
Arya bukan orang bodoh, saat Remon menelponnya dia melacak lokasi Remon dan berhasil menemukan lokasinya.
Arya menghubungi polisi dan mengatur rencana.
Arya menuju titik lokasi yang dia temukan dan polisi diam-diam mengikutinya dari belakang.
"Aku kurang setuju dengan ini Rem, ini terlalu konyol. Lepaskan keponakanku kasian dia sudah begitu lemah dan ketakutan." Rika yang melihat Danish dari celah jendela merasa kasian.
"Kamu yang konyol, aku melakukan ini juga demi kamu." Bentak Remon, dia begitu kesal pada Rika yang dari tadi meminta agar melepaskan Danish.
"Tidak, lakukan apapun untuk memisahkan mereka tapi jangan libatkan Danish. Aku akan melepaskannya." Rika sudah tidak tahan dan melangkah ke ruangan tempat Danish di sekap.
"Bruukk."
Remon memukul Rika dari belakang dan Rika jatuh pingsan.
__ADS_1
"Bodoh, jika kamu membawanya pulang apa kamu akan bilang jika aku yang menculiknya? kamu hanya akan mengacaukan rencanaku." Remon mengikat Rika di samping Danish.
Sedang Arya yang bersembunyi di kegelapan menyaksikan semua yang terjadi antara Remon dan Rika dari celah lubang kecil.
Arya menghubungi polisi yang di luar dan mengatur posisi dengan mengepung tempat tersebut.
"Jangan bergerak, tempat ini sudah kami kepung." Polisi menodongkan pistol ke arah Remon dan Arya lansung membuka penutup mata Danish dan ikatannya.
Arya langsung menggendong Danish tanpa memerdulikan Rika yang masih pingsan.
Arya begitu kaget saat melihat bahwa penculik itu adalah teman lamanya yang dulunya begitu dekat dengannya. Dia merasa tidak punya masalah apapun dengan Remon lalu kenapa Remon melakukan ini.
Remon yang tiba-tiba dikepung oleh polisi merasa kaget. Bahkan Arya juga ada disana. Remon begitu kesal karena rencana yang baru saja dia mulai gagal begitu saja.
"Karena dari awal seharusnya Cantika itu menjadi milikku, aku yang pertama kenal dengannya jauh sebelum kamu mengenalnya." Kata Remon tanpa menurunkan keangkuhannya meski tangannya telah diborgol oleh polisi.
__ADS_1
"Lelucon apa itu? jika kamu yang pertama mengenalnya haruskah kamu yang bersamanya? itu terlalu konyol. Kamu mungkin lebih awal mengenal Cantika tapi kamu sendiri yang menjauhinya karena kamu mengira Cantika itu buruk rupakan? lalu saat kamu mengetahui yang sebenarnya kamu menginginkannya lagi, tapi maaf Cantika sekarang adalah ibu dari putraku jadi buang jauh-jauh mimpimu itu." Arya tidak bisa diam saat ini, dia merasa perlu memberikan kata-kata yang pantas untuk Remon.
"Heh selama aku masih bernafas maka selama itu juga aku akan berusaha mendapatkan Cantika." Remon tetap pada keangkuhannya.
"Bawa dia." Arya merasa percuma berdebat dengan Remon saat ini. Arya membawa Danish keluar sedang Tika dia serahkan pada polisi.
"Kamu tidak akan bisa menghentikanku Arya, aku akan merebut Cantika darimu."
Remon teriak dengan keras saat polisi menyeretnya ke dalam mobil tahanan.
"Terima kasih atas bantuannya, aku harap pria itu mendapatkan hukuman yang pantas dia dapatkan." Arya terlalu capek untuk meladeni Remon, dia berterima kasih kepada polisi lalu membawa Danish ke mobilnya.
"Bagaimana dengan wanita ini Pak?" Tanya seorang polisi pada Arya saat Arya mau meninggalkan tempat tersebut.
"Masukkan ke belakang, dia masih sepupu istriku."
__ADS_1
Arya berpikir lama lalu dengan berat hati dia meminta polisi memasukkan Rika ke kursi belakang.