada ayahnya.


Mendengar perkataan putranya, Arya merasa bersalah pada Cantika. Dia telah bela-belain membela Bi Susi bahkan sampai menyakiti istrinya itu, tapi ternyata Bi Susi telah terlebih dahulu menyakiti istrinya dibelakangnya.


Arya baru akan mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit untuk meminta maaf pada istrinya yang malang itu, tapi dia sudah melihat Cantika datang dan di belakangnya ada mobil polisi.


Bersamaan itu, Bi Susi juga sudah pulang dengan menggunakan hijab. Entah dari mana dia mendapatkan hijab yang tadinya tidak terpakai di kepalanya, mungkin dia memang membawanya saat keluar tadi sebagai persiapan.


Arya teringat dengan sosok yang dia lihat mirip Bi Susi kemarin. Ternyata bukan mirip tapi memang Bi Susi yang sedang bermain peran.


"Anda Bu Susi?"


Tanya seorang polisi yang membuat Bi Susi merasa takut, dia pikir Cantika hanya mengancamnya dan tak betani melaporkannya tanpa pembelaan Arya dan bukti rekaman itu, tapi sekarang sepertinya itu bukan ancaman.


"I.. iya, ada apa ya Pak?"

__ADS_1


Tanya Bi Susi gugup.


"Tolong ikut kami ke kantor polisi, kami mendapatkan laporan dari nyonya Cantika kalau anda telah melakukan pencobaan pembunuhan pada ayahnya."


Tanpa persetujuan Bi Susi yang masih syok disana, polisi langsung memborgol tangan Bi Susi.


"Apaan ini? Nak Arya tolong Bibi."


Bi Susi meminta tolong pada Arya yang baru datang.


Tapi tidak sesuai yang Bi Susi pikirkan, Arya hanya diam saja dan melihatnya di seret oleh polisi.


"Nak Arya tolong Bibi, Danish tolong Nenek. Saya tidak bersalah pak, tolong lepaskan saya."


Bi Susi memberontak dan berteriak, tapi Arya tetap membiarkan polisi membawanya tanpa mengatakan apapun.

__ADS_1


Danish menggenggam tangan ayahnya dengan kedua tangan kecilnya, dia tahu seperti dirinya, ayahnya juga merasa kasian dan tak tega pada Bi Susi, tapi itu keputusan ibunya dan itu tidak salah.


__ADS_2