Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Rencana Cantika


__ADS_3

"Apa pendapatmu sudah berubah? atau matamu sudah melihat?"


Baru kali ini Cantika berkata kurang sopan pada Arya, namun Arya memakluminya karena mengerti kondisi Cantika.


"Tidak ada yang berubah, aku masih suamimu yang akan selalu mendampingi dan mencintaimu." Arya mendekati Cantika dan meraih tangannya.


Cantika melepaskan tangannya.


"Mendampingi? lalu siapa pria yang telah meninggalkanku semalam dan malah mendampingi orang lain?" Tanya Cantika.


"Aku tidak berniat membela Bibi dari pada kamu, tapi tolong pahami posisiku, Bibi sudah merawatku dari bayi, aku tidak kekurangan kasih sayang hanya karena kehadirannya." Arya menggenggam erat jemari Cantika lalu lanjut berkata "Maafkan aku, aku akui aku sudah begitu melukaimu, tapi percayalah aku tidak membedakanmu dengan Bibi."


"Lalu kenapa kamu membiarkannya menghapus bukti itu?"


"Karena aku tidak tega melihatnya masuk penjara."

__ADS_1


"Dan kamu tega melihat ayahku berjuang melawan maut kemarin?"


Mereka terus berdebat sampai akhirnya Cantika berkata dengan tegas.


"Kembalilah pada Bibimu itu, lebih seringlah memperhatikan gerakannya, kemana dia pergi dan sedang apa dia, maka kamu akan melihat yang aku lihat. Tapi sebelum itu tolong jangan temui aku, kamu boleh menemui Danish karena aku tidak mungkin memisahkan kalian, tapi tidak denganku."


Cantika meninggalkan Arya dan menyusul Danish di meja makan.


"Mah ayo ajak Papa sarapan bareng." Kata Danish dengan mulutnya yang penuh.


"Tidak sayang, Papa buru-buru, ada keadaan darurat di rumah sakit. Danish makan yang banyak yah." Arya turun dari atas kemudian menghampiri Danish dan mengecup keningnya.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."

__ADS_1


Arya keluar dari rumah Cantika dan berniat mencari Remon. Baginya Remonlah sumber utama masalah ini.


Cantika membelakangi Danish dan menghapus air matanya yang tak lagi mampu dia bendung. Sebenarnya bukan karena rasa sakit dan kecewanya sehingga dia memutuskan pisah rumah dengan Arya, Dia mengerti dengan posisi Arya, Terlebih selama ini Bi Susi memang sangat pandai bermain peran di hadapan Arya. Tapi Cantika mau membuat Arya lebih banyak waktu bersama Bi Susi dulu agar Arya bisa melihat kebenaran di balik topeng Bi Susi.


Cantika mengantar Danish ke sekolah, kemudian dia ke rumah sakit untuk melihat kondisi ayahnya.


Saat membuka pintu ruangan Pak Rohim, Cantika yang kecil tidak sengaja mengecup dagu Arya yang mau keluar dari sana.


Cantika begitu malu, dia menundukkan kepalanya dan berjalan melewati Arya yang justru tersenyum seperti anak kecil yang sedang mendapat balon.


Arya pergi dari sana, dia yakin istrinya itu tidak akan merasa nyaman jika dirinya juga berada disana.


Cantika menyentuh bibirnya, sebenarnya dia juga merasa senang dapat mengecup suaminya meski posisinya tidak pas. Tapi dia tetap tidak boleh kalah dengan perasaannya, dia harus terus menjalankan rencananya agar topeng Bi Susi bisa Arya jatuhkan sendiri.


Cantika bukan wanita lemah dan bodoh, dia tahu jika Bi Susi selama ini berusaha menciptakan jarak di antara dirinya dan suaminya. Bahkan berencana memisahkan mereka dan juga berusaha menarik Arya dan putranya ke jalan murtad.

__ADS_1


Cantika kini harus berjuang untuk menyelamatkan rumah tangganya meski dengan cara berpisah untuk sementara. Meski berat tapi Cantika akan melewatinya.


Sekarang yang harus Cantika cari tahu adalah ada hubungan apa Remon dan Bi Susi serta kebenaran dibalik sakitnya ayahnya, karena Cantika merasa yang Remon katakan di percetakan waktu itu tidak semuanya benar. Dan untuk mengetahui itu dia harus bertanya pada ayahnya, karena dia yakin ayahnya mengetahui sesuatu.


__ADS_2