Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Tersipu Malu


__ADS_3

"Bagaimana hari pertama kakak di perusahaan?" Tanya Arya pada Surya saat makan malam.


"Baik, aku senang bekerja disana." Jawab Surya.


"Ar apa aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Surya sedikit sungkan.


"Boleh, ada apa kak?"


"Tapi ini sedikit pribadi." Kata Surya melirik Danish yang masih makan disana.


"Sayang, kita makan di atas yuk, mama ada dongeng baru buat Danish." Cantika yang perhatian mengerti jika Surya tidak bisa bicara jika Danish disana.


Surya melihat Cantika membawa Danish ke kamarnya dan bertanya pada Arya.


"Maaf Ar, aku bukannya ingin mengungkit masa lalu kamu, tapi bolehkah aku tau kenapa Rika sepertinya sangat tidak ingin melihat wajahku yang sama persis denganmu?"


Mendengar pertanyaan Surya, Arya bisa menebak jika mungkin Surya merasa bingung karena Rika menghindarinya dan itu karena wajah mereka kembar.


"Rika itu sepupunya Cantika, dia pernah mengejarku bahkan melakukan segala cara untuk memisahkan aku dengan Cantika. Tapi suatu hari wajah Rika rusak, lalu bersamaan dengan itu perusahaan papanya bangkrut sehingga dia tidak bisa mengobati wajahnya, dan dia pikir itu karma. Cantika membantu menyembuhkan wajahnya dengan operasi plastik, wajah yang sekarang Rika miliki bukan wajah aslinya. Dan Cantika juga memberi modal kepada paman Mordan untuk membangkitkan perusahaannya lagi." Arya menceritakan dengan singkat tentang masa lalu Rika.


"Tapi beberapa bulan ini kami tidak pernah bertemu Rika lagi, aku dengar bibi mengirimnya ke luar negeri dan baru kembali beberapa hari lalu." Sambung Arya.


"Pantes saja." Gumam Surya.

__ADS_1


Arya mengangkat alisnya bingung mendengar gumaman Surya.


"Ya sudah terima kasih, maaf telah mengungkit hal ini." Kata Surya lalu buru-buru pergi ke kamarnya.


Arya hanya geleng-geleng kepala melihat Surya sambil tersenyum dengan pemikirannya.


"Kamu tau sayang, tadi kak Surya menanyakan tentang Rika." Kata Arya sambil memeluk tubuh Cantika dari belakang di atas kasur.


"Lalu?" Tanya Cantika.


"Sepertinya kak Surya menyukai Rika." Kata Arya sambil mengelus rambut Cantika.


Cantika yang tadinya membelakangi Arya langsung berbalik ke arah Arya.


"Hmm, aku sangat yakin, tapi ada satu masalah." Kata Arya.


"Apa?" Tanya Cantika bingung.


"Kamu taukan Rika yang dulu, sekarang dia sedang berusaha melupakan aku seutuhnya, tapi saat melihat kak Surya yang sangat mirip denganku sepertinya Rika sengaja menghindari kak Surya karena takut mengingatku kembali." Jelas Arya pelan, takut ada perkataannya yang akan melukai hati istrinya itu.


"Hmm kelihatannya ini memang rumit. Dan bukan hanya satu masalah, tapi ada dua masalah." Kata Cantika yang membuat Arya bingung.


"Sekarang kak Surya seorang muslim dan kita sangat bahagia dengan itu, tapi Rika..., bagaimana bisa menyatukan mereka, meski Rika suatu saat juga menyukai kak Surya tapi dengan keyakinan yang berbeda tetap sulit menyatukan mereka." Sambung Cantika yang membuat Arya terdiam.

__ADS_1


Iya, Arya tidak memikirkan itu, itu memang masalah yang rumit, sama dengan dirinya dan Cantika dulu, akan sangat sulit menyatukan Surya dan Rika.


"Lalu bagaimana? aku melihat dari mata kak Surya terlihat jelas kalau kakak menyukai Rika." Arya kini mencemaskan kakaknya.


"Tenang dulu, kita lihat dulu perkembangan mereka, aku yakin kak Surya sudah memikirkan ini." Kata Cantika.


"Hmm, iya kak Surya bukan orang yang tidak berpikir, dia penuh pertimbangan, jika dia menaruh hati pada Rika maka dia pasti punya jalan untuk bersama Rika." Kata Arya.


"Sekarang tidur, ini sudah larut malam." Kata Cantika bersiap untuk tidur.


"Tapi aku tidak mengantuk." Kata Arya sambil menatap Cantika.


Cantika tersipu malu, dia sudah hafal jika suaminya berkata begitu ada maksud lain di dalamnya.


"Boleh?" Goda Arya.


"Apaan? ayo tidur!" Cantika semakin malu, setiap Arya menggodanya dia masih merasa sangat malu.


Arya bukannya tidur tapi malah bangun dan menatap Cantika yang kini berada di bawahnya.


"Sungguh aku belum ngantuk." Arya berkata manja menggoda Cantika.


Melihat wajah istrinya memerah karena malu, Arya menunduk dan mengecup bibirnya.

__ADS_1


"Ayolah." Rayu Arya lalu mulai mencumbu Cantika yang tentu saja tidak mungkin menolak suaminya.


__ADS_2