
Dan hari ini adalah hari ketujuh Surya latihan berjalan dengan di dampingi oleh Rika.
"Baik, kita ulangi sekali lagi oke!" Kata suster yang melatih Surya.
Hari ini Surya sudah bisa menggerakkan kaki kirinya selangkah dua langkah. Dengan latihan rutin dan minum obat yang teratur, perkembangan Surya sangat terlihat jelas. Bahkan dengan adanya Rika di sampingnya, Surya kini lebih semangat.
"Oke, pagi ini sampai disini dulu, kita lanjut sore nanti dan jangan lupa minum obatnya." Suster disana juga merasa senang melihat perkembangan Surya.
"Ayo." Rika mendorong kursi roda Surya memasuki rumah.
Surya tersenyum bahagia, karena kini gadis yang dia cintainya selalu menemaninya meski disaat susah seperti itu.
Melihat senyum Surya kembali, Arya dan Cantika tidak kalah bahagianya melihat itu.
"Ayo, makan dulu." Cantika menyajikan makanannya.
"Maaf, sepertinya aku harus pergi sekarang. Aku harus ke kampus hari ini." Kata Rika sambil melihat jam tangannnya.
__ADS_1
"Maafkan aku, karena aku kamu harus kewalahan membagi waktumu." Surya merasa tidak enak, karena semenjak Rika menemaninya terapi, Rika pasti kelelahan mondar-mandir dari rumahnya ke rumah Arya, lalu ke kampus dan sorenya ke rumah Arya lagi untuk menemani Surya yang jadwal latihannya pagi dan sore.
"Tidak, aku tidak merasa seperti itu. Ya sudah aku pergi dulu yah, obatnya jangan lupa di makan." Rika dengan senyum pergi dari sana, namun terlihat jelas jika saat ini dia sedang buru-buru dan sedikit cemas.
"Lagi-lagi terlambat, kamu pikir ini kampus keluarga kamu apa bisa seenaknya datang dan pergi sesukanya."
Seorang dosen memarahi Rika, sejak Rika menemani Surya latihan berjalan, Rika selalu telat masuk kampus, bahkan sering bolos jika kelas belum selesai tapi waktu latihan Surya sudah mulai. Rika tidak mau jika Surya latihan tanpanya karena dia takut Surya akan malas latihan lagi, dan memperlambat kesembuhannya.
"Maaf." Rika hanya bisa berkata maaf setiap kali dimarahi oleh dosennya, karena dia sadar jika sebagai mahasiswi dia memang salah. Tapi dia rela di marahi berulang kali asal bisa membantu pemulihan kaki Surya.
Di dalam kelas Rika tak hentinya melirik jam tangannya. Kelasnya belum selesai dan ini sudah saatnya Surya latihan.
Saat kelas selesai, hari sudah mau gelap. Mungkin Surya telah selesai latihan, tetapi Rika tetap pergi kesana untuk memastikan keadaan Surya.
"Itu dia. Rika, kemari."
Cantika yang sedang duduk bersama Arya dan Surya melihat kedatangan Rika.
__ADS_1
Rika dengan langkah cepat menghampiri mereka.
"Maaf, tadi aku ada kelas yang tidak bisa aku tinggalkan jadi..."
"Kenapa kamu berkata seakan kamu bersalah? ayo duduk." Cantika memotong perkataan Rika dan menariknya duduk di dekatnya.
"Kamu tau? tadi kak Surya latihan sangat giat, bahkan dia membuat kami semua terkejut dan..." Ucap Cantika sengaja menggantung perkataannya.
Rika menunggu Cantika bicara lagi dengan ekspresi bingung, dia pikir Surya akan marah karena dia tidak menemaninya, sehingga tidak mau latihan, tapi sepertinya tidak.
"Kak Surya sudah bisa berjalan lagi." Sambung Cantika dengan senyum bahagianya.
Sama seperti Rika, Cantika dan Arya juga mengira Surya tidak mau latihan tadi karena Rika tidak mendampinginya. Tapi mereka salah, Surya justru berpikir sebaliknya. Dia tau jika Rika sudah cukup lelah dan kewalahan selama menemani proses terapinya. Dan tadi Surya melihat kecemasan di wajah Rika saat dia mau ke kampus, Surya tentu bisa menebak jika Rika mungkin telah dapat teguran dari pihak kampus karena sering tidak masuk kelas.Tidak mau menyia-nyiakan pengorbanan Rika, Surya bertekad untuk lebih giat lagi latihannya, agar dia bisa segera pulih sehingga tidak menjadi beban siapapun lagi terutama wanita yang dia cintai itu.
"Benarkah?" Tanya Rika, menatap Surya.
Tapi bukan Surya yang menjawabnya melainkan Arya.
__ADS_1
"Iya, meski sangat lambat tapi kak Surya sudah bisa berjalan lebih dari sepuluh langkah. Kami yakin insya Allah sebentar lagi kak Surya benar-benar akan pulih.
Rika saking senangnya hampir melompat dan memeluk Surya, tapi dia menahannya, dia tau jika Surya tentu tidak menyukai hal seperti itu setelah lebih mendalami islam.