Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Surya dan Rika Bersatu


__ADS_3

Tak terasa sebulan berlalu, tapi itu bagi Arya dan Cantika.


Berbeda bagi Surya dan Rika, sebulan ini rasanya setara dengan setahun bagi keduanya.


Surya memaksa Rika untuk fokus pada kuliahnya, dan Surya berjanji akan lebih giat latihannya.


Tapi sebulan atau setahun itu telah keduanya lalui.


Hari ini, di rumah Rika sedang berlangsung proses lamaran.


Rika duduk di dalam kamar dengan sebuah pakaian syar'i menghias indah tubuhnya lengkap dengan niqabnya.


Begitupun dengan Sarah, ibu Rika. Meski tanpa niqab, tapi wanita yang dulunya berpakaian seksi itu telah memantapkan hatinya untuk berhijab.


Bukan tiba-tiba, tapi Mordan dan Sarah sudah memikirkan ini sejak pertama kali mereka kembali menerima Cantika.


Dan saat melihat putrinya jatuh cinta pada Surya, mereka berdua memantapkan hati mereka untuk lebih mendalami islam.


Melihat perkembangan hubungan putrinya dengan Surya, Mordan dan Sarah bertanya pada Rika tentang pandangan putrinya itu tentang islam.


Dan yang mengejutkan mereka ternyata Rika juga berpikir sama seperti mereka. Bukan semata-mata karena Surya, tapi Rika juga telah lama mempelajari islam melalui novel Cantika.


Rika mulai tersentuh oleh islam, dan karena pemahaman yang dia dapat dari novel Cantika itulah sehingga dia sadar jika dia telah salah menginginkan Arya dan akhirnya merelakan Arya dan berusaha move on darinya. Hingga dia bertemu dengan Surya, yang sangat mirip dengan Arya. Surya membuatnya jatuh cinta ke wajah yang sama lagi namun pada orang yang berbeda.

__ADS_1


"Alhamdulillah."


Serentak semua orang yang hadir disana termasuk ayah Cantika mengucapkan hamdalah atas di terimanya lamaran Surya secara sah oleh keluarga Mordan.


Tidak menunggu lama, pernikahan mereka dilangsungkan seminggu setelah lamaran.


Dan saat ini, di sebuah apartemen yang Surya beli saat pertama kali datang ke kota itu, telah berlangsung ijab kabul antara Surya dan Rika.


"Sah."


Satu kata itu meresmikan hubungan keduanya.


Saat pesta usai, semua anggota keluarga dan kerabat pulang. Tersisah pasangan baru itu disana.


Rika bukan wanita pemalu seperti Cantika, tapi entah kenapa saat ini dia sangat gugup saat Surya melangkah mendekatinya.


"Berhenti!"


Teriak Rika yang membuat Surya terkejut.


"Kenapa?" Tanya Surya, dia bingung kenapa istrinya ini seperti terlihat sedang kesal.


"Kamu membuatku gugup dan kehilangan jati diriku. Tunggu dulu sampai aku berhenti gugup."

__ADS_1


"Haha."


Perkataan Rika membuat Surya terbahak-bahak. Yang dia dengar, biasanya wanita akan merasa malu saat malam pertamanya, tapi istrinya ini malah merasa kesal hanya karena dia sedang gugup. Dan lucunya malah memintanya untuk menunggu sampai dia tidak gugup lagi.


"Kenapa tertawa?" Rika semakin kesal dan menggembungkan pipinya.


"Tidak. Baik, aku akan menunggumu sampai tidak gugup lagi. Tapi cepat yah."


Surya menutup mulut menahan tawanya agar Rika tidak semakin kesal lagi.


Tapi itu tidak lepas dari pandangan Rika.


"Tidak, aku sudah tidak gugup. Tapi tunggu dulu, aku sedang kesal." Kata Rika lagi.


"Apa aku harus menunggumu sampai berhenti kesal?" Surya benar-benar merasa lucu dengan istrinya itu. Entah alasan apalagi setelah ini yang harus membuatnya menunggu lagi.


"Bukan, aku sedang kesal. Jadi kamu harus membujukku." Ucap Rika, sepertinya dia beneran kesal saat ini.


Surya mendekati Rika lalu memeluknya.


"Apa ini cukup untuk menghilangkan kekesalan istriku ini?" Bisik Surya.


Rika tidak menjawab, tapi dia menunjuk keningnya.

__ADS_1


Surya mengerti dan mengecup kening Rika, dan itulah awal dari kisah malam ini untuk pasangan baru itu.


__ADS_2