
Cantika memasuki percetakan dan langsung ke ruangan Pak Rohim, dia tahu Remon pasti berada disana.
"Remon aku mau kamu menjelaskan sesuatu padaku." Cantika langsung bicara ke intinya.
"Menjelaskan apa?" Tanya Remon seperti agak bingung.
"Jelaskan kenapa kamu membawa ayahku ke rumah sakit kota meski keadaannya kritis tapi kamu membawanya ke rumah sakit yang sangat jauh sedangkan kami sendiri mempunyai rumah sakit dan suamiku seorang dokter?" Tanya Cantika tanpa bertele-tele.
"Oh itu, simple. Karena aku tidak menyukai Arya." Jawab Remon.
"Penjelasan apa itu? hanya karena kamu tidak menyukai suamiku lalu kamu membahayakan nyawa ayahku?" Cantika tak habis pikir dengan Remon.
__ADS_1
"Aku tidak membahayakan nyawa ayahmu, aku sudah terlebih dahulu menghubungi pihak rumah sakit kota untuk mengirim ambulans dengan alat medis lengkap dan dokter ke arah rumah Pak Rohim kemudian aku juga mengarah ke rumah sakit kota. Dengan begitu aku dan dokter bertemu di tengah jalan dengan cepat dan Pak Rohim segera di pindahkan ke ambulans untuk mendapatkan perawatan. Jadi tindakanku tidak membahayakan nyawa ayahmu justru membuatnya mendapat pertolongan secepatnya." Kata Remon.
Mendengar penjelasan Remon Cantika merasa Remon memang sudah membuat ayahnya mendapatkan pertolongan tercepat.
"Baiklah, terima kasih karena kamu telah membantu ayahku." Cantika harus mengakui kalau jasa Remon sangat besar baginya dan ayahnya.
Saat Cantika mau keluar dari ruangan tersebut Remon menghalanginya.
"Apa yang kamu lakukan?" Cantika merasa kesal saat Remon menghalangi jalannya. Dia tahu jika Remon menyukainya tapi justru karena itu dia semakin kesal saat Remon berusaha mendekatinya.
"Apa? aturan siapa itu, aku biasanya hanya datang saat ada hal penting atau mendesak saja kalau tidak aku tidak perlu datang ke percetakan. Lagian tugas-tugasku sudah di ambil alih oleh Nur dan aku hanya perlu memantau itu sekali-kali." Cantika merasa kesal dengan aturan Remon, lagi pula dia harus mengurus Danish dan Pak Rohim di rumah jadi mana bisa dia setiap hari ke percetakan.
__ADS_1
"Aku sudah bilang mulai sekarang aku yang mengatur segalanya di percetakan ini karena aku memiliki surat kuasa yang sah dari Pak Rohim." Remon memperlihatkan surat kuasanya yang telah di tanda tangani Pak Rohim.
Cantika terkejut kenapa ayahnya bisa memberi kuasa penuh pada Remon yang baru bergabung dengan percetakan mereka bahkan tanpa memberi tahu dirinya.
"Tapi aku tetap tidak bisa datang setiap hari, aku harus mengurus putra dan ayahku." Kata Cantika.
"Aku tidak mau tahu kamu tetap harus datang setiap hari sama seperti staf lainnya." Tegas Remon lalu lanjut berkata "Kalau kamu tidak mau maka kamu bisa keluar dari percetakan ini selamanya tapi ingat kalau kamu keluar dari percetakan ini maka nasib percetakan ini sepenuhnya akan berada di tangganku dan kamu tidak boleh mengeluh ke ayahmu nantinya kalau saja percetakan yang dia dirikan dengan bangga runtuh di tangganku."
"Baiklah tapi aku mau setiap halnya kamu harus diskusikan bersama denganku, kamu harus tahu jika 50% dari percetakan ini adalah milikku jadi meski kamu mendapatkan surat kuasa dari ayahku kamu belum bisa sepenuhnya memiliki percetakan ini." Cantika terpaksa menerima permintaan Remon, dia tidak bisa menyerahkan percetakan yang telah susah payah di dirikan oleh ayahnya hancur di tangan Remon.
Selesai berkata Cantika langsung keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
"Kamu mau kemana?" Tanya Remon.
"Aku mau pulang, semua berlaku mulai besok kalau kamu tidak setuju terserah kamu saja." Cantika langsung pergi dari sana tanpa menoleh ke arah Remon lagi.