Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Lamaran Arya


__ADS_3

"Nak apa kamu sudah siap untuk perayaan nanti malam?" Tanya Pak Rohim pada Cantika.


"Tentu Ayah, perayaan itukan perayaan terbesar percetakan kita aku harus hadirkan!" Kata Cantika sambil tersenyum, kini dia terlihat lebih cantik meski tertutupi dengan pakaian syar'i.


Iya, satu tahun lalu sejak nama Aisyah Cantika mulai populer Pak Rohim mendirikan perusahaan percetakannya sendiri yang diberi nama percetakan Aisyah. Dan dengan adanya Cantika di dalamnya banyak penulis yang meminta bergabung dengan percetakan itu. Banyak penulis terkenal yang ingin novelnya di terbitkan oleh percetakan Pak Rohim. Bahkan Cantika juga mengajarkan orang-orang yang ingin belajar menulis disana, dari menulis novel, cerpen, komik atau karya tulis lainnya.


Dan malam ini adalah pesta perayaan untuk setahun percetakan Pak Rohim.


Pesta itu di adakan di aula perusahaan percetakan itu sendiri.


Banyak tamu yang menghadiri undangan Pak Rohim dan Cantika.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum dan selamat malam, salam sejahtera untuk kita semua. Hadirin para tamu yang terhormat. Pada malam hari ini saya sebagai pemilik percetakan Aisyah mengucapkan terima kasih atas kehadiran kalian semua. Malam ini merupakan perayaan setahun percetakan Aisyah berdiri. Dan saya harap kalian semua akan tetap mendukung percetakan Aisyah kedepannya. Nama percetakan Aisyah saya ambil dari nama putriku yaitu Aisyah Cantika yang sudah kalian kenal sebagai penulis islami selama setahun ini. Untuk itu kepada putriku Aisyah Cantika saya persilahkan untuk menyampaikan beberapa kata pada malam ini." Pak Rohim memberikan mikrofon pada Cantika yang sudah berdiri di sampingnya di atas panggung.


"Assalamu'alaikum dan selamat malam. Disini saya hanya ingin mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan kalian semua selama ini terutama kepada para pembaca setia novel islami Aisyah Cantika. Dan aku juga ingin mengucapkan terima kasih pada Ayahku yang merupakan inspirasi besarku dalam berkarya. Ayah terima kasih banyak aku menyayangi Ayah." Kata Cantika lalu memeluk Ayahnya. Semua orang yang hadir terharu dengan kedekatan Ayah dan anak di atas panggung.


"Dan aku juga ingin menyampaikan rasa terima kasihku kepada seseorang yang merupakan inspirasi kedua dalam hidupku. Dimana pun dia berada semoga dia dapat mendengar jika aku sangat merindukannya. Maafkan aku yang telah mengecewakanmu. Sungguh andai waktu bisa aku putar maka aku akan memilih jujur sejak pertama mengenalmu. Tolong maafkan sahabatmu ini aku sungguh sangat menyesal. Aku hanya terlalu takut jika perbedaan keyakinan akan membuatmu menjauhiku, aku terlalu takut kehilangan sahabatku satu-satunya sehingga membuatku menyembunyikan identitasku padamu. Tapi sungguh aku tidak berniat membohongimu atau membihongi siapa pun." Kata Cantika dengan air mata membasahi pipinya.


"Jika sahabatmu itu datang dan mengatakan ingin mengganti status hubungannya denganmu bagaimana?"


Cantika kaget melihat ke sumber suara tersebut.


"Arya?"

__ADS_1


Arya naik ke atas panggung dan berlutut di hadapan Cantika.


"Cantika demi dua kalimat syahadat aku memintamu berhenti menjadi sahabatku dan jadilah istriku." Arya melamar Cantika, dia berlutut di hadapan Cantika dengan sebuah cincin di tangannya.


Cantika yang mendengar lamaran Arya merasa bahagia campur haru.


"Aku bisa menjadi istrimu tapi tidak mau berhenti menjadi sahabatmu."


Kata Cantika pelan namun dengan mikrofon di tangannya suaranya terdengar jelas di seluruh aula dan membuat para tamu bersorak ria sambil tertepuk tangan.


Arya sangat bahagia saat ini. Dia berdiri dan membuat Cantika kaget karena mengira Arya ingin memeluknya tapi ternyata Arya berdiri dan langsung memeluk Pak Rohim dan meminta restunya.

__ADS_1


Pak Rohim membalas pelukan Arya sebagai tanda restunya.


__ADS_2