
"Sayang kamu pulang yah, kasian Danish jika terlalu lama disini. Disini banyak virus dan kuman tidak baik buat Danish. Besok juga Danish harus sekolah."
Arya meminta Cantika membawa Danish yang sudah tertidur pulang ke rumah.
"Kamu tidak ikut pulang?" Tanya Cantika, meski dia begitu mencemaskan ayahnya tapi dia juga tidak tega membebani Arya terlalu banyak sampai istirahat saja kurang.
"Tidak, aku tidur disini saja agar bisa terus memantau kondisi ayah." Kata Arya sambil mengelus kepala Cantika.
"Bagaimana kalau besok kita membawa ayah pulang ke rumah kita? di rumah atau rumah sakit sama saja untuk ayah saat ini, dan kalau di rumah aku bisa lebih banyak waktu untuk merawat ayah."
Cantika berpikir untuk membawa pulang ayahnya saja, dengan begitu dia bisa menjaga ayahnya 24 jam tanpa membebani Arya terlalu berat.
Arya berpikir kemudian berkata "Kita lihat kondisinya besok yah kalau memungkinkan maka kita akan merawat ayah di rumah. Sekarang kamu dan Danish pulang dan istirahat dengan baik. Jangan memikirkan apa pun, aku akan menjaga ayah disini."
"Baiklah, terima kasih banyak kamu sudah begitu menyayangi kami semua."
"Itu sudah tugas aku, sekarang kamu pulang. Aku janji semua akan baik-baik saja. Dan setelah Ayah sembuh aku ada kejutan untuk istriku ini."
Arya mencium kening Cantika dengan lembut.
Cantika bersandar di bahu Arya sejenak lalu pamit pulang bersama Danish.
__ADS_1
Arya menggendong Danish sampai ke mobil lalu kembali ke ruangan Pak Rohim di rawat.
"Kenapa sepi sekali, apa Bibi sudah tidur?" Cantika memasuki rumah kemudian naik ke lantai atas membaringkan Danish yang tertidur pulas di kamarnya. Lalu Cantika turun kembali dan tidak melihat keberadaan Bi Susi.
Saat Cantika mau kembali ke kamarnya Bi Susi kembali dari luar dan terkejut saat melihat Cantika sudah di rumah.
"Bibi dari mana semalam ini?" Tanya Cantika sopan sekedar menyapa.
"Itu bukan urusan kamu." Bi Susi tidak menghiraukan Cantika lalu pergi ke kamarnya sendiri.
Cantika hanya beristighfar dalam hati, dia berdoa semoga akan ada hari dimana Bi Susi kembali memperlakukannya seperti putrinya.
"Mau kemana Bibi sepagi ini?" Tanya Cantika dalam hati.
Cantika yang penasaran segera menelpon penjaga rumah untuk menemani Danish kemudian dia mengikuti Bi Susi secara diam-diam.
Bi Susi yang tidak menyadari Cantika mengikutinya pergi menuju gereja dekat kompleks.
"Gereja?" Cantika terkejut saat melihat Bi Susi memasuki gereja.
Rasa penasaran Cantika semakin besar, dia mengikuti Bi Susi sampai depan gereja dan melihat Bi Susi sedang beribadah dengan khitmat disana.
__ADS_1
"Ya Allah, ternyata sikap Bibi yang berubah total padaku akhir-akhir ini karena Bibi sekarang telah kembali ke keyakinan lamanya. Tapi aku kan tidak pernah memaksa Bibi untuk mengikuti keyakinanku." Pikir Cantika lalu segera pergi dari sana sebelum ada yang melihatnya berada di tempat tersebut.
Cantika berjalan memasuki rumah sambil melamun, dia memikirkan apa yang baru saja dia lihat. Sungguh itu sangat mengejutkannya, bahkan ada rasa kecewa dalam hatinya karena orang yang telah dia anggap sebagai ibu sendiri selama ini ternyata memutuskan keluar dari islam yang dia cintai. Meski dia tidak pernah meminta Bi Susi memasuki islam tapi dia sangat kecewa saat ini karena Bi Susi sendiri yang memutuskan memasuki islam dan Bi Susi kemudian keluar dari islam dengan cara seperti ini. Memang tidak ada paksaan dalam islam, tapi yang tidak bisa Cantika temukan jawabannya adalah hal apa yang membuat Bi Susi kembali ke keyakinannya itu meski dulunya dia sendiri yang suka rela dengan tulus memeluk islam. Lalu kini?
"Sayang, kamu dari mana sepagi ini?" Tanya Arya yang berdiri di ruang tamu.
"Hah eh sayang kamu kapan pulang?" Tanya Cantika balik, dia kaget melihat Arya berdiri di depannya.
"Baru saja, tadinya mau mengabari kamu dulu tapi aku pikir aku akan memberimu kejutan." Kata Arya.
"Kejutan?" Tanya Cantika.
"Iya, kamu tahu aku membawa ayah pulang. Sekarang ayah sedang di kamar tamu. Kata dokter ayah baik-baik saja dan in syaa allah dalam waktu dekat kita akan melihat kondisi ayah lebih membaik dan pulih secara perlahan."
"Benarkah?"
Cantika sangat bahagia mendengar perkataan Arya, dia berlari ke kamar Pak Rohim dan melupakan tentang Bi Susi.
"Assalamu'alaikum ayah, ayah istirahat yang baik yah aku akan membuatkan sup buat ayah. Danish sayang temani kakek yah mama ke dapur dulu." Cantika meminta Danish menemani Pak Rohim, hari ini hari minggu jadi Danish libur sekolah.
"Oke Mah." Danish dengan senang hati menemani kakenya itu.
__ADS_1