Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Firasat Cantika


__ADS_3

Tak lama setelah Cantika memasuki dapur Bi Susi juga datang.


"Bibi istirahat saja biar aku yang menyiapkan makanan, Bibi kan baru datang dari jauh Bibi pasti lelah." Kata Cantika dengan lembut tapi Bi Susi seperti tidak mendengarnya.


"Bi, apa Cantika punya salah atau Cantika telah menyinggung Bibi? kenapa Cantika merasa Bibi menghindari Cantika?" Tanya Cantika dengan sedih. Dia telah lama menganggap Bi Susi sebagai ibunya dan Bi Susi juga sangat dekat dengannya selama ini tapi sekarang kenapa tiba-tiba Bi Susi menghindarinya.


Bi Susi seperti ingin mengatakan sesuatu pada Cantika tapi Arya tiba-tiba datang ke dapur.


"Sayang tolong buatkan aku kopi yah."


Arya meminta Cantika membuatkannya kopi tapi Bi Susi malah berkata "Biar Bibi saja, kamu kan sudah lama tidak merasakan kopi buatan Bibi." Bi Susi langsung mengambil alih dapur dan membuat kopi untuk Arya. Arya hanya tersenyum tak menyadari perubahan Bi Susi lalu keluar dari dapur, tapi Cantika semakin yakin jika Bi Dusi sengaja melakukannya. Cantika merasa ada sesuatu yang aneh dengan Bi Susi. Sikapnya pada Cantika berubah 180 derajat dari sebelumnya.


Setelah mengantarkan kopi pada Arya, Bi Susi kembali ke dapur dan menyiapkan makan siang. Cantika yang merasa tidak diberi ruang di dalam dapur oleh Bi Susi akhirnya keluar dari sana.


"Kamu tidak membantu Bibi masak?"

__ADS_1


Tanya Arya saat Cantika duduk di sebelahnya.


Cantika merasa bingung harus bagaimana menjelaskan pada Arya memutuskan untuk tidak berkata apa-apa. "Kata Bibi dia merindukan dapur kita jadi dia yang akan memasak." Kata Cantika lembut, dia tidak bisa mengatakan pada Arya kalau Bi Susi membuatnya tidak memiliki ruang untuknya di dalam dapur.


"Tapi biasanya kan kalian masak bersama."


"Iya tapi kali ini Bibi mau membuat masakan istimewah untuk kita semua jadi dia menyuruhku menunggu disini saja."


Setelah 7 tahun menikah ini yang pertama kalinya Cantika menutupi sesuatu dari Arya. Bukan karena berniat menutupinya tapi Cantika menjaga perasaan Arya dan hubungan mereka dengan Bi Susi.Cantika takut jika tanpa bukti dia mengatakan firasatnya tentang perubahan sikap Bi Susi itu akan membuat hubungan Arya dan Bi Susi renggang atau mungkin saja Arya akan marah padanya karena berpikir buruk tentang orang yang telah Arya anggap sebagai ibu.


"Sini biar aku bantu sajikan." Cantika refleks ingin membantu Bi Susi menyajikan makanan seperti biasanya tapi Bi Susi malah tidak menggubrisnya. Cantika merasa malu dan sedih, dia buru-buru masuk ke dapur dan menghapus air matanya yang hampir jatuh di hadapan Arya.


Setelah menenangkan perasaannya Cantika kembali ke meja makan dengan membawa air sebagai alasan memasuki dapur.


Cantika mau menyajikan makanan di piring Arya tapi dia melihat piring Arya telah penuh, mungkin Bi Susi yang menyajikannya karena biasanya Arya tidak mengambil makanan sebelum Cantika duduk di sampingnya.

__ADS_1


Cantika hanya beristigfar dan berdoa semoga firasatnya tentang Bi Susi itu salah. Dia masih berusaha meyakinkan dirinya sendiri kalau Bi Susi mungkin hanya kelelahan hingga tidak menghiraukannya.


"Sayang ayo cicipin ini, masakan Bibi memang sangat lezat." Arya tanpa maksud apa pun memuji masakan Bi Susi di depan Cantika, lalu menyuapi Cantika.


"Sangat enak." Kata Cantika sambil tersenyum.


Bi Susi melirik ke arah mereka dengan pandangan tak suka.


"Danish sayang ayo makan yang ini, nenek membuatnya khusus untuk Danish." Bi Dusi memberikan sup pada Danish.


"Terima kasih Nek, emm enak sekali Danish suka. Besok Nenek masak ini lagi yah." Danish yang polos begitu menyukai masakan Bi Susi.


"Pasti donk, mulai hari ini nenek akan memasak apa pun yang Danish suka." Bi Susi tersenyum sambil mengelus kepala Danish.


Danish makan dengan lahap, begitu pun dengan Arya. Tidak ada yang menyadari kalau Cantika sedang sedih saat ini. Dia merasa mungkin mulai hari ini, semua yang biasanya menjadi tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu akan di ambil alih oleh Bi Susi.

__ADS_1


Cantika menenangkan dirinya, dia merasa Bi Susi seperti sengaja mengambil alih tugas rumahnya. Karena biasanya Bi Susi dan dia melakukan segalanya besama, tapi saat ini Cantika merasa Bi Susi hanya mau melakukannya sendiri tanpa dirinya.


__ADS_2