Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Semangat Kembali


__ADS_3

Saat jam makan siang, Cantika dan Arya bertemu dengan Sarah dan Mordan di sebuah kafe.


Cantika sengaja mengajak tante dan pamannya bertemu untuk membahas Surya dan Rika.


"Jujur, kami sangat bingung. Kak Surya tidak punya semangat dan keinginan untuk sembuh, sedang untuk bisa sembuh sangat diperlukan semangat dan rasa ingin sembuh dari kak Surya sendiri. Dan terus terang, kami mengajak tante dan paman kesini untuk meminta bantuan kalian." Kata Cantika pada Sarah dan Mordan.


"Katakan, apa yang bisa kami lakukan? sebisa mungkin kami pasti membantu." Kata Sarah.


"Iya, katakan saja apa yang harus kami lakukan?" Tambah Mordan, jelas bagi mereka tidak segan untuk membantu Arya dan Cantika, karena Arya dan Cantika yang juga telah membantunya selama ini, dari membiayai operasi Rika sampai membangkitkan perusahaannya sehingga mereka tidak menjadi gelandangan saat ini.


"Kami berpikir untuk mengembalikan semangat kak Surya, dan kami yakin Rika bisa melakukannya." Kata Cantika, dia dan Arya sepakat untuk meminta bantuan Rika. Karena menurut mereka, Rika satu-satunya orang yang bisa memberi semangat pada Surya.


Sarah dan Mordan saling bertatapan, mereka pikir Cantika akan meminta tolong apa, ternyata hanya itu.

__ADS_1


"Tentu saja, kami akan bicara pada Rika." Kata Sarah dan Mordan.


"Kak, kita jalan-jalan ke taman yuk!"


Suara Arya menyadarkan Surya dari lamunannya.


"Tidak, kakak disini saja." Kata Surya tanpa semangat. Dia benar-benar kehilangan semangat dan rasa percaya dirinya saat ini. Bahkan untuk minum obat pun dia tidak mau. Katanya percuma meminum obat-obatan itu, dia tetap tidak akan bisa pulih dengan obat itu.


Melihat Surya tidak lagi membantah, Arya mendorong kursi roda Surya dan menuju taman yang ada di belakang rumah.


"Tidak, kakak mau masuk." Belum sampai di taman, Surya sudah memutar kursi rodanya karena melihat Rika dan suster disana.


"Kak tolong, dengarkan aku! Ini demi kakak. Dan lihat, Rika sengaja kesini untuk menemani kakak latihan berjalan." Kata Arya menahan Surya.

__ADS_1


Surya melihat Rika disana "Tidak, aku tidak mau latihan." Surya tetap bersi keras untuk memutar kursi rodanya dan pergi dari sana. Dia tidak mau latihan lagi, dia tidak bisa melupakan saat dia latihan pertamakalinya, dia terjatuh dan ditertawai oleh anak kecil yang melewatinya. Dan itulah yang membuatnya hilang keyakinan dan juga semangatnya. Terlebih ada Rika, gadis yang dia cintai disana. Surya sangat takut jika nanti dia latihan dan terjatuh lagi maka Rika juga akan menertawakannya atau bahkan menilainya pria tidak lagi berguna.


"Baik, jika ingin selamanya menjadi pria lumpuh dan tak berguna maka pergilah, dan duduk saja di dalam kamar bersama kursi roda itu selamanya." Teriak Arya membuat Surya menghentikan kursi rodanya.


"Kakak tidak mau menemui Rika karena kakak merasa malu dengan kondisi kakak yang sekarangkan? maka seharusnya kakak lebih semangat untuk bisa pulih, bukannya malah seperti ini." Tambah Arya lagi, yang membuat Surya terdiam disana.


"Kakak pikir jika kakak seperti ini, maka Rika akan tetap sabar dan terus berempati pada kakak? tidak! Rika pasti akan meninggalkan kakak dan pergi bersama pria lain yang pastinya tidak sepecundang kakak, yang hanya diam dan putus asa hanya dengan cobaan kecil seperti ini. Rika akan menggandeng tangan pria lain di depan kakak dan kakak hanya bisa menangis menyaksikannya di kursi roda itu." Melihat triknya sepertinya mempengaruhi Surya, Arya terus memancing emosi Surya.


"Aku bukan pecundang!" Surya membalikkan kursi rodanya dan kembali ke arah Arya. Meski sudah berpikir untuk melupakan Rika, tapi memikirkannya saja dia tidak sanggup jika harus melihat Rika bergandengan tangan dengan pria lain di depannya.


"Aku Surya, tidak akan pernah menyerah dengan cobaan sebesar apapun, aku pasti pulih, aku akan latihan sampai aku bisa berjalan kembali." Kata Surya penuh emosi.


Arya tersenyum melihat emosi dan semangat kakaknya yang kemarin redup hidup kembali.

__ADS_1


__ADS_2