Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Pertanyaan Polos Danish


__ADS_3

"Aku ke atas dulu yah, mau menyiapkan Danish."


Melihat Arya begitu serius di dapur Cantika tidak mau mengganggunya. Cantika naik ke atas untuk menyiapkan Danish berangkat sekolah.


"Maa syaa allah anak Mama sudah rapi, Mama baru aja mau bantu Danish siap-siap."


Cantika sangat senang melihat Danish sudah menyiapkan dirinya sendiri dan sudah menggunakan seragamnya dengan rapi.


"Iya Danish kan anak Mama yang paling pintar." Kata Danish sambil mengambil tasnya.


"Alhamdulillah, ayo kita turun. Danish tahu hari ini ada Chef istimewah di dapur kita." Kata Cantika membuat Danish penasaran.


"Siapa Mah? kenapa Mama menyuruh Chef yang memasak kan masakan Mama sangat enak."


"Karena masakan Chef itu lebih enak dari pada masakan Mama." Cantika semakin membuat Danish penasaran. Mereka berdua turun ke bawah dan menuju ruang makan.


Saat mereka sampai Arya juga telah menyelesaikan masakannya.


"Itu dia Chef kita." Kata Cantika menunjuk ke arah dapur.


"Papa?" Danish merasa terkejut melihat ayahnya yang keluar dari dapur.


"Iya Papa." Kata Cantika sambil tersenyum.


"Papa bisa masak?" Tanya Danish pada Cantika tapi dijawab oleh Arya.

__ADS_1


"Tentu donk, Papa jagonya urusan dapur." Kata Arya sambil menyajikan makanannya.


Danish mencicipi masakan buatan Arya.


"Hmm enak, kenapa Papa tidak jadi Koki saja kenapa jadi Dokter?" Tanya Danish polos.


Arya dan Cantika saling menatap. Cantika ingat jika dulu dia juga pernah menanyakan hal itu pada Arya. Dan Arya juga mengingat kalau dia pernah berjanji pada dirinya sendiri untuk mengesampingkan hobinya memasak demi menjadi seorang dokter untuk mengobati Cantika yang dulu dia kira memiliki luka di wajahnya.


Danish melirik kedua orang tuanya lalu melanjutkan makannya dengan santai.


Selesai sarapan Arya dan Cantika mengantar Danish ke sekolah.


Cantika merasa cemas memikirkan kejadian kemarin. Dia takut jika Danish diledekin lagi oleh temannya.


Arya yang melihat Cantika cemas ingin menenangkannya tapi di dahului oleh Danish.


Mendengar perkataan putranya Arya dan Cantika merasa begitu bahagia dan bangga atas kebijaksanaan yang sudah dimiliki putra kecilnya itu.


"Terima kasih sayang kamu sudah menyingkirkan kecemasan Mama." Cantika mencium pipi Danish.


Arya tersenyum bahagia melihat istri dan putranya.


Setelah mengantarkan Danish ke sekolah Arya mengantar Cantika ke percetakan.


"Hati-hati assalamu'alaikum." Kata Cantika mencium punggung tangan Arya.

__ADS_1


"Iya sayang, wa'alaikumussalam." Arya mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.


"Bruuakk." Tiba-tiba seorang wanita melintas di depan mobil Arya dan tertabrak.


"Astagfirullah." Arya kaget dan langsung keluar dari mobil melihat wanita itu.


"Rika? kamu tidak apa-apakan ayo aku antar ke rumah sakit." Untung saja Rika hanya tersenggol mobil saja jadi lukanya tidak begitu parah. Tapi Arya tetap merasa bertanggung jawab untuk membawanya ke rumah sakit untuk di periksa.


"Aoh." Rika mau berjalan ke mobil tapi dia tidak bisa berdiri, sepertinya kakinya terkilir.


Melihat Rika kesakitan saat mau berjalan Arya merasa bersalah dan memaksakan dirinya untuk membantunya masuk ke mobil.


Arya memapah Rika dengan canggung.


Saat sampai di depan rumah sakit Rika tidak turun dari mobil.


"Apa terlalu sakit?" Tanya Arya datar.


"Iya." Rika berpura-pura kesakitan dan tidak bisa berjalan agar Arya menggendongnya masuk ke rumah sakit.


"Sus bawa ranjang pasien kesini dan bantu Nona ini ke dalam."


Arya malah memanggil suster dan membuat Rika kesal.


Rika sudah susah payah dan bahkan mengambil resiko untuk berpura-pura menabrakkan dirinya di mobil Arya agar dia bisa mendekati Arya lagi tapi Arya tetap saja menjaga jarak darinya.

__ADS_1


Iya, Rika selama ini selalu memperhatikan Arya. Dia masih belum merelakan Arya bersama Cantika. Dia memang tulus meminta maaf pada Cantika karena selalu menghina Cantika dulu, tapi bukan berarti dia sudah merelakan Arya. Dia berterima kasih pada Cantika yang telah membiayai operasinya tapi lain urusannya dengan masalah Arya. Dia tidak akan bisa melepaskan Arya.


__ADS_2