Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Stroke


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Pak Rohim membuka matanya.


"Ayah, sayang lihat ayah sudah sadar."


Cantika merasa sangat bahagia melihat Pak Rohim sudah sadarkan diri.


Arya segera memanggil dokter yang bertugas menangani Pak Rohim untuk memeriksanya.


"Bagaimana keadaan mertua saya Dok?" Tanya Arya pada dokter disana.


"Apa sebelumnya pasien memang sering atau pernah mengalami gajalah stroke?"


Dokter tersebut malah bertanya balik kepada Arya.


"Tidak Dok, kami berkumpul kembali bersama mertua saya selama 7 tahun ini dan ini baru pertama kali terjadi." Kata Arya.

__ADS_1


Melihat wajah dokter tidak baik Cantika bertanya "Apa yang terjadi pada ayah saya Dok, dia sudah membuka matanya tapi kenapa dia tidak bicara padaku?" Cantika sangat panik, dia dari tadi mengajak Pak Rohim ngobrol tapi Pak Rohim hanya mengedipkan matanya.


"Katakan Dok apa yang terjadi?" Arya juga kembali bertanya pada dokter meski dia sudah bisa menebak yang sebenarnya terjadi pada Pak Rohim.


"Maaf tapi sepertinya pasien mengalami stroke dan akibatnya pasien tidak bisa bangun atau pun berbicara." Kata Dokter.


Cantika begitu syok mendengar kondisi Pak Rohim. Dia menangis sambil memeluk Pak Rohim yang hanya bisa menangis juga melihat putrinya begitu sedih. Pak Rohim seperti ingin mengatakan sesuatu tapi dia tidak bisa meski sudah berusaha keras.


Arya begitu sedih mengetahui kondisi Pak Rohim, terlebih melihat istrinya yang selalu ceria itu kini begitu terpuruk.


Cantika menenangkan dirinya lalu menghapus air mata di pipi Pak Rohim.


"Ayah, Cantika berjanji akan merawat ayah dengan baik. Arya dan aku akan berusaha sebisa mungkin untuk menyembuhkan ayah. Ayah harus kuat, aku tidak bisa jika ayah begini terus."


Meski sudah berusaha menahan agar air matanya tak jatuh tapi Cantika tetap tidak bisa membendungnya.

__ADS_1


Arya mengusap air mata Cantika lalu memeluknya.


"Ini ujian untuk kita semua, kita harus sabar. Tetaplah kuat demi ayah, kita akan berusaha melakukan yang terbaik untuk ayah."


Setelah melihat Cantika agak tenang Arya kemudian bertanya pada dokter apa dia bisa membawa Pak Rohim ke rumah sakitnya dan dokter berkata bisa.


Arya mengurus pemindahan Pak Rohim lalu membawanya ke rumah sakitnya, bukan karena dia tidak percaya pada dokter di rumah sakit kota akan tetapi jarak rumah sakit kota ke rumahnya sangat jauh dan dia atau Cantika harus pulang pergi dari rumah ke rumah sakit karena di rumah juga ada Danish yang masih membutuhkan mereka.


"Kamu pulang saja dulu, biar aku yang menjaga ayah." Arya mengerti jika meski Cantika begitu mencemaskan Pak Rohim tapi Cantika juga seorang ibu, Cantika pasti memikirkan Danish di rumah.


Cantika melihat Pak Rohim merasa tidak tega meninggalkannya tapi dia juga mencemaskan Danish di rumah. "Ayah, Cantika pulang dulu yah, nanti Cantika datang lagi bersama Danish. Ayah pasti merindukan Danish kan?"


Pak Rohim mengedipkan matanya, Cantika mengerti jika ayahnya juga ingin Cantika segera pulang untuk melihat Danish.


Cantika mencium punggung tangan Pak Rohim kemudian pamit kepada Arya.

__ADS_1


"Nanti sore aku akan kembali bersama Danish, aku titip ayah." Kata Cantika sambil terus melihat Pak Rohim, dia tidak tega meninggalkan Pak Rohim tapi tetap harus pulang demi memenuhi kewajibannya sebagai ibu.


__ADS_2