
Karena mengetahui nanti malam adalah hari jadi pernikahan orang tuanya Cantika berbelanja dengan semangat. Dia membelikan pakaian untuk Arya, Danish, Pak Rohim dan juga Bi Susi.
Selesai berbelanja hari sudah hampir siang. Arya mengantar Cantika ke percetakan lalu pergi ke rumah sakit. Cantika mau mengatur pesta untuk nanti malam tapi Arya bilang kalau semuanya sudah dia atur. Cantika begitu tersentuh dengan Arya yang begitu perhatian dan mencintai seluruh keluarganya.
Cantika berjalan memasuki kantor lalu ke ruangan Pak Rohim untuk memberi tahu rencana pesta nanti malam. Tapi Cantika di kejutkan dengan seseorang yang duduk di kursi Pak Rohim.
"Remon?" Cantika sangat kaget melihat orang itu adalah Remon.
"Iya, kenapa apa kamu tidak bahagia melihatku?" Kata Remon sambil menyilangkan kakinya di atas meja.
"Bukankah seharusnya kamu di penjara?"
Cantika merasa bingung ini baru beberapa hari dan Remon sudah keluar dari penjara, setidaknya Remon harus di penjara beberapa bulan.
__ADS_1
Remon berdiri dan melangkah mendekati Cantika.
"Kamu tidak usah bingung. Aku bebas dengan jaminan, karena Danish tidak terluka jadi aku bisa dengan mudah keluar dari penjara itu."
Cantika merasa cemas, entah apa yang akan Remon lakukan kali ini.
"Aku sudah lama menyukaimu, bahkan sebelum kamu dan Arya saling mengenal. Kamu ingat saat Rika membawaku ke rumahmu? saat itulah aku tertarik padamu." Remon semakin mendekati Cantika.
"Dimana Ayahku?" Cantika malas meladeni omong kosong Remon dia sekarang hanya ingin mencari ayahnya, kenapa Pak Rohim tidak berada di ruangannya dan malah Remon yang disana.
"Ayah hanya menunjukkmu untuk menggantikannya melakukan tugasnya saat dia tidak bisa datang bukan untuk kamu bisa menguasai percetakan ini. Sekarang katakan kenapa ayahku tidak datang dan malah memintamu kesini?"
"Ayahmu tidak memintaku kesini, aku sendiri yang datang kesini dan ayahmu juga tidak hanya sekedar menunjukku untuk menjadi pengganti sementaranya saat dia tidak ada disini. Tapi dia telah memberiku surat kuasa sebagai penggantinya yang sah apabila dia sudah tidak bisa menangani percetakan ini lagi."
__ADS_1
"Debenarnya apa maksud kamu?" Cantika di buat bingung dengan semua perkataan Remon.
Remon tertawa ringan lalu berkata "Ayahmu sudah tidak mungkin bisa menangani percetakan ini lagi karena saat ini dia sedang berbaring di rumah sakit. Kamu sebagai putrinya apa tidak mengetahui jika semalam ayahmu jatuh pingsan? Untung saja sebelum dia pingsan dia sempat memencet kontakku, mungkin tanpa sengaja. Jadi aku langsung menjawabnya dan mendengar banyak barang jatuh lalu aku segera kesana."
Cantika yang mendengar perkataan Remon begitu terkejut dan khawatir.
"Lalu bagaimana keadaan ayahku dia berada di rumah sakit mana?" Tanya Cantika panik.
"Aku membawanya ke rumah sakit kota, keadaanya kamu bisa melihatnya sendiri nanti." Remon kemudian kembali duduk dengan tenang.
Cantika berlari keluar sambil menghubungi Arya tapi Arya tidak menjawab telponnya.
"Aku juga mau kesana, apa kamu mau ikut denganku?" Tanya Remon yang entah kapan sudah berada di samping Cantika.
__ADS_1
Arya belum juga menjawab telponnya, mungkin dia sedang menangani pasien. Cantika berpikir lama lalu memutuskan untuk ikut bersama Remon, dia begitu mencemaskan keadaan ayahnya.
"Tunggu sebentar, aku ambil mobil dulu." Kata Remon lalu melangkah ke parkiran dengan senyum puas.