Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Ada Yang Berubah


__ADS_3

Keesokan harinya setelah sholat subuh Cantika pagi-pagi sekali pergi ke dapur dan menyiapkan sarapan. Bi Susi sepertinya masih tidur jadi Cantika memasak dengan tenang seperti saat Bi Susi belum kembali. Sebenarnya dia sangat merindukan momen saat dia dan Bi Susi memasak dengan kompak di dapur tersebut. Tapi saat ini sepertinya tidak akan ada momen seperti itu lagi. Jika Bi Susi yang di dapur maka dirinya pasti tidak punya tempat disana dan jika dirinya yang di dapur mungkin Bi Susi tidak mau memasuki dapur tersebut atau mungkin seperti kemarin Bi Susi akan mengambil alih dapur dan tidak menyisahkan ruang baginya.


Setelah makanan siap Bi Susi belum juga kelihatan.


Cantika menyajikan makanan lalu memanggil Arya dan Danish untuk sarapan.


Saat mereka bertiga sudah duduk di depan meja makan Bi Susi belum juga datang. Cantika ingin menghampiri di kamarnya tapi merasa ragu.


"Dimana Bibi?" Tanya Arya.


"Emm tidak tahu, tunggu biar aku lihat di kamarnya." Cantika dengan ragu ingin menghampiri Bi Susi di kamarnya, tapi baru saja Cantika melangkah Bi Susi sudah datang dari luar.


"Selamat pagi." Bi Dusi langsung duduk di depan meja makan.


"Sepagi ini Bibi dari mana?" Tanya Arya.


"Oh itu... Bibi dari jalan-jalan pagi, Bibi dengar di usia Bibi harus sering-sering berolahraga jadi Bibi jalan-jalan pagi di luar kompleks."

__ADS_1


Kata Bi Susi dengan sedikit gugup.


"Iya itu memang benar Bibi harus sering olahraga ringan, besok-besok ajak Cantika dan Danish juga yah Bi." Kata Arya sambil sarapan.


Bi asusi hanya tersenyum lalu mulai memakan sarapannya.


"Bi kami berangkat dulu yah assalamu'alaikum." Arya memberi salam pada Bi Susi tapi Bi Susi hanya tersenyum dan berkata "Hati-hati".


Arya masih belum menyadari perubahan Bi Susi tapi Cantika semakin yakin kalau ada yang berubah dengan Bi Susi.


"Kenapa kamu membawaku kesini apa kamu tidak di tungguin di rumah sakit?"


Cantika merasa bingung dengan Arya yang tiba-tiba membawanya ke mall.


"Tidak, pagi ini aku tidak begitu sibuk jadi aku mengajakmu kesini untuk membeli sesuatu." Kata Arya sambil memeluk Cantika memasuki mall.


"Tapi aku tidak membutuhkan apa pun, lagian tidak ada acara istimewah dalam waktu dekat ini." Kata Cantika.

__ADS_1


"Sungguh? kamu tidak tahu jika malam ini ada acara istimewah?" Tanya Arya.


Cantika berpikir sekitar hari-hari penting tapi tidak menemukan hari penting malam ini.


"Tidak." Cantika menggelengkan kepalanya.


"Mungkin kamu tidak di beri tahu dan tidak memikirkan untuk mencari tahu."


Kata Arya membuat Cantika semakin bingung hari istimewah apa dan siapa yang dia tidak tahu.


"Ulang tahun pernikahan ayah dan almarhumah ibu." Arya merasa kasian melihat istrinya berpikir keras.


Cantika terkejut mendengarnya. Dia sungguh tidak tahu dan tidak kepikiran mencari tahu tentang itu, dia hanya tahu ulang tahun ibu dan ayahnya tapi tidak dengan hari jadi pernikahan ayah dan ibunya.


"Kamu tahu?" Tanya Cantika dengan mata basah, dia terharu sebagai menantu Arya masih mengingat hari jadi mertuanya.


"Tentu, meski ibu telah tiada tapi kita harus selalu mengenang hari istimewahnya. Tahun-tahun sebelumnya aku belum mengetahuinya tapi beberapa hari yang lalu aku mengetahui ini." Arya berkata sambil tersenyum, dia sungguh seorang suami yang penuh dengan kasih dan sayang baik kepada istri, anak atau pun kerabat lain istrinya.

__ADS_1


__ADS_2